09

18.9K 2.6K 121
                                        

[Votement jangan lupa sayang 💕]

[Votement jangan lupa sayang 💕]

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

-New Version















Aku tidak salah!”

Arion berkata dengan penuh penekanan kepada sang kepala sekolah, berkali kali mengatakan bahwa dirinya tidaklah bersalah.

“Baiklah, kalau begitu bisa beri saya alasan—”

Sudah kubilang, dia mengambil milikku!”

Kepala sekolah semakin dibuat bingung oleh ucapan Arion, apa sebenarnya maksud dari perkataannya.

“Apa yang Yoonji ambil—”

“Tanya saja pada anak itu langsung Pak.”

Lagi-lagi ucapan Kepala sekolah dipotong begitu saja, tanpa memberi tahu hal apa yang telah direbut Yoonji darinya.

Dia akui anak ini memang sangat keras dan pemberani, pasalnya dari sekian warga sekolah hanya Arion yang berani berbicara lantang padanya dan entah kenapa ia juga sedikit merinding dengan bocah ini.

“Sebaiknya aku tunggu saja orang tuanya” Batinnya nelangsa.

“Bagaimana? Tuan Kim sudah dihubungi?” Tanya sang kepala sekolah kepada Guru BK yang ikut serta menangani Arion.

“Sudah Pak, dia bilang sebentar lagi akan menuju kemari.” Jawab sang guru sopan.

Lalu mereka berdua memutuskan untuk menunggu orang tua Arion saja untuk merundingkan sanksi apa yang sekiranya pantas untuk tindakan yang sudah dilakukan Arion.

Ngomong- ngomong bagaimana dengan Yoonji? Tentunya bocah mungil itu langsung saja dilarikan ke rumah sakit, karena goresan luka akibat penggaris pada dahinya lumayan parah.

Saat ini Yoonji ditemani oleh Jungkook selaku guru pembimbing kelas dua, dirinya juga harus bertanggung jawab atas semua yang sudah terjadi serta menjelaskan sekaligus meminta maaf kepada kedua orang tua muridnya atas kejadian yang menimpa terhadap anak- anak mereka.

Pintu ruangan terbuka tiba-tiba, menampilkan Taehyung dengan ekspresi yang sulit diartikan serta raut wajahnya yang terlihat luar biasa panik berdiri disana.

Dengan itu tanpa mengatakan permisi Taehyung langsung saja masuk ke ruangan tersebut, melihat disana putranya yang tengah berdiri dihadapan dua orang dewasa seakan tengah di intrograsi.

“Tuang Kim?”

“Apa yang terjadi dengan putra saya?” Ucap Taehyung buru-buru, lalu pandangannya beralih ke sang anak yang tengah menatapnya tajam.

Matanya memerah, terlihat genangan air di kedua pelupuk mata bulatnya. serta tangan mungilnya yang mengepal di setiap sisi tubuhnya.

Putranya menangis?

Baby Breath│Kth.JjkCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang