-Challenge-
Changsub berjalan menuju sebuah café di sekitar kantor polisi Dongdaemun untuk bertemu dengan Taehyung. Berdasarkan pengamatan awal Taehyung, ia mendapatkan informasi terbaru tentang Bomi bersama seorang pria. Changsub hanya memikirkan satu kemungkinan siapa pria itu.
Changsub memasuki café dan mencari sosok yang meminta bertemu. Setelah menemukan sosok itu, ia menghampirinya dan duduk di depan orang itu.
"Taehyung, bagaimana?" Tanya Changsub dengan antusias.
"Dia dijemput oleh seorang pria dengan mobil. Mereka bergandengan tangan saat keluar kantor. Mereka juga tampak serasi sekali." Jawab Taehyung.
"Pria itu seperti apa?" Tanya Changsub.
Taehyung meminum latte pesanannya sebelum menjawab pertanyaan Changsub.
"Menurutku dia seumuran dengan adikmu. Mereka berdua seperti teman baik tetapi aku yakin hubungan mereka lebih dari teman." Jawab Taehyung.
Changsub mulai diam karena pikirannya hanya ada satu nama yang ia yakini identitas pria itu.
"Apa Bomi berkencan dengan pria itu?" Tanya Taehyung.
"Entahlah." Jawab Changsub singkat.
"Kalau begitu, awasi terus Bomi dan jika adikku bersama pria itu lagi maka ambil fotonya. Aku tidak ingin adikku berkencan dengan sembarang pria." Ucap Changsub.
"Jangan lupa cari identitas pria itu dan orang-orang yang akrab dengan Bomi." Changsub menambahkan.
"Siap, pak polisi!" Ujar Taehyung dengan hormat.
"Lalu, bagaimana dengan perempuan itu? Apa kamu semakin dekat dengannya?" Tanya Taehyung.
"Aku tidak bisa mengatakan kita dekat. Tetapi kemarin aku sempat jalan bersama dan sepertinya dia senang. Itu membuatku semakin suka padanya." Jawab Changsub.
Taehyung memalingkan wajahnya dan tersenyum sinis.
"Waah.. Kamu sungguh keterlaluan, Changsub-ah."
"Memangnya salah kah jika aku menyukai perempuan itu?" Tanya Changsub pada Taehyung.
Orang yang diberi pertanyaan malah memalingkan wajahnya sambil berpura-pura tidak mendengarnya. Ia tidak mau menanggapi soal perasaan temannya.
"Cih.." Taehyung meminum lattenya.
-Challenge-
Empat anak muda sedang bersantai di pinggiran sungai Han untuk menyusun rencana proyek film perjalanan. Jongdae dan Bomi saling beradu argumen yang kuat untuk hasil film yang bagus. Sedangkan Kyungsoo dan Nayeon hanya memperhatikan dua orang itu sambil saling mengode untuk menengahi.
"Oppa, film seperti itu sudah terlalu biasa. Kita bisa membuatnya lebih baik."
"Bomi, meskipun film seperti itu sudah biasa tetapi akan mudah diterima semua kalangan."
"Aku tidak setuju dengan pendapatmu, oppa. Jika kita bisa membuat yang lebih bagus kenapa membuat yang biasa?" Bomi menatap serius pada Jongdae.
"Bomi.." Ujar Jongdae dengan lembut.
"Aku tidak mau memberatkan tim kita makanya aku memilih film yang biasa saja." Tambah Jongdae.
"Kalau oppa berpikiran egois seperti itu, aku tidak akan bergabung." Ucap Bomi dan langsung meninggalkan tempat.
"Kejarlah Bomi. Kamu tidak boleh egois seperti itu. Memang benar kamu ketua tim tetapi kamu juga berhak mempertimbangkan idenya." Kyungsoo menyuruh Jongdae.

YOU ARE READING
Challenge
Hayran KurguSUMMARY : Hidup itu sebuah tantangan untuk mengembangkan diri menjadi yang terbaik. Setiap orang memiliki potensi masing-masing dimana itu juga dapat menjadi peluang ataupun tantangan. Orang yang berani dengan tantangan akan dapat bertahan hidup de...