25. 60-D simple¿

589 56 50
                                        

WARNING! ENDINGNYA NYAKITIN JARI :)
💠💠💠💠

Mutiara indah yang tersesat¿
Not me.

-Elysia Marjeta Nadine


Duduk di setapak yang merupakan tempat Jeta menemukan Jorell berkelahi pun menjadi pilihan mereka

Benda nikotin menempel manis di bibir Jorell dan untuk pertama kalinya Jeta benar benar duduk di samping Jorell yang sedang merokok

"Ekhm, lo gak keganggu kan?" tanya Jorell retoris

"Of course not," ujar Jeta seraya mengibas kibaskan tangannya

"Jawaban lo terlalu keterbalikkan dari apa yang lo lakuin," ujar Jorell lalu dengan tanpa perasaanya ia tetap menghisap benda itu

Jeta mencibir sinis, "kalo hanya untuk formalitas sebaiknya gak lo lakuin," cibir Jeta secara frontal

Yeah, dan itulah Marjeta.. hanya menjadi kalem beberapa detik yang lalu

Jorell mendengus sinis, ternyata yang ia lihat tadi hanya kebetulan

"Lu mau ngomong apa J?" tanya Jeta enteng

Jorell tak menyahut, ia tetap menyesap benda nikotin yang hampir setengah

Jeta mendesah malas, ia menatap wajah Jorell dengan tidak bersahabat

"Kalo gak ada yang mau lu bacotin, ngapain bawa gue ke sini sih?!" kesal Jeta

"Lo yang nyeret gue ke sini, gue mau kita ngomong di lapangan."

Jeta menatap Jorell tak percaya, "lo udah gila?" tanya Jeta sangsi

Jorell mengangkat alisnya enteng, Jeta menggeleng tak percaya

"Lu kalo mau ngomong yah tinggal ngomong J, ngapain lu pake acara buka buka jaket hah? Mau pamer gambaran kelulusan di badan lo, padahal belum kelulusan," ejek Jeta

Jorell tampak tertarik lalu memasukan sebelah tangannya ke saku celana, "memangnya kenapa?"

"Kenapa apanya Pemimpin??" tanya Jeta gemas ingin mengulek wajah tenang milik ketua OSIS Samudera itu

"Apa salahnya mereka tau gue punya tato? Toh mereka tau gue pernah jadi napi. Sekalipun gue pake tato, mereka gak bakal sampe mati kena serangan jantung saking kagetnya," jawab Jorell dengan panjang lebar

Rahang Jeta jatuh tanpa bisa ditahan

Plak

Jeta menabok keras jidat Jorell, Jorell melotot kaget. Rokok yang tinggal sedikit itu pun jatuh ke tanah

"Lo tau kan J, lo itu---"

"Gue itu?"

Hening, Jeta menahan ucapannya yang sudah di ujung lidah

Jeta memilih bungkam dan menjauhkan dirinya dari Jorell, Jorell menatap Jeta penuh ejekan

"Seberapa banyak yang lo cari anak kota?" sarkas Jorell

Jeta tampak bungkam, "gue mau denger hasil nilai, biar bisa pergi dengan tenang!"

Ya, sudah jelas bahwa Jeta menghindar... hanya alibi pasaran yang Jeta keluarkan untuk menghindar

Bohong?!

Tentu saja, karena Jeta awalnya sudah berniat kembali ke hotel dan mempersiapkan barang sisanya

Dih-, (COMPLETED✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang