Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
-New Version
Hallo gess ('༎ຶ ͜ʖ ༎ຶ ')♡
“Sayang, bangun nak.” Taehyung berucap dengan lembut sambil mencium puncak rambut putranya yang masih asik bergelung dengan bantal dan selimutnya.
“Arion, ayo bangun sayang. Kau harus Ke Sekolah.” Ucapnya lagi, kali ini dengan menyibak rambut sang anak yang menutupi jidatnya lalu menciumnya kembali.
“Ayah, berhenti menciumi ku. Aku bukan anak gadis.” Celetuk Arion tiba-tiba, tentu saja Taehyung kaget dengan tingkah anaknya barusan yang tiba-tiba membuka matanya lebar lalu berucap seperti tadi, astaga itu menyeramkan!
Taehyung menampilkan cengiran kotaknya guna menutupi rasa terkejutnya di depan Arion “Maafkan Ayah, yasudah sekarang cepat mandi dan bersiaplah. Setelah itu kita sarapan bersama, okey?”
“Baiklah.”
Dan untuk kesekian kalinya Taehyung merasa sangat bahagia atas perubahan sikap Putranya. Padahal baru kemarin ia membujuk agar Arion mau pergi Ke Sekolah, sampai-sampai ia harus berjanji akan membelikan dua buah pasang sepatu sepak bola untuknya.
Tapi sekarang lihatlah, hanya dengan satu kali suruhan ia sudah langsung bergegas ke kamar mandi.
Lagi-lagi Taehyung bertanya dalam hati, apa ini karena guru itu?
;
“Yoonji pulang nanti kamu dijemput oleh paman choi ya, soalnya siang nanti Daddy ada meeting di kantor. Tidak apa-apa kan sayang?” Ucap Jimin kepada sang anak yang masih asik menyantap sarapannya.
“Baiklah, tapi daddy harus janji. Pulang nanti belikan aku 2 boneka teddy untukku.”
“Berani kau membelikannya Jim aku pastikan boneka itu akan aku bakar sebelum Yoonji menyentuhnya.” Potong Yoongi sadis, lalu matanya menatap tajam sang Anak
“Dan kau, jangan meminta dibelikan yang aneh-aneh. Kau bukan anak gadis! Beli sesuatu yang lebih berguna dan bermanfaat, faham?”
Dan Yoonji hanya bisa mengangguk lemah sebagai Jawaban sedangkan Jimin hanya bisa diam, karena jika Istrinya sudah berkata maka hal itu adalah perintah yang mutlak dan harus dilaksanakan. Tentunya yang masih dalam batas wajar.
“Kenapa malah diam? Cepat habiskan makanan kalian!”
“Baik mom.” Jawab Jimin dan Yoonji serempak.
;
“Ayah bisakah laju mobilnya dipercepat?”
“Hah? Dipercepat?” Beo Taehyung.
“Iya dipercepat, nanti aku terlambat.” Ucap Arion bohong walau sebenarnya dalam hatinya “aku tidak sabar ingin bertemu Kookie Ssaem.”
Taehyung merasa sedikit aneh, padahal inikan masih pagi. Tidak mungkin sekolah mulai pagi-pagi begini, tapi yasudah lah karena tidak mau mengecewakan sang anak akhirnya Taehyung menuruti saja keinginan Putra tampannya ini.
“Baiklah.” Dengan itu Taehyung pun mempercepat laju mobilnya, membelah jalanan Seoul yang masih jauh dari kata ramai karena memang ini hari masih sangat pagi.
Setelah 10 menit melakukan perjalanan akhirnya mobil Taehyung sampai di depan gerbang sekolah putranya. Belum banyak siswa yang datang, hanya beberapa saja yang berlalu lalang serta petugas kebersihan yang sedang melaksanakan tugasnya.
Arion membuka pintu penumpang, lalu turun dari mobilnya diikuti oleh Taehyung yang menyusul dibelakang sang anak.
Baru saja Taehyung ingin mengulurkan tangannya berharap disalami dan dicium oleh putranya tapi Arion terlebih dahulu bicara “Ayah aku masuk dulu, bye.” Dan langsung berlari memasuki area sekolah mengabaikan Taehyung yang masih berdiri dengan tangan yang masih terulur.
“Astaga, apa yang membuat anak itu begitu bersemanga.” Monolog Taehyung miris.
;
“Arion, apa yang kau lakukan disini.” Ujar Yoonji ketika melihat Arion yang duduk di depan ruangan Jungkook.
“Duduk.”
“Iya aku tau kau sedang duduk, tapi kenapa duduk disini?” tanya bocah berkulit pucat itu lagi.
“Aku menunggu Kookie Ssaem.” Balas Arion malas, pasalnya temannya satu ini sangat cerewet dan dia tidak suka dengan orang yang banyak bicara seperti Yoonji.
“Untuk apa menunggunya? Apa kau tidak mau masuk ke dalam kelas, setidaknya taruh dulu tas mu itu!”
“Tidak, aku akan masuk bersama Ssaem aja.” Tolak Arion.
Yoonji memutar bola matanya jengah “Aduh Arion, memangnya kenapa harus menunggu Ssaem?”
Okey sepertinya Yoonji sudah mulai geram dengan tingkah aneh Arion, Baru saja Arion ingin membalas tiba -tiba sebuah suara menginterupsi mereka.
“Selamat pag.i”
“Kookie Ssaem?” Ucap Arion dan Yoonji bersamaan.
“Apa yang kalian lakukan disini hm?” Tanya Jungkook kepada dua muridnya itu dengan nada yang lembut seperti biasa.
Arion bangkit dari duduknya lalu menghampiri Jungkook yang tidak jauh darinya “Ssaem, —”
“Arion bilang dia menunggu Kookie Ssaem disini.” Celetuk Yoonji yang mendapat tatapan tajam langsung dari Arion.
“Kenapa menatapku seperti itu, memang benar kan kau bilang lagi menunggu Kookie Ssaem?”
Jungkook tersenyum sambil menggeleng melihat tingkah kedua muridnya itu, sangat menggemaskan pikir Jungkook.
Lantas ia menyamakan posisinya dengan kedua muridnya dan tangan mungilnya menangkup pipi chubby milik Arion. “Kau menunggu Ssaem karena cookies yang Ssaem janjikan kemarin?”
Astaga bukan itu tujuan Arion menunggu disini, bukan karena Cookies manis menjijikan itu. Tapi entah kenapa dia hanya ingin bertemu saja dengan Jungkook selaku guru pembingbingnya , apa Arion salah?