Catatan 10

577 40 52
                                        

Hanya dalam hitungan hari, gosip Kara-Erick-Freya langsung berubah. Tak ada lagi sebutan The Perfect Couple, tak ada lagi cibiran pada Kara. Semua sudah clear. Gosip-gosip yang beredar satu inti sekarang, yaitu; betapa beruntungnya Kara mendapatkan Erick.

"Jadi waktu itu lo kalah taruhan bola dari Freya?" kaget Kara setelah Erick cerita mengapa dia menemui Freya sebelum mereka mengunjungi toko buku tempo hari. Kala itu Erick membelikan banyak baju pada Freya, dan membiarkan sepupunya itu ikut ke toko buku.

"Ya karena kalah makanya gue bayarin belanjaannya Freya."

"Tau gak, waktu itu aku kesal banget. Ngapain juga ngajak aku kalo ujung-ujungnya Freya ikut."

"Hahaha," Erick tertawa.

Setelah Kara menceritakan kekesalannya, kini bagian Erick yang curhat. "Gue juga kesal banget tuh pas malam valentine lo datang ma Lero."

"Lha kenapa dia kan temen gue?"

"Biar temen lo, tapi kan kalian mesra banget. Lero megang pundak lo, pinggang lo, ngajak lo dansa," Erick sedikit tensi bercerita. "Yang bikin tambah kesel tuh, tiba-tiba lo ngilang. Padahal kan gue masih pengin ngeliat lo. Jarang-jarang liat lo cantik kek gitu."

Mendadak seperti ada sebuah kesimpulan yang merayap di kepala Kara. "Berarti lo udah suka gue sebelum kejadian Bunda di rumah sakit?"

Erick angguk-angguk.

"Tepatnya?"

Erick diam sebentar, dia mengintai wajah Kara penuh. Sekian menit. Lalu lantang menjawab, "Ketika lo tiba-tiba tidur di pundak gue, selama hampir tiga jam."

"Hah, tidur di pundak lo? Gak pernah kali!" Kara ingat betul dia tak pernah pulas di pundak cowok ini. Mereka sering boncengan tapi Kara tidak pernah tidur di atas motor.

"Lo ingat di kereta? Kita sebangku waktu itu. Dalam perjalanan menuju Jakarta lo ketiduran dan nyender di pundak gue."

"Akh dasar!" Kara malu sendiri.

"Dan...,"

"Dan apa?"

"Lo juga meluk gue."

Kara cemberut, tapi kemudian tertawa. "Tapi lo gak macem-macemin gue pas tidur kan?"

"Yaelah Kar, di kereta mah rame kali!"

Dan meski sudah resmi pacaran tak ada kata kamu aku, dalam panggilan mereka. Sesekali Kara tetap menganggap Erick sebagai raksasa. Namun cewek ini sepertinya tak akan pernah bercerita pada Erick tentang sebutan tersebut.

Efek dari gosip baru pun, dikomentari dua sahabat Kara, Jessy dan Lero. Pasangan kekasih tersebut tentu ikut bahagia. Bahkan mereka merasa selama ini tertipu dengan gerak-gerik Erick yang luar biasa canggih menutupi perasaan suka pada Kara.

"Tapi selama ini yang kita liat tuh beda," Jessy masih tak percaya, dia meminta Lero yang berada di sampingnya untuk turut membenarkan apa yang dikatakan. "Dia deket dengan Freya, dan keduanya benar-benar seperti sepasang kekasih."

"Makanya itu, gue juga ngerasa ketipu," aku Kara.

"Pantas dia belain nemenin lo di rumah sakit, di Bogor," Jessy masih berkomentar.

Sementara itu Lero hanya jadi pendengar setia. Cowok itu tampak asik memencet tuts ponsel.

"Kalau gitu selamat ya?"

"Thanks."

Jessy memainkan rambutnya. "Jadi kapan kita double date?"

"Double date?"

Maverick [Completed]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang