Asalnya mau hiatus tapi gak jadi soalnya chapter ini terakhir dan pengen pindah kework lain. tapi rasanya kaya punya utang kalo ngga cepet-cepet beresin, ngga worth it banget kalian nungguin satu chapter terahir sampe berminggu-minggu lamanya.
###
Setelah malam itu terjadi banyak sekali peristiwa sehingga aku harus pergi menjauh sebentar dari lingkungan rumah untuk menenangkan pikiranku dari kekacauan. Ibu menyarankan aku pergi kerumah saudara di daerah Jeongseon, ibu bilang di sana aku bisa mendapatkan udara segar dan bercocok tanam sangat membantu untuk mengalihankan pikiranmu sejenak.
Dan itu bekerja.
Aku sampai mengabaikan ponselku hingga dua minggu lamanya tanpa ada internet, tanpa ada pikiran untuk menulis lagi. Aku benar-benar membebaskan diriku. Taehyung memarahiku setelah tahu aku berlibur tanpa memberitahuya terlebih dahulu, bukan pelarian namanya jika seseorang tahu aku pergi dari rumah untuk menghindari banyak orang termasuk dirinya. Aku sampai bingung harus mengurai pikiran dari mana dulu Jungkook yang menunda kepergiannya, naskahku yang akan diterbitkan yang artinya aku akan sering bertemu Namjoon, atau pernyataan serius Taehyung. Yang terakhir ini benar-benar menakutkan, aku tidak pernah melihat atau mendengar dia sangat serius dengan perkataannya.
Mari kita urai ceritanya dari awal saja.
"kak Yoongi bilang dia akan pergi wamil, sekarang dia sedang pergi entah kemana setelah pulang dari rumahmu, itu yang dikatakan ibu kak Yoogi. Lalu ... "
"apa yang sedang kalian lakukan di sini? Akan ada pengumuman penting dari dua orang itu" laki-laki yang tadi duduk di sebelahku menyuruh kami untuk segera ikut berkumpul dengan wajah curiga setelah melihat wajahku yang pastinya sangat tidak enak di pandang jika sedang menahan emosi.
Taehyung menarikku untuk duduk bersamanya, "aku harap kau bisa menggendalikan diri setelah ini." Mau didengar atau tidak itu tetap masuk kedalam telinga dan berputar-putar dikepalaku kenapa harus berlebihan sekali?
Mungkin saking menyakitkannya untuk didedangar aku tidak bisa megingat dengan jelas apa yang mereka ucapkan dan bagaimana reaksiku saat itu, yang aku ingat sampai saat ini hanya Taehyung yang menggendongku sampai sungai Han sambil membiarkan ku menangis di pundaknya. Jaraknya lumayan jauh jika ditempuh dengan berjalan kaki, aku langsung memintanya menurunkanku karena ingat luka dipunggungnya pasti masih terasa menyakitkan.
"merasa baikan?"
"ya, terimakasih tumpangannya." Aku ingin mengeluarkan cairan dihidungku yang tidak tertahankan dengan ujung lengan bajuku tapi Taehyung seperti sudah mempersiapkan semuanya, dia membawa tisu dan sebotol air.
"dapat dari mana?" aku mengeluarkan cairan hidung dengan suara keras lalu meminum air yang disodorkan Taehyung, dia tidak menampakan wajah jijik seperti yang selalu Yoongi lakukan. Aku menyukainya yang ini.
"sepertinya kau benar-benar asyik menangis sampai tidak sadar kita sempat mampir ke toko kelontong sebentar. Siap menceritakannya?" aku dan Taehyung terdiam dalam waktu yang cukup lama, tenggelam dalam pikiran masing-masing sambil menatap kerlap kerlip kota dari sungai Han.
Aku menarik nafas dalam untuk memulai ceritaku, "Taehyung." Angin malam menerpa tubuh kami dengan lembut, aku sempat menatap siluet Taehyung dari samping. Dia tampak kosong dengan mata menatap kedepan, angin memainkan anak rambutnya hingga terlihat jelas jika dia pun memendam sesuatu di dalam pikirannya saat itu.
"ya?"
"aku menemukan fakta jika ternyata aku tidak bisa membedakan perasaanku sendiri. Ketika aku dengar Namjoon akan menikah, saat itu aku bingung antara kecewa dengan temanku atau masih menyukai Namjoon hingga aku menangis, aku sampai berpiir lebih baik aku tidak melanjutkan impianku untuk menjadi penulis. Aku terus memikirkannya hinggga saat ini, bertanya pada diriku bagaimana jika aku hanya tidak ingin orang-orang yang pernah menyakitiku tidak pernah bahagia? Atau aku memang gadis jahat yang tidak suka jika hidup seseorang bahagia tanpa aku?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Aera And Her World
Фанфикшн[ SELESAI ] Ini cerita tentang dunia milik Aera yang perlahan berubah mulai dari mengetahui bahwa teman dekat perempuan satu-satunya itu brengsek, Aera yang kesulitan merealisasikan minpinya, belum lagi yoongi sepupu pemalas yang ternyata punya bany...
