Banyak perubahan yang ada pada diri Kevin semenjak kepulangannya dari jepang beberapa hari yang lalu. Ia menjadi sering pergi tidak jelas,keluar malam dan bahkan ia seolah tidak peduli terhadap Wika.
Dan hal itu membuat Wika bingung,apa yang terjadi dengan kevin hingga membuat Kevin seperti ini. Ia memiliki firasat yang tidak baik tentang perubahan kevin.
Seperti saat ini Kevin hendak keluar rumah dengan pakaian rapi, padahal ini sudah larut malam yang seharusnya ia dirumah dan menemani Wika yang sedang hamil tua.
"Kamu mau kemana?"cegah Wika saat Kevin berjalan kearah pintu
"Keluar"jawab singkat Kevin
" Apa ada urusan yang penting banget sampai kamu harus keluar malam-malam gini?"
"Iya"
"Kalo aku boleh tau apa sih urusan kamu? Kok aku perhatiin akhir-akhir ini kamu sering banget keluar. Apa urusan kamu lebih penting ketimbang aku?"
"Udah malam kamu harus tidur" ucap Kevin mengalihkan pembicaraan
Wika hanya menghela nafasnya ia sering mendapatkan perlakuan seperti ini dari Kevin akhir-akhir ini. Ia lelah ia ingin tau alasan Kevin berubah
"Vin, kayaknya kita perlu bicara"
"Besok aja,aku ada urusan"
"Tapi ini penting"
"Iya besok aja kita bicarakan"
"Tapi aku maunya sekarang" ucap Wika menegaskan
"Aku bilang besok ya besok! Bisa denger nggak?!" Bentak Kevin
Wika kaget karena bentakan kevin,ia tak percaya bahwa Kevin tega membentaknya padahal Kevin sudah berjanji tidak akan pernah membentaknya. Jujur Wika sangat kecewa dengan kevin,ia menangis dan lari ke kamar tanpa melihat kearah kevin.
"Kenapa kamu berubah Vin? kamu bukan Kevin yang dulu aku kenal. Kamu berubah" ucap Wika sambil menangis
Saat Wika menangis tiba-tiba saja bayi yang ada diperutnya menendang dan bergerak mengakibatkan rasa sakit diperutnya.
"Aduh... Iya sayang mama nggak akan nangis lagi" ucap Wika sambil mengelap air matanya
Bahkan bayinya yang belum lahir saja tak ingin ia menangis,akan tetapi kenapa dengan Kevin yang selalu membuatnya menangis akhir-akhir ini.
"Sayang mama akan kuat demi kamu,kamu kekuatan mama. Mama yakin papa akan kembali,mungkin papa kayak gitu sama mama karna papa lagi ada masalah. Kamu jangan marah sama papa ya sayang" ucap Wika sambil mengelus perutnya
Kevin mengusap wajahnya dengan kasar,ia merasa frustasi saat melihat Wika pergi ke kamar menangis, sebenarnya ia ingin mengejar dan memeluk Wika guna menenangkan wika akan tetapi untuk saat ini ia tidak bisa melakukan hal itu. Ia memilih untuk keluar dari apartemennya.
Wika terbangun dengan mata sembab ia melirik jam yang ada di kamarnya pukul 6,ia beranjak ke kamar mandi dan membersihkan dirinya. Ia melihat dirinya dipantulan cermin yang ada di kamarnya,ia melihat dirinya yang mengenaskan ia hanya bisa menghela nafas ia tidak ingin terlalu memikirkan masalahnya dengan Kevin untuk saat ini karena ia takut terjadi sesuatu pada janinnya.
Ia keluar dari kamarnya,ia melihat sekeliling untuk mencari keberadaan Kevin. Ia melihat Kevin tertidur di sofa ruang tv.
Wika berjalan kembali ke kamar untuk mengambilkan selimut untuk Kevin, setelah meletakkan selimut tersebut ditubuh Kevin ia duduk dihadapan Kevin ia melihat wajah Kevin yang damai saat tertidur."Aku rindu kamu Vin" ucap Wika meneteskan air matanya
Wika beranjak dari posisinya karna ia takut membangunkan Kevin yang sedang tertidur. Ia memilih untuk pergi ke dapur membuat sarapan.
