34

1.7K 98 4
                                    

Votee
.....

Devina memandang al dengan perasaan campur aduk. Dia langsung menatap ke arah gio.

" maaf dek" ucap gio sambil terkekeh

Sedangkan yang lain malah cengo melihat itu.

" sebenarnya saya kakak sepupunya devi. Dan saya kesini mengantar istri saya untuk memeriksa kandungannya" jelas gio

Tio dan yang lainnya menggelengkan kepalanya.

" Kamu harus jelasin ke al, dia kalau sudah marah susah di ajak baikan" jelas tio

" iya saya akan menjelaskan ke...." ucapan gio terpotong oleh suara jatuh dari koridor rumah sakit

Brugh...

Mereka langsung menoleh ke sumber suara.

" Al" teriak devina yang langsung berlari kearah al yang sudah terkapar di lantai koridor itu di ikuti yang lainnya.

Devina langsung mengangkat kepala al dan meletakkan di pahanya. Dia menepuk pelan pipi al.

" al bangun" ucap devi dengan mata memanas

Sensasi pertama yang dapat devi rasakan adalah panas dan di tambah keringat dingin yang keluar dari tubuh al.

Tangan devina bergetar saat menatap wajah al.

Dokter ajeng langsung ikut berjongkok di samping tubuh al dan memeriksa keadaan al.

Sedangkan tio dia memanggil suster untuk mengambilkan brankar untuk al.

Tio, gio dan beberapa perawat langsung mengangkat tubuh al setelah brankar sampai di sana. Mereka langsung membawa al ke ugd.

Devi mengikuti brankar yang membawa al dengan menanggis. dokter ajeng dia berada di sebelah devi.

Sesampainya di depan ruang ugd, al langsung di bawa masuk dan langsung di tangani.

Devi duduk di kursi tunggu dengan gio. Tio dia memilih menghubungi keluarga al.

....

Kaila sudah siap ingin pergi kebutik. Dia tinggal menunggu lando menjemputnya. Kenan dan adnan juga sudah selesai dan sekarang mereka sibuk bermain handphone.

Terdengar suara klakson dari depan rumah.

"Itu pasti lando, ayo kita berangkat" ucap kaila

" iya" jawab adnan

Mereka bertiga langsung berjalan ke luar rumah. Dan disana mereka sudah melihat lando yang berdiri di depan mobilnya.

" selamat pagi ndo" ucap kaila

" selamat pagi cantik, dan selamat pagi adik ipar" jawab lando

" pagi kak" jawab kenan dan adnan

" ya sudah kita langsung berangkat aja ya, takutnya macet nanti" ajak lando

Mereka langsung masuk kedalam mobil lando dan berangkat ke butik.

Di perjalanan adnan dan kenan tengah sibuk menatap kearah kaila dan lando yang sedari tadi hanya bermesraan. Mereka hanya memutar bola matanya saat mendengar gombalan calon kakak ipar pada kakak mereka.

" hanpdhone lo bunyi tuh bang nan" ucap kenan

"Handphone lu kali" jawab adnan

Kenan langsung merogoh handphonenya dan cengegesan. Dia melihat siapa yang menelponnya.

" siapa yang telpon ken?" Tanya kaila

" papa tio kak" jawab kenan

" tumben om tio telpon. Angkat ken dan loudspeker" suruh adnan dan kenan langsung mengangkat panggilan tio.

Kenan - EndTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang