Aku mencintaimu. Tetaplah disana karena Aku akan memperjuangkan cinta ini - Kim Jisoo
Aku juga mencintaimu. Aku akan tetap disini menunggumu. Walaupun nyawaku harus ditukar untuk cinta ini - Lee Taeyong
Tak terasa, waktu terus berputar dengan cepat. Hingga tak terasa sudah 3 bulan jisoo tinggal di rumah ini Awalnya merasa asing, namun setelah terbiasa ia mulai merasa betah. Ada rose dan lisa yang selalu mengajaknya bermain dan mengobrol
Jisoo menulis sesuatu didalam buku diary nya. Setelah selesai ia bergegas untuk segera mandi
Ia memoleskan sedikit riasan di wajahnya Hari ini ia akan bertemu dengan taeyong dan yuta, mereka akan pergi jalan-jalan, rose dan lisa ia ajak Ah, sebenarnya ini ide yuta. Pria itu yang memaksa taeyong agar ikut pergi
Ting tong Bel rumah berbunyi Dahyun juga sedang pergi ke rumah mertuanya Lantas jisoo merapikan tampilannya sebelum ia membuka pintu
" hai " sapa jisoo saat rose dan lisa ada diharapkannya Namun, mereka malah diam tak menjawab dan sedikit membuka mulut nya Jisoo heran, apa ada yang salah dengannya
" ada apa?" Tanya jisoo " Kau sangat cantik jisoo-ya " jawab rose sambil mengatakan sungkan jempol
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bayangkan rambut jisoo hitam aja ya guyss- author
Jisoo tersenyum mendengar jawaban rose " kalian juga cantik, ayo pergi " ujar jisoo Belum melangkahkan kakinya, ada suara yang menahan mereka
" tunggu! Aku yang mengajak kalian, kenapa malah ingin pergi sendiri?" Tanya yuta " yak! Kau dari mana saja yuta-kun? Dasar siput!" Gertak lisa yang mendapat kekehan dari jisoo " sudahlah, ayo pergi " ucap yuta pada mereka
" tae, kau dimana?" Tanya yuta sembari menengok kanan kiri taman yang luas itu
'Aku disini' jawab taeyong di seberang sana " disini dimana bodoh?" Tanya yuta 'Dibelakangmu bodoh!' Bentak taeyong Yuta membalikkan badannya dan melihat taeyong yang ada di belakangnya dan para gadis itu
" ah, kau datang juga " ucap yuta tersenyum " karena kau memaksa " ujar taeyong seadanya
Dan disinilah mereka, duduk di dalam sebuah cafe " Kalian mau memesan apa?" Tanya yuta pada semuanya
" aku spaghetti dan orange juice " ucap lisa " aku yukgaejang dan bubble tea " ucap rose " aku chicken katsu dan hot chocolatte " ujar jisoo " dan kau taeyong?" Tanya yuta menyadari diamnya taeyong Taeyong menggeleng sambil memainkan ponsel " ck, setidaknya hargai kenaikan jabatannya yong. Cepatlah memesan " paksa yuta lagi Apalagi ini? Taeyong hanya bisa mendengus " kebab dan greentea " jawabnya " baiklah, temanku memesan itu semua. Aku memesan cheese cake dan cappucino saja " " baik, tunggu sebentar " ujar pelayan cafe itu setelah yuta memesan
" yong, ada apa denganmu? Kau gengsi karena aku mengajak wanita juga?" Tanya yuta dengan kekehan yang dibalas tatapan tajam oleh taeyong
" aku akan ke toilet " ujar jisoo beranjak " mau kutemani?" Tanya rose " Tak usah, kalian disana saja " jawab jisoo
Yuta dan taeyong sama-sama menatap punggung jisoo yang semakin menjauh 'Dia menarik' batin yuta
5 menit menunggu, akhirnya makanan datang dengan cepat Tapi jisoo belum juga datang " kenapa jisoo belum kembali?"Tanya rose pada lisa " mollaeyo " jawab lisa Tak lama, jisoo kembali Namun ada yang aneh dari gadis itu Wajahnya berkeringat, ia juga berjalan tergesa-gesa " jisoo, kau kenapa?" Tanya yuta saat jisoo sampai Sedangkan jisoo hanya bisa diam mematung Yuta dan taeyong yang menyadari ada noda darah di tangan pakaian jisoo lantas berseru " darah?" Tanya taeyong dan yuta " ada apa jisoo?" Tanya lisa yang berdiri menghampiri jisoo disusul rose " i-ini " ujar jisoo seraya memberikan selembar kertas berwarna gelap Lalu dengan sigap taeyong membacanya Dahinya mengerenyit saat membaca isi dari lembar kertasnya itu
' demi apa aku melihat seorang lee taeyong berjalan dengan 3 gadis? Hah, sepertinya akan ada banyak darah yang mengalir nanti ' " sial, apa-apaan ini? Apa dia meneror ku?" Tanyanya sendiri " ada apa yong?" Tanya yuta dan menyambar kertas itu Ia juga tak kalah terkejut saat membacanya " duduklah " ucap taeyong pada jisoo " cepat habiskan, kita harus segera pergi dari sini " ucap taeyong
" jisoo, kau denganku " ucap taeyong tiba-tiba Yuta, lisa dan rose yang mendengar seketika.. " what?" Pekik mereka kompak " itu lebih aman, kurasa orang itu akan mengincar jisoo " ucap taeyong santai " jadi maksudmu aku tak bisa melindunginya begitu?" Tanya yuta " aishh, aku akan pergi " ujar taeyong yang mulai jengah dengan perkataan yuta
Di dalam mobil, hanya ada keheningan antara taeyong dan jisoo " kenapa kau tiba-tiba mengajakku?" Tanya jisoo " Kau tak suka?" 'Kenapa dia malah bertanya balik?'batin jisoo " m-maksudku kenapa tiba-tiba kau mengatakan orang tadi mengincarku? Kah tau darimana?" Tanya jisoo lagi " Kau tidak paham?" Tanya taeyong Jisoo menggeleng " mereka ingin menerorku dengan mendekatimu " jawab taeyong " a-apa?" Tanya jisoo
Kini, jisoo malah keheranan Kenapa taeyong membawanya kemari? Lihatlah! Ini club malam! " kenapa kita kesini?" Tanya jisoo " bertemu temanku dulu " jawab taeyong Jisoo semakin heran " lalu kenapa harus kesini?" Tanya jisoo lagi " terpaksa. Aku akan meminta bantuan pada temanku tentang peneror tadi" Jisoo mengerjapkan matanya Selalu begitu setiap taeyong memberikan kalimat panjang
Saat memasuki tempat ini yang jisoo rasakan adalah keramaian, musik yang berdentum sangat keras, bau alkohol yang menyengat. Satu lagi, para wanita yang menari dengan pakaian super seksi. Membuat jisoo bergidik ngeri sekaligus jijik melihatnya. " mau ikut denganku atau tunggu?" Tanya taeyong " tunggu saja " jawab jisoo Sejujurnya ia takut jika teman taeyong itu adalah pria menyeramkan. Bukankah tadi taeyong ingin minta bantuan? Itu berarti dia pria yang luar biasa " duduklah di sofa kosong itu, jangan pergi dan jangan minum apapun " ucap taeyong lalu pergi dari hadapan jisoo Jisoo kini duduk di sofa yang ditunjuk taeyong Ia serasa ingin muntah mencium bau alkohol disekitarnya Ia juga dapat melihat betapa agresifnya orang-orang yang berdansa begitu intim " hei nona " sapa seorang pria dewasa diatas taeyong pada jisoo " a-ada apa?" Tany jisoo Jujur ia merasa risih ddenga tatapan yang...lapar mungkin? Jisoo sama sekali tak mengerti " mau bermain denganku?" Tanya pria itu dengan lancang menyentuh lengan jisoo " pergilah, aku tidak mau!" Tolak jisoo " Kau! Benar-benar! Ayo ikut aku!" Pria itu menyeret jisoo pergi dari sana Membawanya ke sebuah lorong sepi " lepas, apa yang kau mau?" Tanya jisoo dengan nada tinggi " bermain dengan menjajal tubuhmu " jawab pria itu tanpa dosa
Plak!
Satu tamparan keras berhasil jisoo berikan kepada pria brengsek disimpannya ini " apa yang kau lakukan??!!" Teriak pria itu yang terlihat marah dengan perlakuan jisoo padanya " mengantarmu brengsek!" Jawab jisoo
Pria itu menghela nafas lalu menyentuh wajah jisoo, lalu berbisik tepat di telinganya " Kau akan senang dengan permainanku nona " bisiknya " lepaskan aku!" Pekik jisoo berontak " diam!" Gertak pria itu " memohon jangan disakiti aku, hiks " " jangan mena-"
" dia bilang lepaskan brengsek!" Bentak seseorang Jisoo mengerjapkan matanya