💠💠💠💠
Hari ketiga
Ujian kenaikkan sudah berjalan selama tiga hari, tersisa dua hari lagi untuk mengakhiri ujian tersebut
Jeta duduk di ruangannya, ia memakai earphone dan menidurkan kepalanya di atas meja
Tok tok
Leonie mengetuk meja Jeta, "hmm?" sahut Jeta
"Lo gak niat liat gue dulu?" tanya Leonie
Jeta mengangkat kepalanya dengan malas, ia menatap Leonie dengan sebelah alis terangkat
"Lo kenapa rusuh?" tanya Leonie kesal
"Ngelabrak?" tanya Jeta enteng
"Gue gak suka yah!" bentak Leonie lalu menggebrak meja
"Gosah baperan, bentar lagi juga selesai" sahut Jeta enteng lalu kembali menidurkan kepalanya
"LO!" geram Leonie
Anggie datang dan menarik Leonie pergi, mereka berdua beradu kata di koridor depan
Denny datang dan menenangkan, Leonie kehabisan kesabaran hingga Jorell datang
Suasana di luar seketika sunyi, Jeta menolehkan kepalanya hendak menonton
Ia mendapati tatapan Jorell yang kini tengah menatapnya tajam, Jeta mengedip ngedipkan matanya tanpa beban
Pengawas datang, entah apa yang sudah dikatakan oleh Jorell yang penting hal itu berhasil membuat Leonie dan Anggie menjadi tenang
Keduanya masuk dan duduk di bangku mereka masing masing, Jeta tersenyum sinis
Ujian dimulai
Jeta mengisi jawabannya dengan enteng, membolak balikkan kertasnya tanpa beban
Bersenandung kecil seolah ujian kali ini adalah dongeng penghantar tidur
Jeta selesai, ia bangkit berdiri dan mengumpulkan hasilnya ke pengawas
Pengawas menerima lalu menyimpan lembaran jawaban Jeta ke dalam map
Jeta berbalik dan kembali menidurkan kepalanya ke atas meja
Hari ini hanya ada satu mata pelajaran dan para siswa akan di istirahatkan lalu menunggu keluarnya nilai hari ini juga
Kring
Jam istirahat pun tiba, pengawas menyuruh para siswa mengumpulkan hasil ujian mereka
Setelah pengawas keluar Jeta pun ikut melenggang keluar
Bahunya dicengkram oleh seseorang, Jeta meringis dan berbalik
Jeta mengangkat sebelah alisnya, "kita belum selesai," ujar Leonie dengan urat urat leher yang menonjol
Jeta memegang tangan Leonie yang berada di bahunya, ia menghempaskan tangan Leonie dengan enteng
"Kita? Lo aja kali, gue udah selesai bermain disini," ujar Jeta tanpa beban
Jeta berjalan ke arah UKS, ia melongokan kepalanya ke dalam UKS saat tiba di sana
Tidak ada siapapun di sana, hanya ada sebuah branka yang tertutup tirai
Jeta mendengus lalu berjalan menuju lapangan, ada beberapa orang cowok yang tengah bermain basket di sana
Sisanya berdiri di pinggiran lapangan untuk menonton, yang dicarinya tidak ada
Jeta mendengus kesal, ia berbalik dan menabrak sebuah dada bidang
Jeta segera mundur namun bahunya langsung dirangkul dan dirinya diseret pergi begitu saja
"Nyariin gue?" ujar orang itu saat mereka tiba kembali ke UKS
Jeta memegang tangan orang itu dan menghempaskannya, "gosah sok asik pemangsa," sahut Jeta malas lalu duduk di atas branka yang kosong
"Kenapa tadi gak lo coba buka tirainya?" tanya Dino serata menunjuk tirai branka yang tertutup tadi
"Gue masih menghargai privasi," sahut Jeta malas
Dino terkekeh lucu, "menghargai privasi? Lo aja berani ngerusak skemanya J," cibir Dino dengan kekehan meremehkan
Jeta tertawa terbahak bahak untuk pertama kalinya, "pemangsa, pemangsa. Gue menghargai privasi pemimpin, buktinya gue gak penasaran sama permainan kalian kan?" ejek Jeta masih dengan tawa terbahak
Dino mengepalkan tangannya, "jangan kesal dong, masa gini aja lo kesal sih pemangsa," ejek Jeta
Jeta turun dari branka, ia berdiri di hadapan Dino
"Lo boleh tau tentang kelompok gue di Cahaya Mentari, tapi percaya atau gak.. Lo gak bakalan bisa tau tentang kelompok gue," bisik Jeta
"Semangat bantuin pemimpin lo itu pemangsa," ujar Jeta dengan kedipan mata
Saat Jeta hendak keluar Dino menahan lengannya, "mau kemana lo?" tanya Dino
Jeta mengeluarkan ponselnya, membuka pesan dan menunjukkannya pada Dino
"Lautan ada di Samudera," ujar Jeta dengan kekehan lucu
Jeta menghempas tangan Dino dan berjalan keluar begitu saja
"Lautan di samudera?" bingung Dino
Jeta berjalan santai ke arah ruang kepsek, ia tersenyum bahagia
Saat hampir mencapai ruang kepsek ia berpapasan dengan Jorell, Denny, Leonie dan Anggie
Kalau biasanya Jeta mengejek mereka, kali ini Jeta hanya lewat dengan senyum senang
"Dia kenapa?" heran Leonie
"Hooh, tumben gak ganggu?" bingung Denny
Jorell hanya mengendik sedangkan Anggie menyimak
Ting
Sebuah pesan masuk ke ponsel Jorell, Jorell mengambil ponselnya itu
"Kenapa J?" tanya Anggie
"Lautan di samudera?" ujar Jorell dengan penuh tanda tanya
"Hah?" bingung Denny dan Leonie, keduanya mengambil ponsel Jorell
DinoPMR
Oi J, lautan di samudera kata Marjeta.
"Maksudnya?" bingung mereka
Jeta tiba di depan pintu ruang kepsek, ia mengetuk dan segera masuk setelah dipersilakan
"Siang pak," ujar Jeta
"Siang Marjeta," balas sang kepsek
"Hai ayah!" seru Jeta dengan senyum manisnya
"Hello darling," balas ayahnya Jeta
Dylan Saverio
Stay safe!
Salam si amatiran
GVJS❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Dih-, (COMPLETED✔)
Fiksi RemajaJorell Laurel Kenzie cowok yang memiliki arti nama 'Laki-laki yang menjadi pemimpin bijak sana, serta dia yang menyelamatkan dan memberi rangkulan'. Cowok dengan sejuta keburukannya mulai dari bad boy, perokok, dingin, datar dan yang terburuk adalah...
