Ayo kita lanjutkan yang kemaren. Walau sebetulnya pengen Human!AU, saya memutuskan untuk menggunakan (Semi)Canon!AU karena... karena kalo misalnya AuthorFanfiksiDesimeSekolahDiSekolahTempatParaRohNgajar!AU bener terjadi, saya bakal pake headcanon ini. <sayasendiriudahpunyaidekasarnyadanudahsayakasihdichaptersebelumnyatapisudahlah> So... OwO <terlalungarep>
.
.
.
Pride: Awalnya murid-murid ketawa dan ngomong, "Masa anak kecil yang ngajar sih?!" Sampe tiba-tiba Pride nyuruh setiap muridnya untuk bikin presentasi pengenalan satu bahasa yang berbeda untuk setiap muridnya. ("A bahasa Italia, B bahasa Sanskerta, C bahasa Urdu, D bahasa Xhosa, E bahasa Klingon....") Kemudian diadakannya kuis geografi dadakan di mana mereka harus menunjuk provinsi dari setiap kota di Indonesia (kayak main peta buta). Barulah murid-murid nyadar Pride adalah jenius dan langsung bikin semacam kuil untuk menyembahnya. <okeiniterlaluhiperbola> Selain itu, dia guru yang hebat. <sehebatKoroSensei>
Humility: Guru anteng dan adem ayem menurut para murid. Walau tidak selembut Kindness atau sesabar Patience, Humility dikenal sopan dan mau mendengarkan pendapat orang lain. Setiap kali pelajaran, ia selalu manggil murid satu demi satu dan mendengarkan apa pandangan mereka terhadap suatu filosofi yang sedang ia ajarkan. Bahkan ulangannya (entah harian atau semester) hanya berisi sesi tanya jawab, dengan penilaian subjektif dari Humility sendiri; membuatnya satu dari dua guru yang gak mengikuti kurikulum (satunya lagi Sloth).
Envy: Guru yang sering bikin murid-muridnya kebingungan. Dia suka iri, nyari garem, iri sama guru lain, nyari "garem", iri sama murid-murid, menghindar dari gula, dari "gula", nyari garem dan "garem"... you get it. Di sisi lain, ada beberapa muridnya yang suka Envy karena keberadaannya dan sifatnya yang suka iri menaikkan rasa percaya diri mereka. Dia perhatian sama para siswa, namun karena tsundere akut dan kronis, dia tidak mau mengakuinya terang-terangan. Lupakan sama murid, sama guru lain aja tsundere setengah idup.
Kindness: Disenangi para murid dan kadang dimanfaatin buat ngerjain sesuatu, yang justru hasilnya malah senjata makan tuan. ("Bu, bantuin PR matematika saya, dong!" "Oh, boleh!" Tau-tau nilainya nol.) Dia sering bikin kue ulang tahun buat murid maupun gurunya, walau, well, ada masalah dengan penampilan kuenya, jadi akhirnya murid yang lain juga bantuin. Reputasinya sebagai guru memasak yang baik memang gak diragukan, tapi sekolah seringkali harus beli peralatan baru karena sering dirusak Kindness. ("Maafin, saya make kran wastafelnya salah!" "Kindness, ini satu sekolah bisa banjir lho kalo bukan karena Envy.")
Wrath: Jangan tanya. Dia paling ditakuti seantero sekolah gara-gara sifatnya yang keras bukan main. Dia memang gak toleransi anak-anak bandel dan suka melanggar aturan, tapi dia lebih kejam sama tukang bully dan kaum-kaum fanatik. (Inget kasus Kiana? Nah, kayak gitu kejamnya.) Ada beberapa murid yang trauma dan pergi ke psikolog untuk memastikan bahwa mereka gak kena PTSD. <wellactuallynotthatmuchbutyeah> Walau begitu, murid-murid baik pada hormat dan malah senang sama Wrath karena dia bisa menghukum para anak bebal.
Patience: Awalnya hampir semua murid ngira Patience perempuan, jadi kalo Patience ulang tahun pasti dikasih kado yang imut dan feminin. Walau Patience gak membencinya, dia ingin murid-murid tahu jenis kelaminnya yang sesungguhnya. Jadi, Patience memutuskan untuk nyanyi lagu self-chorus dengan ia menyanyi bagian sopran, alto, tenor, dan bass. Akhirnya para murid percaya setelah lama kesulitan menerima kenyataan. Patience tabah seperti namanya, namun tidak takut memasang standar tinggi dan membuat peraturan keras selama pelajarannya berlangsung.
Diligence: Waktu pertama liat sih para cewek pada langsung jatuh hati dan para cowok dibuat cemburu... lalu tiba-tiba Diligence memberitahu agenda dan jadwal olahraga yang secara manusiawi gak mungkin bisa dipenuhi. ("Jadi lari 1000 kilometer, push-up 1000 kali, sit-up 1000 kali, planking 1 jam, squat-jump 1000 kali--" "INSTRUCTION UNCLEAR, KILLING MYSELF DUE TO MENTAL OVERLOAD.") Makanya tiap kali Diligence ngajar, para murid pasti bawa Sloth biar Diligence gak masuk sadist mode. Diligence seneng, murid-murid seneng, Sloth (diem-diem) seneng, win-win is great, all's good. Next!
KAMU SEDANG MEMBACA
Desime Collection
FanfictionKumpulan fan-fiction untuk webtoon Deadly 7 Inside Me karya Deruu RioTa. Isinya apa saja: short story, drabble, atau bahkan teori-teori tidak jelas tentang dunia Desime. (And some rant.) Deadly 7 Inside Me (c) Deruu RioTa Cover art (c) See-Saw Knigh...
