8. Entahlah

524 58 4
                                        

💠💠💠💠

Kedua pemuda, pemudi itu duduk ditrotoar jalan. "Jadi?"tanya sang pemudi yang tak lain adalah Jeta

"I think it's none of your business!"jelas sang pemuda yang tak lain adalah Jorell

"Really? Lo gak mau jelasin apapun sama gue? Gue udah nolongin lo, dan lo gak mau jelasin apapun?"pekik Jeta tak percaya

"Hmm"gumam Jorell

"Okey, gue gak bakalan nanya soal urusan kalian tadi. Yang bakalan gue tanya kenapa badan lo penuh tato?"tanya Jeta

"Karena gue suka"jawab Jorell seadanya

"What's???"pekik Jeta lagi

"Lo suka? Sekolahan tau?"tanya Jeta hati hati

"Hmm"gumam Jorell lagi

"Wah sumpah gue gak paham sama SMA Samudera. Pengarahan pagi jam 06:00, anak berandalan bisa jadi osis. Sumpah gue kagum"decak Jeta

"Itu gak seperti penilain lo Marjeta"ujar Jorell tiba tiba

"Hah?"bingung Jeta

"Terkadang yang lo lihat belum tentu kebenarannya"jelas Jorell

"Huft bomat dah, oh yah gue baru sadar!"teriak Jeta

"Apa?"tanya Jorell saat Jeta menatapnya tak santai

"Pantesan aja lo disekolah pake jaket mulu"dengus Jeta

Jorell hanya menatap datar kearah Jeta

"Lo ada masalah sama anak anak tadi?"tanya Jeta

"Ck"decak Jorell

"Jeta ini tipikal cewek yang tukang ngibul atau gimana sih? Tadi katanya gak bakal nanyain masalah adu jotos, lah sekarang? Malah nanyain, ribet banget jadi cewek." Gumam batin Jorell

"Becanda kali elah, sans ae. Yaudah gue duluan yah."ujar Jeta seraya naik ke sepedanya

Jorell hanya mengangguk sebagai balasan, sebelum mengayuh sepedanya Jeta menatap Jorell sesaat

"Yang lo tolongin itu anak Samudera kan?"tanya Jeta secara blak blak-an

Tubuh Jorell menjadi kaku

"Gue gak terlalu musingin itu pemimpin, karena yang buat gue penasaran bukan dia. Tapi lo dan para teman teman penjelajah lo itu, waktu kalian masih 58 hari! Fighting!!"ujar Jeta lalu mengayuh sepedanya

Sedangkan Jorell terpaku ditempatnya dengan helaan nafas lega ,untung saja Jeta tidak bertanya hal lain dan setidaknya Jeta tidak melaporkan hal ini kepolisi.

Kalau sampai Jeta menelpon polisi, itu artinya Jorell gagal dalam game kali ini. Dan Jorell tidak suka jika harus mengulang.

Jeta mengayuh sepedanya dan tiba di rumah sang Eang

"Siang, eang!!"ujar Jeta

Hening

Tak ada sahutan, Jeta berjalan mengelilingi rumah sang eang. "Yang, eang"panggil Jeta lagi

Jeta berjalan menuju kamar sang eang dan melihat ternyata sang eang tengah tertidur

Dengan hati hati Jeta keluar dari kamar milik eangnya dan menutup pintu secara perlahan

Jeta pergi ke kamarnya dan menukar seragamnya, setelah selesai Jeta menyiapkan piring dan air di teko untuk makan siang-nya bersama eang

Jeta berjalan menuju kekamar eangnya, dengan perlahan Jeta membuka pintu dan masuk kedalam.

Jeta duduk di tepi ranjang dan menatap wajah eangnya yang sudah mulai berkeriput

"Yang"panggil Jeta

Eang Manarina pun membuka matanya, menatap gadis muda dihadapannya.

"Elys pulang kapan?"tanya Manarina

"Barusan Yang"jawab Jeta

"Yaampun, eang belum siapin meja makan untuk Elysia"pekik Manarina

Jeta mengenggam tangan keriput milik Manarina

"Gak usah Yang, Elysia udah siapin buat eang. Yuk kita makan siang bareng"ajak Jeta

"Baiklah Elys"balas Manarina dan bangkit dari tidurnya

Jeta membantu Manarina berdiri dan membimbing eangnya itu menuju ruang makan

Setibanya diruang makan Jeta pun menyendok nasi dan lauk untuk Manarina, tak lupa segelas air hangat beserta dengan buah pisang yang sudah dipotong. Jeta juga tak lupa menyiapkan obat yang harus diminum eang-nya

Keduanya pun menikmati makan siang mereka.

"Kamu disini berapa lama Elys?"tanya Manarina

"Dua bulan eang, kenapa?"ujar Jeta pada sang eang

"Setelah itu kamu akan kembali?"tanya Manarina lagi

"Belum aku pastiin eang"balas Jeta dengan raut bimbang

"Elys, Erna mamamu menelpon eang tadi"jelas Manarina

Penjelasan sang eang berhasil membuat Jeta yang tengah mengunyah makanan memelankan kunyahannya

Jeta diam mendengarkan penjelasan lebih lanjut dari eang tercintanya ini

"Kata mamamu, kamu akan dihukum saat kembali"tambah Manarina

Sendok yang dipengang oleh Jeta pun diturunkan, Jeta menatap eangnya dengan mata yang meredup.

"Eang, aku udah kenyang. Aku kekamar dulu banyak tugas"jelas Jeta dan tanpa menunggu jawaban sang eang Jeta sudah pergi meninggalkan ruang makan

Wajahnya yang berseri tadi menjadi muram. Sungguh hari ini mood Jeta seketika hancur lebur!

Unchhh, semoga suka❤
Pendek? Jangan panjang panjang nanti gak jadi bebs😂

Jangan lupa reviewnya 😌

Bye~

Salam si amatiran

GVJS❤

Dih-, (COMPLETED✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang