Cahaya Mentari

508 54 34
                                    

6 bulan kemudian

SMA Cahaya Mentari gempar dengan kedatangan sang legendaris

"Dia balik, dia balik!!"

"Si anak emas balik!!"

"Yang anggota dumar itu?"

"Woe woe si anak prestasi balik woe!!"

"Dia balik di lapangan di lapangan!!"

"Lapangan woe lapangan!!"

"Elysia Marjeta Nadine balik ke Cahaya Mentari!"

Drap drap drap

Seluruh penghuni Cahaya Mentari berlari dengan cepat menuju lapangan, ada pula yang segera menyebarkan berita kedatangan si anak emas

Setelah kembali dari Bandung, sang anak emas  tidak menginjakan kakinya ke Cahaya Mentari sama sekali

Bahkan dua sahabat seperjuangannya pun tidak memberitahukan apa apa

Hingga dua bulan setelahnya tanpa berita selain berita kembalinya sang anak emas dari Bandung, Cahaya Mentari digemparkan dengan postingan perdana si anak emas yang menunjukkan keindahan kota London. Tentu saja berita itu semakin menggemparkan

Mereka berusaha melakukan klarifikasi langsung kepada kedua sahabat seperjuangannya si anak emas, namun belum juga mendekat.. kedua orang itu sudah memasang tembok yang sangat besar hingga tak ada yang berani untuk memanjat ataupun mengorek sesuatu di dalamnya

Dan setelah itu setelah melewati total 8 bulan, yang artinya memasuki semester dua setelah kenaikan.. sang anak emas muncul

Drap drap drap

Lapangan semakin ramai, gadis di tengah lapangan yang sedang duduk dan menatap ring basket itu menjadi tontonan seisi sekolah

Bisik bisik kagum tak bisa ditutupi, para teman seangkatan yang sekarang sudah menjadi calon alumni pun berdecak kagum saat melihat si anak emas yang semakin berkharisma

Sedangkan adik adik kelas yang cuma mendengar kisah dan rentetan pajangan prestasi yang dibawa si anak emas pun sudah sangat penasaran dengan rupa sang anak emas

Tak ada yang mendekat, semuanya hanya menatap dari kejauhan. Menunggu sampai kapan sang anak emas bosan dan bangkit dari posisinya

Selama sepuluh menit mereka hanya diam dan benar benar memperhatikan Marjeta

"Misi.." kedua orang manusia yang merupakan emas lain yang dimiliki oleh Cahaya Mentari muncul

Maisie dan Jashyan

"TA!!" teriakan Maisie yang membahana menyelimuti bisikan bisikan kecil para penghuni sekolah

Maisie berlari mendekati Marjeta yang masih setia duduk di lantai lapangan

Maisie melompat ke depan Jeta dan segera meraih tangan Jeta

Ia menarik Jeta hingga berdiri dan memeluk erat sahabatnya itu

"Gue kira lo udah mati, dasar bandel!" seru Maisie seraya mengusap pelan rambut Jeta

Jashyan mendekat dan berdiri di belakang Maisie dengan cool, ia mengedipkan sebelah matanya

Jeta mendengus melihat tingkah sok keren milik Jashyan yang tak pernah berkurang

Pemandangan pertemuan Dumar tidak terlewatkan sedikit pun dari mata penghuni sekolah

Hingga banyak yang memotret diam diam, untuk disebarkan ke media sekolah mereka

"Kapan balik?" tanya Maisie seraya mengurai pelukan mereka

Jeta mendengus, "after know something about you and Jashyan,"

Maisie dan Jashyan melotot kaget

Jeta menyodorkan tangannya, "PJ," ujar Jeta cuek

Mulut Maisie dan Jashyan menganga hebat, bagaimana bisa Jeta tau mereka berhubungan? Sedangkan ketiganya hampir tidak pernah berhubungan semenjak Jeta pindah mengikuti Ayahnya ke London

"Darimana lu tau?" tanya Jashyan canggung

Jeta memutar bola matanya malas

"Am I stranger?" tanya Jeta malas

"Nanti gue kasih," sahut Maisie

"Gak, gue sebagai cowok gue yang bakal kasih." Jashyan menggenggam tangan Maisie

"Bisa lo berdua gak nunjukin hubungan hasil friendzone kalian?" tanya Jeta seraya mengibaskan tangannya

Jeta berbalik dan berjalan meninggalkan kedua sahabatnya yang terjebak friendzone

Siswa siswi pun ikut bubar saat melihat kumpulan anak emas pergi

"Kenapa balik?" tanya Maisie setelah berhasil mengejar Jeta

"Ada beberapa berkas yang masih sisa di Cahaya Mentari," jawab Jeta

"Samudera juga?" tanya Maisie

"Hem," jawab Jeta

"Lo yakin mau ke sana? Gak minta tolong eang lo? Atau nyokap lo? Kan mereka di sana, adek lo mungkin?" tanya Maisie

Jeta berhenti dan menatap Maisie dengan sebelah alis terangkat, "kenapa harus mereka?" tanya Jeta balik

"Ta, lo ngerusak sistem sekolah mereka." Maisie tidak habis pikir dengan sahabatnya yang satu ini

"Neve adik yang cukup manis," sahut Jeta

Mata Maisie segera melotot, "jangan bilang?"

Jeta tersenyum dan mengangguk, "dia gak pernah mengecewakan, benar benar sesuai dugaan gue." Senyum Jeta semakin lebar

"Lo jadiin adek lo tumbal?" tanya Jashyan antara sedih dan ngakak

"Gak, dia emang mau balik sejak lama. Tukar tambah, itu yang gue lakuin.. lagian anaknya emang cocok sama Samudera," balas Jeta enteng

Maisie dan Jashyan menggeleng kepala mereka, setelah 8 bulan berpisah otak Jeta semakin parah keadaanya

Benar benar di luar kendali

"Gue gak sabar ketemu sama lo, pemimpin," batin Jeta bergumam dengan senyum penuh ejekannya

****

"Dia balik?"

Heyo guys :v
Yo wassap :v

Yah akan ada 2 part penutup :v
Part pertama ini dan yang satunya lagi itulah yah :v

Kita bertemu di lapak berikutnya ges :v

Jangan lupa pertanyaan dari kalian untuk dijawab di part QnA yahh ^^

Ngahahahhahah :v

Pay pay ❤️

Salam si amatiran

GVJS❤️

Dih-, (COMPLETED✔)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang