04

20.1K 2.9K 264
                                        

-New Version

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-New Version













“Ini dia Ssaem, aku mau yang ini.”  Ucapnya sambil memperlihatkan satu buah komik di tangannya.

Jungkook tersenyum hangat, lalu tangannya meraih surai Arion untuk diusapnya lembut “Yasudah, ayo kita bayar ke kasir.”

Jungkook meraih tangan mungil Arion, lalu beranjak dari sana menuju ke kasir untuk membayar komik tersebut.

Ya, mudah-mudahan saja uangnya cukup.








;

“Gila.”

Gadis itu berbalik menatap Taehyung angkuh
“Taehyung, please! Jangan permasalahkan usia kita. Aku tau umurku masih 19 tahun tapi keahlian ku dalam mengurus Arion dan,

Lalu wanita itu melangkah mendekat, berbisik seduktif tepat di telinga Taehyung.

Memuaskanmu di ranjang tidak bisa diragukan lagi Taehyung sayang!

Taehyung tersenyum remeh, sedikit mendorong bahu ringkih Jennie menjauh “Tapi sayangnya, aku tidak tertarik sedikitpun padamu. Maaf.”

“Jangan munafik Taehyung!” Jennie hampir berteriak ketika merasa harga dirinya dijatuhkan oleh Pria tampan didepannya ini.

“Ck, Kau bicara apa sebenarnya. Membuang waktuku saja.”

Lalu setelah mengucapkan kalimat itu, Taehyung beranjak dari sana meninggalkan Jennie sendirian dengan wajah yang memerah menahan emosi serta malu karena merasa harga dirinya sebagai seorang wanita telah dijatuhkan.

Ya memang, Taehyung memang tidak tertarik sedikitpun dengan gadis itu, ia hanya menghargai Jennie sebagai anak dari rekan bisnisnya saja tidak lebih.

Selain itu usia mereka juga tergolong sangat jauh, lebih cocok sebagai Adik dan Kakak saja.

Biar ku jelaskan siapa itu Jennie, Namanya Kim Jennie. seorang mahasiswi di salah satu Universitas di Seoul. Dia adalah wanita yang sangat cantik, populer dan kaya raya tentunya.

Suatu hari ayahnya Jennie, Kim Jaehwan, seorang pengusaha ternama melakukan kerja sama dengan perusahaan milik Kim Taehyung.

Saat itu diadakan sebuah pertemuan kecil di kediaman Kim Jaehwan yang mengharuskan Taehyung harus datang dan ikut bergabung dalam acara tersebut untuk membahas mengenai kerja sama dan tanda tangan kontrak.

Saat itulah Jennie mulai terpesona akan rekan bisnis ayahnya itu, ada rasa ingin memiliki di hati Jennie dan ia sadar bahwa dirinya telah jatuh cinta pada pria ini.

Apalagi saat mengetahui fakta bahwa Kim Taehyung adalah seorang duda sukses yang memiliki satu orang putra, disanalah rasa ambisius Jennie membuncah untuk memiliki hati seorang Kim Taehyung ini.

Bagaimanapun caranya!







;

Entah kenapa sedikit demi sedikit sikap dingin Arion menguap begitu saja entah kemana, semenjak di belikan komik oleh Jungkook tadi, kini Arion lebih banyak sedikit bicara. Apakah dia kesenengan habis dibelikan komik?

Tapi nyatanya bukan itu penyebabnya, Arion hanya merasa nyaman saja dengan guru satu ini, guru yang belum genap 1 hari ia kenal ini begitu perhatian.

Dia adalah sosok guru yang baik, pengertian dan penyayang. Jangan lupakan sikap lembutnya dalam memperlakukan murid-muridnya, itu membuat Arion sedikit terkesima. Ehe.

“Ssaem, sekali lagi makasih ya.” Ucap bocah itu yang kini tengah asik memandangi komik barunya.

“Iya, sama-sama sayang.”

Senyuman manis menghangatkan milik guru ini seolah tidak pernah luntur dari wajah cantiknya, walau Jujur perut Jungkook kini  rasanya sudah memanas dan bergemuruh minta diisi.

Selang beberapa menit, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan Jungkook dan Arion yang tengah asik duduk di bangku depan sekolah.

Ternyata itu Taehyung, ayah Arion. Pria tampan itu langsung keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri mereka berdua yang kini sudah berdiri berdampingan.

“Arion maafkan Ayah, Ayah ter—”

“Berikan ponselku.” Potong Arion cepat yang memang tidak ingin mendengar alasan ayahnya yang tergolong klise itu.

“Ponsel? Ponselmu ada di mobil sayang, gunakan ponsel Ayah saja.” Lalu menyerahkan ponselnya kepada Arion yang diterima cepat oleh sang empu.

“Ssaem, boleh aku minta id line mu? Ketik disini.”

Taehyung dan Jungkook melongo, buat apa Arion meminta id line Jungkook?  Ini terlihat seperti seorang pria dewasa yang tengah meminta nomor ponsel  gebetannya. Asik!

Sekilas Jungkook menatap Taehyung seolah meminta ijin untuk mengetikkan id linenya di ponsel milik duda tampan itu, lalu Taehyung mengangguk mantap sebagai jawaban. Dengan itu Jungkook meraih ponsel yang berada di tangan Arion dan mengetikkan id linenya disana.

“Sudah, kalau boleh tau untuk apa meminta id ssaem hm?” Tanya jungkook sambil menyerahkan kembali ponsel milik Taehyung kepada Arion.

“Aku hanya ingin mengobrol mungkin? dengan ssaem nanti malam. Yasudah selamat siang dan terima kasih atas semuanya  Ssaem.”

Ucap Polos Arion dengan senyuman tipis menghiasi wajah dinginnya itu, lalu meningalkan Jungkook yang tersenyum lembut dan Taehyung yang masih melongo atas tingkah Arion.

Sungguh ini adalah momen langka bagi Taehyung, apa tadi benar benar Arion, putranya?

“Ada-ada saja anak itu.” Ucap Taehyung sembari terkekeh ringan.

“Sebaiknya anda segera menyusul Arion tuan, sebelum dia marah karena kau terlambat dua jam menjemputnya.” Saran Jungkook yang masih setia berdiri didepan pria Kim itu.

“Baiklah, terima kasih banyak sudah mau menemani putraku dan membuatnya bahagia seperti tadi. Jujur, saya senang sekali.” Ucap Taehyung bahagia.

“Itu sudah tugasku sebagai seorang guru tuan Kim.”









































-TBC

Absen dulu yang readers baru. Ehe.

Baby Breath│Kth.JjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang