Aku tidak bisa menerjemahkan senyummu. Tafsir di kepalaku hanya tentang harapan selepas kesunyian, atau mungkin senyum yang mengulum kesantunan. Sial, aku tertipu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sebuah Penyesalan
RomantiekAkulah Si pecundang itu, yang melukaimu begitu tega.
