8

2.8K 225 5
                                    

Vote...
.......

Mereka masih berpelukan dan kenan masih menangis sesegukan di sana. Dan para pengunjung yang melihat itu merasa iri sekaligus terharu karena melihat betapa bahagianya keluarga itu.

Setelah itu mereka melepas pelukan mereka .

" makasih bang" ucap kenan kepada kedua kakaknya dan mereka mengangguk

Keira berdiri dan dia langsung menghapus bekas air mata di pipi kenan.

Ana yang melihat interaksi anaknya merasa bahagia namun dia masih benci melihat kenan. Namun bagaimanapun dia adalah orang yang melahirkan kenan jadi dia ikut sedih saat melihat mereka seperti itu.

" ayah" ucap ana kepada deri yang terlihat melamun itu

" iya bun" ucap deri

"Ayah gapapa?"tanya ana

" ayah gapapa kok. Kalo gitu kita samperin mereka, udah siang kita harus pulang besok mereka kan sekolah" ucap deri dan ana mengangguk

Deri dan ana berjalan kearah anak nya itu.

" Anak anak ayo kita pulang" ucap ana

"Iya bunda" jawab mereka kecuali kenan yang menunduk takut

" kalo gitu kalian ganti baju dulu ya nanti masuk angin" ucap ana dan diangguki mereka

"Kamu juga ken"ucap deri kepada kenan yang masih menunduk tadi

" i..ya ya..h" jawab kenan lirih

Deri yang mendengar jawaban kenan itu langsung merasa kasian namun dia masih mempertahankan egonya.

........

Di perjalanan pulang mereka sempat mampir makan dan berbelanja terlebih dahulu. Dan sekarang sudah jam 7 malam, dan mereka masih di jalan karena macet.

Keira sudah tertidur di pangkuan ana dia terlihat kecapean dan tertidur, dan adnan juga tidur dengan kepala yang di sandarkan di bahu ayahnya .

Sedangkan deri dan ana mereka juga tertidur.

Kenan menoleh kesamping kanannya dan disana al juga sudah tertidur. Kenan tersenyum kecil dan dengan keberaniannya dia bangun dan mengecup pelan pipi bundanya yang ada di depannya dengan pelan.

" ken sayang sama bunda, maafin kenan karena kenan kak kaila pergi ninggalin kita" ucap kenan lirih setelah itu dia langsung kembali duduk di bangkunya

Tanpa di sadari kenan, ana mendengar ucapan anaknya itu karena ana belum sepenuhnya tertidur.

Ana membuka matanya perlahan dan dia sedikit menoleh kebelakang dan melihat kenan yang sudah tertidur dengan pulas.

Air mata ana langsung lolos dari matanya dan dia menghapus air matanya itu.

"Maafin bunda ken" ucap ana lirih

..........

Untuk sampai di rumahnya memakan waktu 4 jam n dan akhirnya jam 9 malam mereka sampai dirumah.

" adnan bangun kita sudah sampai" ucap deri kepada anaknya dan adnan langsung bangun

Sedangkan ana turun terlebih dahulu dan menidurkan keila di kamarnya. Adnan juga turun dan masuk kedalam rumah.

Deri menoleh kebelakang melihat al yang masih merenggangkan otot tubuhnya dan ken yang masih tertidur.

" al bangunin kenan dan suruh dia bawa masuk peralatan tadi" ucap deri dan al mengangguk

Setelah itu deri masuk kedalam rumah . Al langsung membangunkan kenan.

" ken bangun udah sampai" ucap al sambil mengoyangkan tubuh kenan

Namun tubuh kenan malah ambruk kebahu al membuat al kaget.

" ken bangun" ucap al menepuk pipi kenan pelan namun tidak ada reaksi apapun dari kenan

Dan dia sedikit mengeser tubuh adiknya itu, dan dapat dilihat wajah adiknya yang pucat dan bibirnya yang mengigil.

" ya allah ken, lo kenapa" ucap al panik sambil memegang dahi adiknya

"Lo demam ken" ucap al khawatir

"Pak tono pak" teriak al dari dalam mobil dan tono langsung menghampiri al

" iya den ada apa" ucap tono

"Bantu al bawa ken, dia pingsan" ucap al

" ya allah den ken" ucap tono khawatir saat melihat tubuh lemas kenan yang ada di dekapan al

Tono langsung membantu al mengangkat ken dan membawanya kedalam diikuti al yang berjalan di belakang tono.

Sesampainya di dalam dia melihat ana yang masih di sana, dan dia langsung mendekat kearah al

" dia kenapa al" tanya ana

" ken pingsan bun dan dia juga demam" jelas al

Deg.....

Ana langsung membeku di tempat.

" ya sudah al mau bawa ken kekamar al" ucap al

" jangan" ucap ana dengan tiba tiba

" kenapa bun, al gamau ken tidur di ruang pembantu dia sedang sakit" ujar al

"Bawa dia ke kamar tamu saja dan kamu langsung tidur saja al" ucap ana

" tapi bun"ucap al

" biar bunda yang menemani kenan" ucap ana dan entah mengapa dia mengatakan kalimat itu

" beneran bun" ucap al memastikan

" i..ya" jawab ana

" ya sudah, pak tono bawa ken ke kamar tamu ya" ucap al yang di angguki oleh tono

Dia langsung membawa kenan kesana dan membaringkan tubuh kenan dan tak lupa menyelimuti tubuh kenan lalu dia keluar dari sana.

Dan beberapa saat kemudian ana masuk ke kamar tamu membawa baskom yang isinya air untuk mengompres kenan.

Dia mendekat kearah kenan dan langsung mengompres nya. Setelah itu dia menatap lekat wajah anaknya itu. Dia menatap hidungnya yang mancung dan wajahnya yang mirip dengan suaminya.

Namun tiba tiba kenan bergumam tidak jelas.

" kak kai..la"

" ken cap...ek"

"Ajak ken kak"

Ucapan itu membuat hati ana berdenyut nyeri. Dia berdiri ingin keluar dari sana namun panggilan dari dari ken membuat langkah ana terhenti.

"Bun"ucap kenan lirih

Ana menoleh dan menatap kenan sekilas dan mengalihkan pandangannya kearah lain.

"Temenin ken tidur malam ini bun. Ken kangen tidur sama bunda" ucap kenan lirih dan itu membuat air mata ana menetes

" ken janji ini terakhir ken minta sama bunda" ucap ken lagi dan entah setan dari mana ana langsung membaringkan tubuhnya di samping kenan

" bun.."

" sudah tidur jangan banyak ngomong" ucap ana yang sudah tidur di samping kenan

Ken tersenyum dan dengan keberaniannya dia memeluk bundanya membuat tubuh ana menegang.

Beberapa menit kemudian terdengar dengkuran kecil dari kenan pertanda ken sudah tertidur.

Tangan ana terangkat dan mengelus rambut anaknya dan dia juga ikut tidur dengan kenan.

Dari luar al mengintip bunda dan adiknya dengan perasaan yang tidak dapat dijelaskan.

Setelah memastikan bundanya ingin menemani ken dia langsung kembali kekamarnya dan langsung tidur.

......

Vote... vote...

Kenan - EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang