💠💠💠💠
Jeta duduk di tengah lapangan indoor dan sibuk menikmati makanannya seraya melihat kearah ring basket.
Jeta menyelesaikan satu bungkus roti dan beralih kebungkusan roti kedua
Jeta mengunyah rotinya seraya mengingat kembali pelajaran yang didengarnya tadi, ketika dia fokus untuk mengingat kembali pelajaran.
Tiba tiba sekelebat ingatan tentang perkataan eangnya pun terngiang ngiang mengantinkan pelajaran yang tengah ia ingat kembali
Tanpa mau memusingkan hal itu Jeta segera mengambil sampah yang ia hasilkan, lalu berjalan santai dan membuangnya ditempat sampah.
Dengan langkah malas Jeta berjalan kearah ruang osis
Tok tok
Jeta mengetuk pintu didepannya tanpa minat
Ceklek
"Maneh? Ngapain kesini?"sinis sang wakil ketua osis, siapa lagi kalau bukan Denny
"Gue mau minta buku point"jelas Jeta
"Ck, sono masuk minta ke Jorell gih. Si Anggie gak ada jadi langsung ke Jorell aja."jelas Denny
"Thankyou penyangkal"balas Jeta dan melenggos begitu saja
"Ck dasar bocah kota"decak Denny dan berjalan kearah kantin
Jeta masuk kedalam dan melihat Jorell yang tengah sibuk dengan laptopnya, Jeta tak langsung mengatakan niatnya. Jeta hanya menatap Jorell dengan seksama.
Jaket jeans hitam yang melekat ditubuh dan rambut gondrong yang menutupi muka, jika diliat liat mungkin gaya Jorell ini cukup sangar. Tapi aslinya mah yah gitu
Jeta sadar hanya Jorell yang dengan entengnya bisa menggunakan pakaian bebas, dan menurut Jeta hanya Jorell-lah seorang bad boy yang merangkap menjadi good boy
Jeta terus menatap Jorell dan mulai mengeluarkan penilaian penilaiannya, buat oranglain mungkin tingkah Jeta ini kurang kerjaan. Tapi bagi Jeta selagi dia gak merasa dirugikan itu fine fine aja
"Udah puas?"suara Jorell berhasil membuat Jeta kembali ke alam sadar
"Sialan gue ketangkep"umpat batin Jeta
"Puas ngapain?"elak Jeta
Jorell yang tak ingin mendengar celotehan pedas penuh akan pembelaan diri pun akhirnya mengalah
"Ngapain lo kesini?"tanya Jorell mengalihkan pembicaraan
"Mau ngambil buku point"jelas Jeta enteng
Jorell menatap Jeta dari bawah hingga keatas
"Nih"ujar Jorell seraya menaruh buku point milik Jeta diatas meja
Jeta mendekat dan mengambil buku point miliknya, Jeta melihat Jorell tersenyum singkat
"Poin lo udah naik jadi minus 92, kalau lo rajin rajin poin lo bakalan berubah jadi positif"jelas Jorell
Jeta menatap Jorell malas, "gak minat"jawab Jeta dan pergi meninggalkan Jorell begitu saja
Jorell beralih menatap laptop didepannya, "ck biodata aja gak jelas"gumam Jorell seraya mengacak rambut gondrongnya
.
.
14.27 p.m.
Jeta menunggu Leonie diparkiran sekolah, huhftt Jeta hanya mampu menghela nafasnya kasar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Dih-, (COMPLETED✔)
Teen FictionJorell Laurel Kenzie cowok yang memiliki arti nama 'Laki-laki yang menjadi pemimpin bijak sana, serta dia yang menyelamatkan dan memberi rangkulan'. Cowok dengan sejuta keburukannya mulai dari bad boy, perokok, dingin, datar dan yang terburuk adalah...
