Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-New Version
“Apa kata dokter?” tanya Hanbin tepat ketika seorang wanita keluar dari sebuah ruangan.
“Dokter bilang, ada cedera yang serius pada otaknya.” jawab Anez, nama wanita itu.
“Hah? Kau serius, separah itu?”
Hanbin tentu kaget, pasalnya ketika dirinya mengecek CCTV di mansion tempat kejadian, ia hanya melihat Jungkook dan seorang anak kecil yang bisa ia tebak masih berumur tujuh tahunan. Apa benar bocah itu yang melakukannya? Hanbin masih ragu akan hal itu.
Di lain sisi Anez sangat khawatir, memikirkan jikalau tuannya itu nanti sadar, maka bisa ditebak apa yang akan terjadi pada dirinya dan kawan lainnya.
“Bagaimana dengan Jongin?” Anez bertanya pada Hanbin.
“Polisi tengah menangani kasusnya, dan kita tidak perlu khawatir soal kita yang ikut terlibat dalam kasus ini.” jeda,
“Karena Jongin sudah berjanji akan merahasiakannya.” lanjutnya lagi.
“Lalu bagaimana dengan gadis— ah maksudku pemuda itu, bagaimana jika dia yang memberitahunya?” ujar wanita itu sedikit khawatir.
“Itu tidak akan terjadi, tenang saja.” Final Hanbin.
;
“Kau pulanglah Jim kasian putramu, anak kecil tidak baik berlama-lama Di Rumah Sakit.” Ujar Taehyung pada sahabatnya itu, karena dilihat Yoonji yang berada pada pelukan ibunya sudah terkantuk- kantuk.
“Bagaimana denganmu?”
Taehyung menoleh ke arah pria yang duduk dengan raut khawatir disana, serta bibir tipisnya yang tidak henti- hentinya merapalkan doa yang ia yakini ditujukan untuk putranya, Arion. “Ada Jungkook disini.”
Jimin ikut menatap Jungkook, matanya tampak gelisah dan terus menatap pintu ruang rawat Arion “Dia terlihat sangat khawatir.” Bisik Jimin.
“Ya aku tau itu, dia sangat menyayangi Arion.” Balas Taehyung sedikit terkekeh, dan tiba- tiba saja wajahnya memanas.
Jarak mereka dengan Jungkook cukup jauh, jadi tidak perlu khawatir jika pria manis itu tau bahwa dua dominan itu sedang membicarakannya.
“Baiklah aku pulang, jika terjadi sesuatu tinggal hubungi aku saja.” Jimin menepuk pundak Taehyung sekilas, lalu beralih memanggil sang istri yang duduk berdekatan dengan Jungkook.
“Sayang.”
Yoongi berdiri untuk menghampiri Jimin, tidak lupa dengan Yoonji yang sudah tertidur dalam gendongannya.
“Kenapa?”
“Kita pulang sekarang, kasian Yoonji besok harus sekolah.” Balas Jimin sambil tangannya meraih Yoonji untuk ia gendong.
“Tapi—”
“Jungkook bersamaku, jadi tidak perlu khawatir hyung.” Potong Taehyung, berusaha meyakinkan jika dirinya akan baik- baik saja dengan Jungkook.
Yoongi menghela nafasnya pelan, walaupun ia terlihat garang di mata orang tapi jika dalam situasi seperti ini, dirinya adalah orang yang akan merasa paling iba.
“Baiklah, tapi ingat Taehyung jika ada sesuatu terjadi, jangan sungkan untuk minta tolong pada kami.” Ucap Yoongi dan dibalas anggukan oleh Taehyung.
“Kalau begitu kami pulang dulu, oh ya Jungkook.”
Merasa namanya dipanggil, Jungkook langsung berdiri lalu menghampiri tiga orang yang jaraknya beberapa meter dengannya.
“Kami akan pulang, tidak apa-apa jika kau menemani Taehyung disini?” Tanya Yoongi sedikit canggung, karena tempo hari dirinya pernah mengatakan bahwa Jungkook merupakan guru yang tidak becus. Masih ingat?
“Tentu, saya akan disini menjaga Arion.” Balas Jungkook seadanya.
“Okey, kalau begitu kami pulang dulu.”
Setelahnya Jimin dan Yoongi beranjak dari sana, meninggalkan dua pria lainnya dengan suasana yang begitu awkward; Jungkook, yang merasa bersalah karena telah membuat Arion dirawat, ya walaupun dokter bilang tadi jika Arion sudah bisa melewati masa kritisnya dengan cepat. Sedangkan Taehyung, yang tidak tau harus merespon bagaimana atas semua kejadian ini.
Jungkook kembali duduk, sedangkan Taehyung lebih memilih untuk berdiri saja. Mereka berdua tidak ada tanda- tanda akan memulai percakapan, sama-sama diam layaknya orang bisu.
Dalam hati mereka mengucap syukur atas semuanya, Arion telah berhasil melewati masa kritisnya dengan waktu singkat dan besok dirinya juga sudah bisa dijenguk, sungguh itu saja sudah membuat Taehyung dan Jungkook merasa lega.
“Ekhem.” Taehyung berdehem sekilas, “Jungkook?”
Jungkook mendongakkan kepalanya sekedar melihat pria yang kini berdiri di sampingnya. “Iya Tuan?”
“Kau ingin istirahat?”
Jungkook menggeleng lemah, mata jernihnya terlihat sayu serta badannya yang bergerak gelisah. Kedua jemarinya saling bertautan satu sama lain, menandakan jika pria manis itu tengah kedinginan.
“Kau kedinginan?” Tanya Taehyung dan kali ini dijawab dengan anggukan oleh Jungkook.
Tanpa berpikir panjang, Taehyung langsung saja membuka jaket yang ia kenakan. Menyisakan dalaman yang hanya berupa kaos hitam merek celine.
“Gunakan ini agar sedikit lebih hangat.”
Jungkook kaget, ketika Taehyung yang tiba- tiba saja menyampirkan sebuah jaket pada dirinya, sedikit memajukan badannya ketika ingin memposisikan jaketnya agar pas di tubuh mungil Jungkook.
Jungkook menahan nafasnya ketika posisi mereka sekarang sangat dekat dan saling berhadapan. Ia bisa merasakan betapa jantannya seorang Kim Taehyung hanya dengan memasangkan jaket untuknya.
Sedangkan Taehyung, ia total salah fokus pada dada milik Jungkook. Kemeja putih yang digunakan pria manis itu sedikit transparan, memperlihatkan tubuh mulus seorang Jeon Jungkook beserta dua tonjolan berwarna pink yang sukses membuat Taehyung turn on.
Taehyung ini bukan saatnya untuk memikirkan hal begituan, astaga!
“Sudah.” Taehyung kembali berdiri ketika aksi memakaikan jaket yang lumayan menguji kesabaran itu selesai,
“Terimakasi.” Ucap Jungkook.
“Tidak masalah. Oh ya Jungkook, tidak apa- apa jika aku tinggal ke toilet sebentar?”
“Tentu tidak tuan, pergilah.”
Setelah mendapat ijin dari Jungkook, Taehyung pun melangkahkan kakinya menuju ke arah toilet rumah sakit dengan sedikit tergesa.
Diam- diam Jungkook tersenyum akan tingkah serta cara Taehyung memperlakukan dirinya, Jungkook merasa sangat beruntung bisa kenal dengan Taehyung. Sosok pria yang memiliki beribu kesabaran, serta paras yang rupawan dengan finansial yang tergolong sangat mapan.
Diperlakukan baik olehnya merupakan suatu keberuntungan bagi Jungkook. Jika diperbolehkan, sebenarnya ia ingin sekali selalu bersama dengan Pria itu.
Tapi Jungkook cukup sadar diri kok, pria biasa sepertinya mana mungkin bisa bersanding dengan Kim Taehyung, pria dengan segala kesempurnaan yang ada pada dirinya. Dahlah males.
-TBC
NOTE; Jadi ini adalah versi barunya ya teman² Tidak ada lagi sedih²nya karena aku gajago bikin sad Jadi jangan lupa votement!