Halloo apakabar kalian readers? Baik nggak? Masih nungguin aku up nggak😂? Masih dong, wkwk. Aku up, baca loh ya. Sampe habis, jangan setengah setengah bacanya.
Ya udh langsung aja ya....
Happy Reading....
🤗🤗🤗🤗
... ..
Lucifer pun turun kebawah untuk ikut sarapan bersama dengan yang lainnya.
"Pagi semua," sapanya ceria.
"Pagi juga sayang!" balas sapa mereka yang berada di meja makan.
"Mau makan apa sayang?" tanya Aurel kepada Lucifer dengan senyumannya. Ya, setelah kejadian tadi malam Lia pun menjelaskan siapa Lucifer begitu pula dengan alter ego Vira yang lainnya. Lainnya? Ya lainnya Jack dan Angel.
Dan jangan lupakan juga dengan penampilan Vira setiap berangkat ke sekolah.
"Apa saja," jawab Lucifer cuek, karna masih kesal dengan mommy dan daddynya Vira.
Yang membuat Aurel menghela nafas pelan dan bersabar, kemudian tersenyum kembali.
"Jawab yang benar Luci," geram Vira tiba-tiba.
"Aku sudah menjawab dengan benar."
"Tadi kau cuek pada mommyku."
"Tap-
"Sudahlah Fier turuti saja kemauan Vira," sahut Angel tiba-tiba yang membuat Lucifer maupun Jack merinding.
Ya! Walaupun mereka (Lucifer dan Jack) di dalam satu tubuh yaitu tubuh Vira, namun yang mereka takuti adalah suara Angel.
Tak...
"Au..." ringis Lucifet karna keningnya yang sedikit nyeri karna di pukul dengan sendok oleh Lia, membuatnya menatap sang empu tajam. Namun yang di tatap hanga memasang wajah tak berdosanya.
"Kau..." geram Lucifer pada Lia.
"Ehehehe... Damai kak, damai," cengir Lia dengan jari yang berbentuk V.
"Ini sayang." suara Aurel pun terdengar menghentikan perdebatan diantara merema bedua.
"Terimakasih," ucap Lucifer dengan senyum sedikit terpaksa, namun mampu membuat hati Aurel menghangat.
.....
Sedang kan dilain sisi, tampak gadis berbaju putih sedang tersenyum. Mentap danau yang sangat indah dengan buku diary yang selalu ia bawa. Lalu dia pun memulai menulis diarynya.
Dare diary
Di pagi ini, aku kembali di danau tempat ku dan dia bertemu. Kau pasti tahu bukan, ini adalah tempat ku dan dia di pertemukan. Tempat dimana aku mengenal arti kehidupan dan hari ini. Tepat tanggal 12 Januari 2020 dia berulang tahun, hari yang sama dengan saat ku bertemu dengannya namun berbeda tahun. Bercerita, tertawa bersama-sama.
Andaikan dia berada disini, aku mungkin akan menghabiskan waktu seharian bersamanya. Namun, itu hanya andaian ku saja. Sekarang dia sudah bahagia bersama denga-Nya bukan? Ya, itu benar. Aku tahu itu, dia pergi didepan mataku dengan senyum juga mata indahnya.
Gadis itu berhenti sejenak, kemudian menghela nafas lemah. Kemudian menatap langit dan mulai menulis kembali.
Pagi ini, tepatnya jam 08.30 aku merindukan nya sangat sangat merindukan nya. Dan set
"Kakak," sebuah terikan berhasil menghentikan tangannya yang sedang menulis, lalu menatap anak kecil yang berada dibelakangnya dengan senyuman. Senyuman yang sangat indah.
"Ayo pulang," ajak anak kecil itu dengan senyuman, membuat sang kakak mengangguk.
"Mungkin sampai sini saja aku menuliskan tentang nya." Batin sang gadis, menutup buku diary dan memejamkan mata sebelum dia berdiri dari duduknya.
"Angin tolong sampaikan salam rinduku untuknya," batin sang gadis kembali berucap pada angin, berharap angin dapat mendengarkan kata hatinya dan menyampaikan kepada seseorang yang selalu dia rindukan.
Saat ini Vira mengemudikan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, ya beginilah dia jika sedang dalam kondisi tidak baik. Melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata, hingga di tikungan belum sempat mengerem dan tanpa disadari ada sebuah mobil truk besar yang juga melaju dengan cepat. Hingga, mobil yang Vira kemudikan menabrak truk itu dan...
BRAKK!
Mobil yang dikendarai Vira menabrak truk sehingga kecelakaan pun terjadi, banyak orang yang melihat itu dan mulai menghampiri mobil yang ditumpangi oleh Lucifer tanpa ada niatan sedikitpun untuk membantu.
Kondisi Vira, jangan tanyakan lagi. Kepalanya terantuk setir mobil dengan kepala yang mengeluarkan darah.
"VIRA," teriak Amel menatap Vira tampak tidak percaya, menutup mulutnya dengan butiran air mata yang keluar dari matanya.
"Ra, bangun Ra. Hei, sadar Ra. Lu lu kepana bisa gini?!" Amel manangis histeris ditempat, seorang ibu ibu mencoba menenangkan Amel yang sedang menangis dan seorang bapak bapak mencoba mengeluarkan Vira dari dalam mobilnya dan memasukannya kedalam ambulans yang sempat ditelfon oleh bapak bapak.
Saat Vira sudah dimasukkan, Amel segera menuju ambulan dan masuk kedalam. Dia tetap menangis, di dalam mobil ambulan.
Setelah 30 menit kemudian, mereka pun sampai di rumah sakit Fania'a hospitals. Banyak dokter dan suster yang berlarian kearah Vira dan ada juga yang berteriak saat melihat Vira, jangan lupakan jika Vira adalah pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja saat ini.
Sedangkan Amel, dia sedang mencoba menghubungi para sahabat Vira, tentusaja dengan Alvincs pula. Namun apa yang ia dapatkan? Hanya suara operator yang menjawab, sungguh dalam hati Amel berteriak kesal.
"Ikh, kemana sih nih mereka. Nggak tahu apa sekarang Vira masuk rumah sakit. Ck, gue nelpon siapa coba trus?!"
Amel trus mencoba menghubungi Naya ataupun yang lainnya, tapi yang dia dapatkan tetap saja hanya suara operator. Hingga satu nama yang dia dapatkan, teman Vira yang juga dekat dengannya. Dia...
Heiii, balik lagi sama aku. Author paling gaje, paling paling buntu otaknya. Nggak kerasa ya, udah 2020 aja:') padahalkan kemarin baru aja author nulis nih cerita. Huhuhu...
Btw, happy new year ya😆
Haduh, aku sendiri yang telat ke nya nih ngucapinnya. Wkwk, tapi sebagai gantinya. Aku bakal up nih cerita sampe end atau epilog. Wkwkwk, ini sih sebenarnya cuman mau ngerayain ultah aku aja.😆
Wkwk, yaudh, baca sampe habis ya. Btw, maaf kalo masih gaje:)
Tapi jangan lupa VotMen dong😆
12 Januari 2020.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Nerd (End)
Roman pour AdolescentsSelamat membaca! Gadis berusia 16 tahun dan sejak di umur 9 tahun sudah memulai karirnya, untuk dirinya diusia yang masih terbilang remaja sudah mempunyai perusahaan sejak berumur 10 tahun. Gadis yang di usir dari rumahnya karna kesalafahaman 10 tah...
