Hidup itu penuh lika-liku, yang berarti hidup ini tidak semulus seperti yang kita bayangkan. Senyum dan ekspresi wajah ku hanya untuk menutupi kesedihan dihidupku.
Kavira.R.G.
~•~•~
Vira dan yang lainnya sudah berada di jalan menuju ke panti KASIH BUNDA, ya mereka memilih pulang setelah makan dan sholat karna Vira yang mengajak mereka. Sesampainya mereka disana toa Lisa, Dira, Vera, Via, Lia, dan Daniel, menggema didalam panti itu.
"ASSALAMU'ALAIKUM SEMUA CECAN DATANG DENGAN SELAMAT TANPA GORESAN SEDIKIT PUN DARI LUAR SANA"
"HELLO EVERBODY ASSALAMU'ALAIKUM PARA PENGHUNI PANTI YUHU"
"ASSALAMU'ALAIKUM SEMUA VIVI DATANG NICH ADA YANG KANGEN NGGAK"
"ASSALAMU'ALAIKUM SEMUA VERA COME BACK NICH"
"YUHU ASSALAMU'ALAIKUM BUNDA ASIH, KAK AGUS, PARA ADIK-ADIKQ, PARA MOMQ, PARA DADQ, AUNTY AND UNCLEQ KITA DATANG YUHU RED CARPET NYA MANA NIH"
"HALLO EVERBODY ASSALAMU'ALAIKUM COGAN DATANG DENGAN TEMAN-TEMAN DAN JUGA KEMBARAN LUCKNUT MANA NIH GAK ADA YANG KANGEN NGGAK SAMA GUE"
Ya itulah teriakan dari mereka berenam, sedangkan yang lainnya hanya mengucapkannya tanpa teriak. Kak Agus? Iya kak Agus yang jadi guru di sekolah Vira ini anaknya bunda Asih
"Waalaikumsalam." Jawab semuanya
"Dateng juga kalian" Ucap Bianca
Tanpa babibu Vira memeluk bunda Asih. "Vira kangen bunda" Ucapnya serak
"Hahaha bunda juga kangen kamu" Ucap bunda Asih membalas pelukan Vira dan terkekeh.
"Iya tahu yang disini di lupain, aku mah apa atuh" Celetuk Agus dramatis
"Kamu ini iri aja Gus" Omel bunda Asih dan melepaskan pelukannya
"Nggk papa orang sama princess aku ini"
"Uch cini cini aku peluk" Dengan senang hati Agus memeluk Vira yang dibalas dengan hangat.
"Kacang ya kacang kita yang disini dilupain" Sindir Lisa
"Hahaha sini sini princess abang, abang kangen apa lagi sama little girl yang unyu ini" Ucap Agus memeluk Naya dkk serta Lia dan mencumi Vera, Via, dan Lia.
"Udah bang gak liat apa yang laki liatnya ke gitu" Sambar Dira membuat mereka terkekeh.
Mereka pun bermain dengan anak panti hingga telfon Vira mengganggu aktivitas mereka. yang tertera nama 'bang Gio' (yang nggak tahu baca part 10)
Via telpon☎
"Hallo"sapa seseorang disebrang sana yang tak lin adalah Gio
"Hm, to the poin"terdengar jelas helaan nafas kasar dari Gio
"Mereka udah tahu lokasi kamu, dan mereka mau ke panti yang kamu sekarang lagi main." Vira pun mengerti siapa yang dimaksud Gio
"Lalu?"
Nggak tepat banget sih. Batin Vira
"Kamu mau gimana abang kirim pasukkan?"
"No, gue atasin sendiri."
Tut tut
Vira memutuskan sambungan secara sepihak lalu mengajak para sahabat dan juga adiknya agak menjauh dari yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Fake Nerd (End)
JugendliteraturSelamat membaca! Gadis berusia 16 tahun dan sejak di umur 9 tahun sudah memulai karirnya, untuk dirinya diusia yang masih terbilang remaja sudah mempunyai perusahaan sejak berumur 10 tahun. Gadis yang di usir dari rumahnya karna kesalafahaman 10 tah...