Saat ini Kevin dan wika sedang memakan sarapan mereka dengan tenang,tak ada obrolan dan candaan seperti hari-hari biasanya yang mereka lewati. Entahlah,mereka hanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.
"Mmm.. Vin"
Kevin menoleh kearah wika tanpa niat menjawab
"Hari ini kamu liburkan? Aku mau ajak kamu untuk ngecek kehamilan aku" ucap Wika canggung
Setelah kejadian tadi malam mereka merasa jauh.
"Aku sibuk,kamu minta temani Nisa atau Puri aja" ucap Kevin kembali fokus ke makanannya
"Bukannya hari ini kamu libur? Kamu mau kemana?"
"Bukan urusan kamu"
Bagaikan disambar petir hati Wika terasa sangat sakit dengan jawaban yang Kevin berikan. Akan tetapi saat ini Wika tidak ingin berdebat dengan Kevin ia memilih mengakhiri sarapannya dan beranjak pergi ke kamarnya.
Wika memilih untuk pergi mengecek kehamilannya sendiri. Ia pergi menggunakan taksi yang sudah ia pesan melalui salah satu aplikasi online. Sesampainya di rumah sakit ia bertemu dengan Aditya yang sedang berdiri di meja resepsionis rumah sakit.wika berniat untuk menjaili kakak kesayangan itu.
"Permisi dok, saya mau bertanya ruangan dokter Aditya yang mana ya dok? soalnya saya mau minta tanggung jawab"
Karna merasa namanya disebut Adit langsung menoleh kebelakang,saat ia menoleh ia melihat Wika yang tersenyum dengan ceria kepadanya.
"Astaga kamu ya" Aditya langsung memeluk Wika dengan sayang.
"Aku kangen kakak" ucap Wika sambil membalas pelukan Aditya.
Aditya melihat kesekeliling karna tersadar sesuatu. Ia tak melihat keberadaan Kevin yang biasanya tidak bisa lepas dari Wika saat mereka sedang bersama dimana pun itu, ibarat sebuah amplop dan perangko nya.
"Kamu kesini sama siapa?"
"Sendiri kak,tadi aku naik taksi"
"Loh kamu kok sendiri Kevin mana?"
"Dia lagi ada urusan penting kak"
"Sepenting apa sih sampai biarin kamu pergi sendiri kayak gini dalam keadaan kamu hamil besar. Astaga,biar kakak bicara sama dia nanti"
Aku pun nggak tau kak,ntah apa yang terjadi dengan Kevin sampai dia berubah kayak gini- batin wika
"Mungkin urusannya penting banget kak, udahlah lagian akunya juga bisa kok pergi sendiri" ucap Wika sambil tersenyum
"Apanya yang nggak apa-apa kalo tadi saat kamu pergi tiba-tiba terjadi sesuatu sama kamu gimana?"
"Yaudahlah kak,yang penting sekarang akunya juga nggak apa-apa kan? Nggak terjadi sesuatu kan?Aku selamat sampai tujuan. Aku bisa mandiri kak,aku kan Wika adiknya Aditya Surya Pratama" ucap wika sambil tersenyum
"Dasar kamu ya,lain kali kalo mau pergi kalo Kevin nggak bisa nganter telpon kakak aja ya biar kakak yang antar"ucap Aditya sambil mengelus rambut adik kesayangannya
"Siap pak dokter" ucap Wika hormat kearah Adit
"Yaudah yuk kakak antar ke ruangannya angnes"
Wika mengangguk
"Hati-hati jalannya" ucap Adit sambil menuntun wika keruangan angnes
Tbc

KAMU SEDANG MEMBACA
Dijodohin -Kevin Sanjaya
RomanceBagaimana hidup lo yang mesti hidup satu atap sama manusia setengah setan karena ketengilannya. Menjadi seorang pemenang emang udah bawaan gue dari lahir ~ Kevin sanjaya Manusia sombong ~ Wika fitriani