alasan?

623 20 0
                                        

Jika hati yang memilih kenapa harus butuh alasan - Rafael Pradipta

malam ini Rissa kembali pada kebiasaan malamnya.

Sudah setengah jam Rissa menunggu ketiga sahabatnya itu yang belum juga sampai. Gadis itu mendengus menatap ponselnya membalas grup chat yang beranggotakan dirinya dan ketiga sahabatnya itu.

Rissaagnesia: kalian dmna.

Niaarnetha: udah dekat tunggu aja.

Gitasagita: tunggu yah zheyeng nya aku.

Bianca Rara: najis.

Rissa memutar bola matanya dengan sikap sahabatnya. Suara klakson mobil membuyarkan lamunan Rissa membuat gadis itu berjalan dengan tatapan malasnya yang di balas cengiran dari teman-teman nya.

Suasana club semakin ramai pasalnya malam ini adalah malam Minggu, bau alkohol sudah tercium di seluruh gedung ini, semakin malam semakin ramai oleh pengunjung.

Rissa and the geng berjalan menuju tempat biasa mereka. Keempat gadis itu duduk di temani minuman yang akan sangat memabukan. Benar-benar gadis nakal.

Jam sudah menunjukkan pukul 03.00 tetapi suasana club semakin ramai tidak ada tanda-tanda untuk menjadi tempat sepi. Kedua teman Rissa sudah tidak sadarkan diri.

Rissa tertawa membuat Rara mengerutkan dahinya menatap sahabatnya ini dengan aneh.

"Lo kenapa. Tanya Rara dengan satu alis terangkat.

"Gakpapa. Ucap Rissa serak.

Di tempat lain seorang lelaki dengan badan tegapnya sedang menatap sendu seorang gadis yang tengah duduk dengan ketakutan yang besar seolah dirinya adalah sosok monster yang paling di takuti oleh semuanya.

Gadis berambut panjang bergelombang yang kini terlihat lusuh menatap takut pada orang yang menatapnya.

Lelaki itu tersenyum miris menatap gadis itu seperti ini. Mata yang dulu menatapnya dengan kelembutan kini menatapnya takut.

"Maap mas nona mika harus istirahat. Ucap perawat yang bertugas malam ini.

Lelaki itu kini mengangguk dan berjalan meninggalkan tempat yang sangat menyayat hatinya.

Hari sudah pagi tetapi Rissa masih enggan untuk berdiri dari tempatnya matanya sudah tidak terbuka sempurna. Sama halnya dengan kedua sahabatnya yang lebih dulu tidak sadarkan diri.

Rara gadis bertumbuh pendek dengan rambut sebahu menatap ketiga sahabatnya itu dengan malas, bagaimana bisa dia hanya seorang diri memapah ketiga orang ini.

"Arif bantuin gue dong. Ucap Rara yang di angguki oleh Arif.

###

Rissa meringis menahan sakit kepalnya yang sangat mengganggu tidurnya. Jam sudah berpindah ke angka 10 tapi rasanya sulit rasanya bagi Rissa meninggalkan kasur empuknya.

Suara langkah membuat Rissa membuka mata dengan tidak ikhlas. Siapa yang berani mengganggu tidurnya jika bi Iyem tidak mungkin karena ia tau jika dirinya tidak ingin tidurnya di ganggu saat hari libur.

Rissa membalikan badannya dan menatap orang yang kini menatapnya dengan senyuman khasnya. Gadis itu terkejut ohh bagaimana bisa dia berada disini sungguh mungkin hari ini adalah hari sialnya.

"Ngapain Lo kesini. Tanya Rissa dengan ketus.

"Ke pacar gue lah. Ucap lelaki itu.

"Raf maksud Lo apasih jadiin gue pacar Lo gue tau Lo benci gue kan tapi kenapa malah gini. Ucap Rissa pada Rafa.

Little Light By YouCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang