Catatan 09

556 46 87
                                        

Sekian minggu berlalu begitu cepat.

Sekolah masih heboh soal kedekatan Erick dengan Kara. Kara merebut Erick dari Freya. Kara memanfaatkan kesempatan. Kara berani banget bersaing dengan Freya, dan masih banyak lagi rumor yang beredar

Sejauh ini Kara merasa tak perlu meladeni omongan-omongan yang tak enak. Toh, di sekolah dia tak pernah menunjukkan gerak-gerik suka pada Erick. Tak pernah menjadi orang pertama yang mendekati Erick, sebaliknya cowok itulah yang sering menghampiri duluan. Lagian dalam beberapa kesempatan dia dan Freya sering makan bersama—yang setidaknya menujukkan kepada orang lain bahwa dia memiliki hubungan yang baik dengan Freya.

Namun entah apa, saat kelas berakhir di suatu Sabtu, Erick menjadi orang yang risih dengan gosip tersebut. "Lo udah denger kan apa yang diomongin anak-anak?"

"Di kelas?"

"Bukan. Semua anak-anak. Satu sekolah," tegas Erick. "Tentang lo ma gue."

Kara tahu arah omongan Erick.

"Makin lama gosipnya makin aneh," omong Erick. "Gue gak persoalin gosip yang beredar, gue malah khawatirnya di elo."

Kara hanya menatapnya sekali.

"Lo gak keganggu kan?"

Kara butuh waktu dalam menjawab. Di pikirannya muncul potongan-potongan kebersamaan mereka belakangan ini. Di kelas, di kantin, di rumah, di rumah sakit, saat ke bogor, saat boncengan. "Kata lo kita sahabatan kan? Jadi gak usah khawatir tentang apapun."

"Baguslah," Erick mengulum bibir. Dia mengeratkan tas punggung, lantas meninggalkan Kara di teras kelas.

Setelah Erick menjauh, Kara baru sadar dia telah berbohong. Sekian minggu ini, dia lumayan tak enak dengan omongan anak-anak. Menjauh dari Erick pun tak kuasa dia lakukan. Mereka sekelas, Erick sering ke rumah, terlebih-lebih dalam beberapa kesempatan dia, Erick dan Freya hang out bareng.

Dear Erick... gue suka ama lo.

---

[23 April 2007]

Nyatanya bukan Erick saja yang komplain soal gosip ini, tetapi Jessy juga demikian. Jessy yang awalanya diam, ikutan risih. Gosip Kara yang berusaha merebut Erick dari tangan Freya semakin jadi-jadi.

Pulang sekolah, Jessy mengajak Kara ke taman kota di ujung bulevar. Cewek itu merasa perlu membahas gosip ini bareng Kara.

"Jujur, gue bosan denger gosip ini," tukas Jessy.

Kara memainkan ponselnya.

"Kesannya lo jelek banget ke Freya."

Kara masih mengotak-atik ponsel.

"Apalagi gosip soal lo ketemuan ma Erick benar-benar diplintirin. Katanya kalian sering ketemuan di perpus diam-diam lah, makan bareng lah, sering jalan lah," Jessy cerocos.

Kara menarik kasar udara lewat hidung.

"Lo harus ngomong ke anak-anak kalo itu gak bener."

Kara sayu menjamah rupa Jessy. Jelas semua gosip itu benar. Dan dia tidak mampu menyangkal. "Kita emang sering bersama."

"Oh no. Big No!" Jessy memelotot. "Jadi?"

Kara mengangguk.

"Dan gue gak tahu semua ini?"

"Gue ngerasa nggak harus cerita ini ke elo."

Jessy memegang akar rambut dan geleng-geleng. Pantas saja, gosip kedekatan sohibnya bareng Erick makin aneh-aneh. "Please, harus ada penjelasan masuk akal ke gue. Tentang apa pun. Tentang lo, tentang Erick, tentang gosip ini yang gak gue ketahui."

Maverick [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang