Setibanya Rafa di depan ruangan Vira ia segera mengetuk pintu, dan setelah mendengar kata 'masuk' Rafa pun masuk dan dipersilahkan duduk oleh Vira.
"Jadi kenapa anda meminta saya untuk menemui anda dr. Fani?"tanya Rafa formal, Membuat Vira terkekeh pelan.
"Tak usah formal bang, ini gue Vira" Ucap Vira terkekeh dan membuka masker yang ia kenakan, Rafa yang melihat itu pun kaget.
"Loh... Kamu kerja jadi dokter hon?" Tanya Rafa lagi yang masih bingung.
"Gitu deh pokoknya" Ucap Vira "oh ya gue cuman mau nanya di mansion ada maid baru ya" Lanjutnya.
"Ada."
"Namanya siapa?"
"Nindya putri. "
"Ok."
Setelahnya Vira mengetik nama tersebut di laptopnya. Oh... Jangan lupa jika Vira adalah Seorang ketua dari gengster Black Rose gengster tersadis no. 1 didunia, dalam hitungan detik Vira pun mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Nindya putri anak buah dari salah satu keluarga Petter, Nindya putri yang mempunyai nama asli Nindya Kiara Putri. Berumur 23 tahun, seorang jalang yang sering keluar masuk clup.. Bla... Bla.... Bla... " Vira membaca apa yang ia dapatkan. Dan beralih menatap Rafa yang sedang cengo melihat keahlian Vira.
"Kenapa bang?" Tanya Vira.
"Kamu hacker dek?" Rafa tidak menjawab melainkan balik bertanya pada Vira.
"Seperti abang liat" Jawab Vira seadanya toh memang benar jika dirinya seorang hacker.
Vira mengambil handphone nya lalu menghubungi seseorang yang tak lain anak buahnya.
"Bawa Nindya Kiara Putri kehadapan saya, dalam keadaan hidup dan jangan sampai dia terluka sedikit pun jika terluka sedikit saja kepala kalian yang menjadi gantinya" Ucap Vira datar +dingin.
"Ba.. Baik mis" Ucap BGnya terbata dan seperti biasa Vira mematikan telfonnya secara sepihak.
"Trus kamu nyuruh abang kesini buat apa?" Tanya Rafa yang sedari tadi memperhatikan gerak gerik sepupunya itu.
"Gk ngapa ngapain cuman mau bilang itu aja" Jawab Vira enteng.
"Ck, kalo gitu mending gua makan ae di kantin laper kan guanya" Gumam Rafa pelan, namun bukan Vira jika tak mendengar nya.
"Oh.. Gitu abang gk ikhlas nih kesini nya" Ketus Vira.
"Eh.. Ik.. Ikhlas kok abang ikhlas banget malah" Ucap Rafa gelagapan
"Hmm.. Yaudah nih obat buat oma"ujar Vira seraya memberikan 1 botol kecil berisi obat obattan dan tentu saja obat itu Vira sendiri yang merancangnya.
"Ok nanti abang kasih,kalo gitu abang pergi dulu ya bye"Rafa pun pergi setelah mencium puncak kepala Vira singkat.
Sedangkan Vira sendiri ia pergi ke tempat dimana orang yang sudah meracuni omanya disekap oleh anak buahnya yang sempat memberinya kabar, namun seperti ada sesuatu yang tertinggal Vira menghubungi para sahabatnya dan juga adiknya itu. Setelah memberikan kabar pada sahabat dan adiknya Vira kembali melanjutkan jalannya yang tertunda.
Vira pov
Setelah ngasih kabar ke sahabat and adik gua, gua pergi ke markas BR tempat si jal*ng di sekap sama anak buah gue. Dan disinilah gua di markas BR semua yang melihat gue menunduk hormat yang gua acuhkan karna sekarang ini gua udah emosi banget *eakkk...
"Dimana?" Tanya gua dingin ke orang yang tadi ngehubungin gua.
"Di ruang hitam miss" Jawabnya gemetar karna takut pastinya *pd amat lu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Nerd (End)
Teen FictionSelamat membaca! Gadis berusia 16 tahun dan sejak di umur 9 tahun sudah memulai karirnya, untuk dirinya diusia yang masih terbilang remaja sudah mempunyai perusahaan sejak berumur 10 tahun. Gadis yang di usir dari rumahnya karna kesalafahaman 10 tah...
