20. Lautan di Samudera.

582 58 25
                                        

💠💠💠💠

Hari ketiga

Ujian kenaikkan sudah berjalan selama tiga hari, tersisa dua hari lagi untuk mengakhiri ujian tersebut

Jeta duduk di ruangannya, ia memakai earphone dan menidurkan kepalanya di atas meja

Tok tok

Leonie mengetuk meja Jeta, "hmm?" sahut Jeta

"Lo gak niat liat gue dulu?" tanya Leonie

Jeta mengangkat kepalanya dengan malas, ia menatap Leonie dengan sebelah alis terangkat

"Lo kenapa rusuh?" tanya Leonie kesal

"Ngelabrak?" tanya Jeta enteng

"Gue gak suka yah!" bentak Leonie lalu menggebrak meja

"Gosah baperan, bentar lagi juga selesai" sahut Jeta enteng lalu kembali menidurkan kepalanya

"LO!" geram Leonie

Anggie datang dan menarik Leonie pergi, mereka berdua beradu kata di koridor depan

Denny datang dan menenangkan, Leonie kehabisan kesabaran hingga Jorell datang

Suasana di luar seketika sunyi, Jeta menolehkan kepalanya hendak menonton

Ia mendapati tatapan Jorell yang kini tengah menatapnya tajam, Jeta mengedip ngedipkan matanya tanpa beban

Pengawas datang, entah apa yang sudah dikatakan oleh Jorell yang penting hal itu berhasil membuat Leonie dan Anggie menjadi tenang

Keduanya masuk dan duduk di bangku mereka masing masing, Jeta tersenyum sinis

Ujian dimulai

Jeta mengisi jawabannya dengan enteng, membolak balikkan kertasnya tanpa beban

Bersenandung kecil seolah ujian kali ini adalah dongeng penghantar tidur

Jeta selesai, ia bangkit berdiri dan mengumpulkan hasilnya ke pengawas

Pengawas menerima lalu menyimpan lembaran jawaban Jeta ke dalam map

Jeta berbalik dan kembali menidurkan kepalanya ke atas meja

Hari ini hanya ada satu mata pelajaran dan para siswa akan di istirahatkan lalu menunggu keluarnya nilai hari ini juga

Kring

Jam istirahat pun tiba, pengawas menyuruh para siswa mengumpulkan hasil ujian mereka

Setelah pengawas keluar Jeta pun ikut melenggang keluar

Bahunya dicengkram oleh seseorang, Jeta meringis dan berbalik

Jeta mengangkat sebelah alisnya, "kita belum selesai," ujar Leonie dengan urat urat leher yang menonjol

Jeta memegang tangan Leonie yang berada di bahunya, ia menghempaskan tangan Leonie dengan enteng

"Kita? Lo aja kali, gue udah selesai bermain disini," ujar Jeta tanpa beban

Jeta berjalan ke arah UKS, ia melongokan kepalanya ke dalam UKS saat tiba di sana

Tidak ada siapapun di sana, hanya ada sebuah branka yang tertutup tirai

Jeta mendengus lalu berjalan menuju lapangan, ada beberapa orang cowok yang tengah bermain basket di sana

Sisanya berdiri di pinggiran lapangan untuk menonton, yang dicarinya tidak ada

Jeta mendengus kesal, ia berbalik dan menabrak sebuah dada bidang

Jeta segera mundur namun bahunya langsung dirangkul dan dirinya diseret pergi begitu saja

"Nyariin gue?" ujar orang itu saat mereka tiba kembali ke UKS

Jeta memegang tangan orang itu dan menghempaskannya, "gosah sok asik pemangsa," sahut Jeta malas lalu duduk di atas branka yang kosong

"Kenapa tadi gak lo coba buka tirainya?" tanya Dino serata menunjuk tirai branka yang tertutup tadi

"Gue masih menghargai privasi," sahut Jeta malas

Dino terkekeh lucu, "menghargai privasi? Lo aja berani ngerusak skemanya J," cibir Dino dengan kekehan meremehkan

Jeta tertawa terbahak bahak untuk pertama kalinya, "pemangsa, pemangsa. Gue menghargai privasi pemimpin, buktinya gue gak penasaran sama permainan kalian kan?" ejek Jeta masih dengan tawa terbahak

Dino mengepalkan tangannya, "jangan kesal dong, masa gini aja lo kesal sih pemangsa," ejek Jeta

Jeta turun dari branka, ia berdiri di hadapan Dino

"Lo boleh tau tentang kelompok gue di Cahaya Mentari, tapi percaya atau gak.. Lo gak bakalan bisa tau tentang kelompok gue," bisik Jeta

"Semangat bantuin pemimpin lo itu pemangsa," ujar Jeta dengan kedipan mata

Saat Jeta hendak keluar Dino menahan lengannya, "mau kemana lo?" tanya Dino

Jeta mengeluarkan ponselnya, membuka pesan dan menunjukkannya pada Dino

"Lautan ada di Samudera," ujar Jeta dengan kekehan lucu

Jeta menghempas tangan Dino dan berjalan keluar begitu saja

"Lautan di samudera?" bingung Dino

Jeta berjalan santai ke arah ruang kepsek, ia tersenyum bahagia

Saat hampir mencapai ruang kepsek ia berpapasan dengan Jorell, Denny, Leonie dan Anggie

Kalau biasanya Jeta mengejek mereka, kali ini Jeta hanya lewat dengan senyum senang

"Dia kenapa?" heran Leonie

"Hooh, tumben gak ganggu?" bingung Denny

Jorell hanya mengendik sedangkan Anggie menyimak

Ting

Sebuah pesan masuk ke ponsel Jorell, Jorell mengambil ponselnya itu

"Kenapa J?" tanya Anggie

"Lautan di samudera?" ujar Jorell dengan penuh tanda tanya

"Hah?" bingung Denny dan Leonie, keduanya mengambil ponsel Jorell

DinoPMR
Oi J, lautan di samudera kata Marjeta.

"Maksudnya?" bingung mereka

Jeta tiba di depan pintu ruang kepsek, ia mengetuk dan segera masuk setelah dipersilakan

"Siang pak," ujar Jeta

"Siang Marjeta," balas sang kepsek

"Hai ayah!" seru Jeta dengan senyum manisnya

"Hello darling," balas ayahnya Jeta

Dylan Saverio

Stay safe!

Salam si amatiran

GVJS❤️

Dih-, (COMPLETED✔)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang