"Kak, di tungguin mama papa di bawah!"
Suara itu sayup sayup terdengar di telinga Keyla.Badannya masih berat untuk bergerak.Kondisi rambutnya pun masih acak-acak an.Ia membuka matanya perlahan sambil memfokuskan penglihatannya.
Diraihnya handphone yang terletak di atas nakas.Lockscreen nya sekarang menunjukkan pukul 07.00 WIB.Kakinya kemudian berjalan gontai memasuki toilet dan membasuh wajahnya.
Ia mengarahkan langkahnya menyusuri tangga rumahnya.Di bawah sudah terlihat mama, papa dan adiknya beserta hidangan roti, selai, dan susu.Dan tunggu, ada seorang wanita yang tidak terlalu tua tengah duduk di samping adiknya.
Dilanjutkannya langkahnya hingga mendekati meja makan.Dengan mimik yang terheran, Keyla mulai menarik kursi tepat di depan wanita tadi.Seperti tahu apa yang sedang dipikirkan anaknya, Ardyan papanya membuka suara.
"Ini guru privat kamu, supaya kamu bisa lebih fokuskan diri untuk belajar dan bisa lanjutkan pendidikan kamu tahun depan" ujar Ardyan seraya menunjuk wanita itu
Wajah Keyla seketika berubah datar.Ia hanya bisa pasrah dengan keputusan papanya.Melihat ekspresi Keyla yang sama sekali tidak menggubris perkataan Ardyan, Evelyn wanita cantik di samping papanya yang adalah mama Keyla ikut angkat suara.
"Kamu gak usah bebal.Kami udah kasih yang terbaik buat kamu supaya kamu bisa dapat masa depan yang lebih cerah."
"Dan gak ada kata penolakan lagi!" Tambah Evelyn dengan ketusnya
"Aku gak ada nolak kan ma, terus masalahnya apa?" Jawab Keyla seraya memasang muka melasnya
Suasana di atas meja makan semakin tampak kaku dan beku.Keluarga itu memang sangat otoriter.Belum lagi Ardyan dan Evelyn yang sangat over protectiv terhadap anak-anaknya dan memaksakan segala sesuatu tanpa memikirkan bagaimana perasaan anak-anaknya.
Bukannya Keyla tidak ingin mendengar perintah dan nasehat orangtuanya.Namun hal-hal seperti memilih jurusan, memilih pasangan, memilih hobby, dan semua keputusan pribadi ditentukan berdasarkan keinginan orangtuanya.
Tidak ada yang dilakukan Keyla selain menurut karena jika tidak ia pasti dihujani cacian dan hinaan dan umpatan dari orangtuanya.Dia sama sekali tidak mengerti gaya parenting kedua orangtuanya.
Keyla terus memperhatikan wanita yang sedang fokus dengan sarapannya.Dia yakin wanita itu sudah tidak lagi gadis namun wajahnya sangat mulus dan tampak seperti remaja.
Karena merasa diperhatikan, Syiffa menghentikan aktivitasnya dan menegakkan dagunya.Keyla yang terciduk sontak kembali menikmati makanannya dan tertunduk.
"Baiklah papa dan mama berangkat dulu" interupsi Ardyan seraya bangkit dari tempat duduk begitupun Evelyn yang menyusul.
Keduanya menyodorkan tangannya kemudian di raih Keyla dan Nia.
"Mama kok ikut papa?" Tanya Nia dengan menaikkan oktaf suaranya menghentikan langkah mama dan papanya yang sudah hampir mendekati pintu.
"Mama ada acara sama teman-teman mama" sahut Evelyn dari kejauhan yang membuat suaranya menggema di ruangan itu.
"OKE DEH MAAA!"
Sekarang tinggal Keyla,Nia, dan Syiffa.Suasana semakin menegang.Namun Nia yang merasa tidak nyaman, mengumpulkan keberaniannya mengangkat bicara memecahkan keheningan yang sekarang terjadi di antara mereka.
"Hai tante, saya Nia dan ini kakak saya Keyla"
Syiffa yang mendengar kalimat Nia malah tertawa lirih.Ia seperti teringat suatu film.Nia memandang Syiffa semakin lekat dengan sedikit memiringkan kepalanya karena terheran.Sedangkan Keyla memandang Syiffa dengan tatapan yang tidak dapat diartikan
KAMU SEDANG MEMBACA
Except U
RomanceI'm bipolar.You see? Keyla POV Aku terlihat seperti tidak terluka, Kuat, dan sempurna.Aku juga hidup di tengah-tengah keluarga otoriter dimana orangtuaku dengan sempurna menjagaku.Tapi ntah kenapa aku merasa terkekang.Atau aku yang terlalu bersemang...
