Vote... Vote ..
......
Keesokan harinya adnan sudah mendingan tapi al melarangnya untuk sekolah dulu. Dan ken sekarang sedang bersiap ke sekolahan.
"Udah mau berangkat apa belum ken?"tanya al
"Udah bang al" jawabnya
"Ya udah ayo abang anter" ucap al
"Ga ngrepotin bang" tanya ken
"Ga kok. Ayo" ajak al
"Adnan di rumah sama siapa bang?"tanya ken
"Nanti ayah sama bunda pulang" ucap al dan ken mengangguk
....
Sesampainya di sekolahan ken langsung turun dari mobil abangnya.
"Belajar yang bener" ucap al sebelum ken turun
"Iya bang. Hati hati di jalan " ucap ken dan al mengangguk
Ken turun dan al langsung melajutkan perjalanan ke rumah sakit. Ken berjalan masuk ke area sekolahannya.
"Wah ken udah masuk lagi"
"Udah lama ya ga liat ken. Sekali liat bikin tenang aja"
"Aduh pangeran kita udah masuk lagi"
Dan ken hanya tersenyum mendengar ucapan dari siswi di sana.
"Baru masuk udah banyak yang kangen aja lu" ucap seseorang di belakang ken
Ken menoleh " hai el" ucapnya
"Kemana aja, kok baru masuk ga pernah ngabarin lagi" tanya el sebal
"Biasalah" ucap ken sambil terkekeh
"Ayok ke kelas si gevan udah di kelas keliatannya" ucap el
"Ayok"
Mereka berdua berjalan menuju ke kelasnya. Di perjalanan banyak yang menyapa bahkan memuji ken tapi ken hanya membalas dengan senyum kecilnya.
Sesampainya di kelas ken dan el melihat gevan yang tengah asik memainkan ponselnya.
"Ken kagetin yuk" ajak el dan ken mengangguk
Ken dan el berjalan perlahan menuju meja gevan dan
Brak
"Anjurr.... bangsat ....setan... ompong
.." latah gevan sambil melempar ponselnya
Setelah itu dia langsung menoleh ke orang yang telah membuat dirinya kaget.
"Kalian" geram gevan dan mereka berdua malah cengegesan
"Maap bro" ucap el
Gevan menatap ponselnya yang terjatuh dibawah.
"Ya ampun kekasihku. Bagaimana ini kekasihku terjatuh ya tuhan aku harus bagaiama ini" ucap gevan sambil memeluk ponselnya
KAMU SEDANG MEMBACA
Kenan - End
TienerfictieTambahkan ke perpustakaan kalian Dan jangan lupa Follow akun ku😉 Hanya menyesal dan berharap semua akan baik baik saja. Mengapa penyesalan begitu menyakitkan. Jangan lupa tinggalkan jejak
