19. Permainan dimulai

506 57 17
                                        

💠💠💠💠

Kring kring

Jam ujian dimulai, lembaran lembaran soal mulai melompat dari satu meja ke meja lain.

Jeta memutar pensilnya dan tersenyum, Leonie yang berjarak 2 meja sebelum Jeta hanya bisa menggeleng aneh.

Hari ini Matematika dan PPKN, Jeta tentu saja seperti biasanya.

Setelah 30 menit waktu ujian berjalan Jeta telah menyelesaikan soal matematikanya, ia bangkit dan mengumpulkan hasil ujiannya.

Seluruh siswa berbisik heboh dan setelah ditegur semuanya kembali mengerjakan ujian mereka.

Jeta memainkan pensilnya, waktu terus berputar hingga waktu untuk ujian pertama selesai.

Para siswa mengumpulkan pekerjaan mereka dan merenggangkan otot otot tangan mereka sebentar.

Sang pengawas keluar untuk bertukar dengan pengawas lain, beberapa siswa mulai mengambil buku dan juga handphone untuk mencek materi ataupun melepas stress sejenak.

Ting

Handphone seluruh murid berbunyi dengan serempak, Anggie dan Leonie yang tengah berdiri di depan pintu saling menatap.

Mereka membuang pandangan ke siswa lainnya dengan serempak mereka menatap ke arah Jeta yang tengah memakai earphone.

Samudera_xx

Annm_
J menang lagi, kali ini anak baru ikut bermain.

Seketika suasana menjadi gaduh, Anggie dan Leonie hendak pergi namun sayangnya sang pengawas sudah datang.

"Kita kumpul nanti Leonie," ujar Anggie, Leonie menjawab dengan anggukan

Jeta tersenyum kecil, "gue mulai mengerti permainan kalian," batin Jeta

Tepat sebelum 20 menit waktu berakhir Jeta sudah menyelesaikan ujiannya.

Ia bangkit berdiri dan mengumpulkan hasil ujiannya, "saya boleh keluar?" tanya Jeta pada sang pengawas

Guru pengawas pun menganggukkan kepalanya dan memberi izin Jeta keluar.

Jeta pergi mengambil papan ujian dan tasnya, sebelum keluar ia mengedipkan matanya.

Leonie berdecak kesal sedangkan yang lain hanya menghembuskan napas secara kasar.

Jeta pergi ke arah ruang osis.

Setibanya di ruang osis tanpa mengetuk Jeta segera masuk, pergi ke arah meja Jorell dan duduk di sana.

20 menit berlalu

Ceklek

Pintu terbuka, Jeta menyunggingkan senyuman manisnya.

"Hai pemimpin," sapa Jeta

Jorell mendengus, ia menutup pintu ruang osis dan menguncinya.

Jeta bangkit berdiri dan duduk di atas meja, "gimana?" tanya Jeta dengan senyum senangnya

"Kenapa menjadi pengganggu?" tanya Jorell dengan nada tak suka

"Gue ganggu?" tanya Jeta seraya mengayuhkan kakinya

Jorell mendekat, "apa yang lo mau Marjeta?" tanya Jorell

Jeta menarik dasi Jorell dan membuat Jorell berdiri di sela kaki Jeta.

"Awalnya gue hanya ingin berlabuh dalam waktu singkat, tapi kelompok kalian membuat gue harus tinggal lebih lama. Ini awal permainan kita, akhirnya sudah tergambar jelas." Jeta mengedipkan matanya lalu merapikan dasi Jorell

Jeta melompat turun dari meja yang di dudukinya, "siapa yang lo minta buat bantuin gue Marjeta?" tanya Jorell dengan melihat pergerakkan Jeta yang mengambil barangnya

Jeta berbalik dan menatap Jorell, "Lautan," sahut Jeta dengan senyum penuh ejekkannya

Jeta berjalan mendekati pintu, "kita ketemu lagi, semoga Lautan yang gue bawa gak mengancam Samudera yang lo lindungi." Jeta membuka kuncian pintu

Tepat saat Jeta keluar, Anggie, Leonie, dan Denny sudah berdiri di depan ruangan dengan Leonie yang bersandar di tiang, Denny yang melipat tangan di depan pintu, sedangkan Anggie yang membaca buku dengan punggung yang bersandar di tembok.

"Hai penjelajah," sapa Jeta lalu pergi begitu saja tanpa memedulikan tatapan kesal dari Denny, Anggie, dan Leonie

Jeta melangkah ke arah UKS, ia berdiri dengan punggung bersandar di tembok.

Seperti memiliki ikatan batin dengan sang ketua PMR, keduanya kini berdiri berhadapan dengan Jeta yang menatap Dino jenaka.

"Kenapa lo hancurin permainan Jorell Marjeta?!" tanya Dino dengan rahang bergemeletuk

Jeta menepuk bahu Dino, "karena permainan ini akan berakhir," sahut Jeta enteng

"Tenang pemangsa, gak akan ada pemburu yang berani membunuh lo." Jeta tertawa lucu

Dino mengepalkan tangannya kuat, "sip," ujar Jeta lagi lalu menggeser tubuh Dino dan pergi begitu saja.

"Pemimpin permainan kita dimulai, endingnya sudah terlihat bukan?" batin Jeta dengan senyum sinisnya

Hello, bye.

Salam si amatiran

GVJS❤️

Dih-, (COMPLETED✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang