12. Lagi?

656 66 8
                                        

Sebelum lanjut ai mau ngucapin terimakasih buat IntanAriyba  sulislistiyono NissaCHY piasfalsha anggita24_14
Karena  mereka udah bantuin nerjemahin bahasa sunda yang ai gak bisa 😭 tencu bangeddd❤ ada satu lagi tapi acc-nya gak author unyhu temuin :) jadi maap yah Dini 😘

💠💠💠💠

Jam pulang sekolah pun tiba, lonceng tanda bubarnya sekolah pun berbunyi. Para murid SMA Samudera berbondong bondong keluar dari sekolah, begitupun dengan Jeta.

Jeta berjalan santai ke tempat parkiran sepeda, ia menaikkan standar sepeda, memutar sepedanya dan menaiki sepeda itu.

Saat hendak mengayuh sepedanya Jeta melihat seseorang dengan hoddie hitam melompati pagar dekat parkiran mobil.

Setau Jeta pagar itu menuju ke jalan setapak yang cukup jarang dilalui oleh anak anak sekolahan.

Dengan alis yang terangkat tinggi Jeta pun mengayuh sepedanya, ia tidak berbelok kearah kanan melainkan kiri.

Rasa penasaran Jeta membuat dirinya ingin memcari tau, Jeta masuk dengan sepedanya.

Saat akan keluar dari setapak itu Jeta turun dan mendorong sepedanya, semakin dekat dengan jalan keluar membuat Jeta mendengar sesuatu yang aneh.

Jeta memberhentikkan langkahnya dan dorongan sepedanya, ia memarkir sepedanya di tembok setapak.

Jeta melongokkan kepalanya, mata Jeta membulat. Ia kembali menarik kepalanya dan menahan napas. Kejadian yang sama, yang sudah ia liat minggu ini.

Jeta kembali melongokkan kepalanya, dia melihat seorang gadis dengan rok yang ketat serta super mini yang tengah ditahan dibelakang beberapa anak remaja.

Sedangkan didepan anak anak remaja itu ada orang berhoddie hitam yang Jeta lihat tadi, Jeta terus melihat. Tampaknya seseorang berhoddie itu tengah berbicara.

Tapi apa? Apa yang dibicarakan oleh orang itu, Jeta tak bisa mendengarnya. Namun tiba tiba saja remaja didepan orang itu maju dan menyerang orang itu.

Jeta hampir terpekik kaget jika saja tidak bisa menahan, Jeta merogoh sesuatu disaku roknya. Masker, Jeta mengeluarkan masker itu dan menutup mulutnya.

Ia menyampirkan ranselnya dan mencari sebuah pena, Jeta menekan tombol pena itu dan setelahnya ia menaruh pena itu didalam saku roknya.

Jeta menarik napas dalam, memberanikan diri. Dan akhirnya keluar dari tempat persembunyiannya.

"Ck, ck ck.. Gak nyangka gue, remaja Bandung modelnya gini semua. Preman gak berpendidikan"sinis Jeta dengan gaya khasnya

Atensi seluruh remaja itu beralih kearah Jeta,"Maneh saha?"tanya salah satu remaja itu

"Manusia"jawab Jeta enteng

"Wah suara awewe bro, merdu kitu suara na"ujar salah satu diantara mereka

"Oh awewe, awewe wanina pipiluen urusan lalaki? Balik jig maen imah imahan"sinis remaja tadi

"Ngomong apa sih sempak?"cibir Jeta

"Sempak, sia nyebut aing sempak? Awewe belegug!"teriak cowok itu

Jeta melotot karena dia tau arti dari kalimat yang diucapkan cowok tadi.

Dih-, (COMPLETED✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang