08

19.5K 2.6K 186
                                        

[Don't forget to vote and coment! ]

[Don't forget to vote and coment! ]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-New Version





















“Bagaimana rasanya hm?”

“Ini sangat lezat Ssaem, ini Ssaem yang buat sendiri?” Tanya bocah itu dengan mulutnya yang penuh akan cookies milik Jungkook.

“Iya, ini Ssaem yang buat sendiri.” Jawab Jungkook sambil mengelap bibir Yoonji yang belepotan akan cookies buatannya.

Sedangkan Arion kini tengah duduk sambil memperhatikan interkasi Jungkook dan Yoonji dengan ekspresi yang sangat sulit diartikan, matanya memerah seperti sedang menahan amarah serta kedua tangan mungilnya yang mengepal erat di setiap sisi tubuhnya.

Jungkook tidak sadar akan ekspresi Arion, dia masih saja sibuk dengan Yoonji. Bukannya Jungkook melupakan Arion tapi sejak tadi Jungkook sudah menawarkannya untuk Arion tetapi tetap saja anak itu menolaknya dengan alasan sudah tidak berselera.

“Arion, kau benar tidak ingin mencobanya?” Tanya Jungkook sekali lagi.

“Tidak, berikan saja semua pada Yoonji. Bila perlu sekalian masukkan toples kacanya ke dalam mulut cerewet Yoonji.” Balas Arion enteng, setelah itu pergi meninggalkan ruangan Jungkook tanpa mengucapkan kata permisi.

“Ada apa dengan anak itu, kenapa moodnya gampang sekali berubah?” Batin Jungkook sambil menatap muridnya yang mulai menghilang dari balik pintu.

“Ssaem?”

“Iya Yoonji, kenapa?”

“Ssaem tidak akan benar memasukkan toplesnya ke dalam mulutku kan?” Ucap Yoonji polos membuat Jungkook terkekeh pelan lalu mencubit pipi gembul Yoonji.

“Tentu saja tidak sayang, sekarang masuklah ke dalam kelas. Bawa saja semua  cookies nya, dan berikan juga kepada teman-teman yang lain.”

“Baiklah Ssaem,  aku masuk ke kelas dulu. bye Ssaem.”

Setelah Yoonji keluar dari ruangannya, Jungkook juga bersiap untuk keluar dari sana. Ia berniat akan memulai kelasnya pagi ini.

Saat Jungkook berjalan di Koridor sekolah, seorang bocah berlari menghampirinya dengan nafas yang masih terengah akibat berlari.

“Hey, kenapa kau berlari seperti itu Nara?”

“Ssaem itu, itu.” Ucap bocah tersebut dengan nafas yang masih terengah, serta tangan mungilnya yang menunjuk ke arah ruangan kelasnya.

“Tarik nafas dulu Nara, lalu ceritakan apa yang terjadi.” Jungkook berucap lembut, memberikan intruksi kepada muridnya agar bisa tenang dulu lalu kemudian bercerita apa yang sebenernya terjadi.

“Ssaem Arion.”

“Arion? Apa yang terjadi dengannya?” Tanya Jungkook dengan nada yang mulai terlihat panik.

Baby Breath│Kth.JjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang