Chapter 13

1.3K 211 3
                                        


"Kau yakin akan pulang bersama Tuan Muda Naruto? Aku diminta Kushina-sama untuk menjemputmu?" tanya Matsuri begitu dokter yang memberi pesan-pesan pada Sakura sebelum gadis itu pulang, keluar dari ruangannya. Sakura hanya mengangguk lemah.

"Tidak apa-apa Matsuri. Sekalian aku akan tinggal di apartement Sakura," putus Naruto seenaknya. Ia tampak sibuk membantu Ten-Ten menyimpan semua barang-barang Sakura, sehingga tidak dapat melihat Matsuri yang meringis mendengar jawabannya. "Kaa-san kejam sekali. Apa aku bukan anaknya? Kenapa ia mengusirku tanpa perasaan begitu," gerutunya kemudian membuat Sakura hanya terkikik mendengarnya. Ia kemudian menoleh menatap Matsuri.

"Katakan pada Kaa-san, aku minta maaf telah mengacaukan acaranya," ucapnya tulus. Matsuri mengangguk.

"Tenang, Nona. Acara itu tetap berlangsung walau tanpa Nona dan Nyonya Kushina." Sakura tersenyum dan hanya mengangguk lega mendengarnya. Namun sesaat kemudian senyum Sakura menghilang seiring dengan raut kosongnya yang menerawang ke depan. Ingatannya melayang pada kejadian sebelum ia akhirnya berakhir di rumah sakit ini. Bagaimana mungkin hanya karena ucapan seorang anak kecil bisa membuatnya pingsan seperti ini.

Anak kecil itu. Ada apa dengannya? Kenapa saat Sakura mengingatnya, ia selalu merasakan kesedihan di hatinya, sama seperti saat ia pertama kali mendengar nama Uchiha Sasuke? Kenapa saat ia mencoba menggali ingatan tentang anak itu di masa lalu, ia selalu merasakan sakit kepala yang tidak tertahankan? Ia terasa dekat. Ia terasa familier.

"Matsuri?" Suaranya lirih saat ia memanggil gadis pirang itu. Matsuri menatap ke arahnya penuh tanda tanya. "Anak laki-laki yang memanggilku mama waktu itu-" Matsuri terkesiap. Sakura menoleh kearahnya perlahan. "Siapa dia?"

Matsuri panik. Ia meremas kuat tangannya. Tidak mungkinkan ia mengatakan semuanya pada Sakura kan?

"S -setahu saya namanya Uchiha Shisui, Nona. Putra bungsu Uchiha-sama." Sakura terlihat ragu dengan jawaban Matsuri. "M -memangnya ada apa, Nona?" lanjut Matsuri hati-hati. Ia harus bisa memastikan apa saja yang sudah diingat Sang Nona dan akan memberitahukannya pada Kushina. Dalam perusahaan Namikaze hanya dirinyalah yang tahu jika Sakura sudah memiliki anak selain Jiraiya, Minato, Pein dan Kushina. Naruto bahkan tidak tahu mengenai hal itu.

Ia menatap Sakura yang menggelengkan kepalanya. "Aku seperti mengenalnya. Bukan... bukan seperti pernah melihat sih. Hmm..." Sakura menggigit bibirnya ragu sebelum melanjutkan kalimatnya. "Tapi seperti ada hubungan antara aku dan dia."

"Fansmu mungkin, Sakura-chan." Baik Sakura maupun Matsuri menoleh pada Naruto yang telah selesai berberes ikut bergabung bersama mereka. "Aku sering merasakan hal yang sama pada fansku. Seperti ada hubungan tak kasat mata dengan para penggemar." Naruto melemparkan cengirannya melihat wajah bingung Sakura. "Kau artis, ingat? Tidak ada anak-anak yang tidak menginginkan ibu seorang aktris sepertimu."

"Dia masih kecil. Aku bahkan tidak yakin ia sudah lahir saat aku vakum."

Naruto mengangkat bahunya. "Anak kakaknya Gaara bahkan punya poster dirimu." Pikiran Sakura melambung mengingat wajah lucu keponakan dari salah satu member band Naruto dalam foto yang ditunjukkan adiknya itu tahun lalu. Foto Naruto dan Shikadai. Anak itu mungkin seusia dengan anak bungsu Uchiha sekarang."Ketenaranmu belum padam, Sakura-chan," lanjut Naruto dengan cengiran diwajahnya. Namun hal itu masih belum memuaskan Sakura. Ada sesuatu yang masih mengganjal di hatinya.

"Benarkah? Lalu kenapa aku merasa-" Ia menudukkan kepalanya, seperti tidak tahu lagi bagaimana menjelaskannya. Naruto yang melihat perubahan rautnya spontan saja memegang pundaknya khawatir.

Once AgainTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang