Nine.Struggle Always Come

65 31 35
                                        

Tok...tok...tok

"Keyla, buka pintunya" teriak seseorang  yang ia tebak adalah mamanya

"Iya tunggu ntar ma" sahut Keyla seraya membuka pintunya.

"Ada apa ma?"

Evelyn mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar nya.Lantas melangkahkan kakinya memasuki kamar Keyla.Ia tidak heran lagi dengan kondisi kamar Keyla yang sudah seperti istana.Belum lagi kamarnya didominasi oleh warna pink.Keyla lah yang telah mendekorasi penuh ruangan itu.Kamar yang dahulunya polos sekarang bak istana princess.

Yang Evelyn tahu, ia membeli itu semua dari uang yang Keyla tabung dari uang jajannya selama SMA.Namun kenyataannya, itu tidak sepenuhnya benar.Karena Keyla menggunakan uang hasil penjualan buku novel best seller lah yang membuatnya bisa mendekorasi kamarnya.

Tentu saja hal itu tidak diketahui Evelyn maupun Ardyan.Bukannya pujian yang ia dapat.Ia malah semakin menambah masalah karena orangtuanya yang menganggap itu hanya membuang-buang waktu saja.Dan sebagai prinsip utama, kuliah di universitas negeri dengan jurusan yang sudah ditentukan kedua orangtuanya—jurusan Ekonomi..

"Syiffa sedang tidak fit tadi" interupsi Evelyn dengan mata yang masih mengedar ke segala penjuru kamar."jadi kamu harus bisa manfaatin waktu kamu.Sebelum kamu tidur usahakan baca buku dulu" Mata Evelyn kemudian berhadapan dengan mata Keyla.

"Kamu gak buang-buang waktu lagi kan menulis ataupun baca novel lagi?"

"Gak lagi kok ma"

Evelyn terus menyelidiki kamar Keyla.Sampai ia melangkahkan kakinya mendekati balkon berniat memeriksa kunci pintu balkon.

Yang keyla ingat di teras balkonnya sudah bertaburan sisa-sisa peperangannya dengan Jezzly sedari tadi.Jika dilihat Evelyn pastinya ia akan dihujani wawancara dadakan.

Keyla dengan cepat menahan lengan Evelyn yang sudah tercantol di knop pintu balkon.Untung saja ia sigap menahan agar Evelyn tidak membuka pintunya.

Namun apalah daya bila sial telah menimpa.Evelyn menarik tangan Keyla kemudian menatap lengan Keyla lekat dalam genggamannya.

Keyla menelan saliva nya beberapa kali.Wajahnya pun sudah pucat pasi.Ia benar-benar tak habis pikir.Ia lupa memakai lengan panjangnya seperti yang ia lakukan sebelum-sebelumnya berupaya menutupi bekas luka yang ia buat sendiri dengan sengaja.

"Kenapa tangan kamu?" Lengan yang Evelyn pegang pun di angkatnya tepat di depan mata Keyla.

"Ma, aku—jadi—kucing"

"Saya tahu ini bekas luka yang disengaja" ujar Evelyn penuh keyakian

"Kamu yang lakuin kan? Jawab mama Key!"

"Gak keyla maa, Keyla sama sekali gak tahu kenapa luka itu bisa muncul ma!" Ujar Keyla bohong

"Tadi kamu bilang kucing dan sekarang kamu bilang gatau kenapa!"

"Dengar ya key, mama gak akan segan-segan kasih tahu hal ini ke papa kamu.Kamu pasti sudah di racuni oleh buku-buku kamu itu.Semua cerita mu itu.Khayalan mu itu.Kamu pasti baca hal-hal yang bisa ngerusak pikiran kamu!"

"Apa ini?" Evelyn meraih buku novel yang ber genre pyshcopat milik Keyla.

"Tidak bisa dibiarkan lagi" Evelyn malah memungut semua novel-novel milik Keyla tanpa terkecuali.Bahkan buku terbitannya pun telah dirampas mamanya."semua ini harus di bakar.Kamu gak perlu lagi hanyut dalam semua cerita khayalan ini!"

Except UTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang