Minggu pertama puasa.
"I'd swim every montain, and climb every ocean, nananaana."
Niall dengan santainya nyanyi sambil tiduran di sofa, sampai sebuah bantal mendarat mulus di mukanya.
"Siapa sih yang bikin gue ciuman sama ini bantal? Dih, bau lagi!" protes Niall sambil jauhin bantal yang katanya bau itu.
"Lagian lo ngawur banget kalo nyanyi," sewot Liam yang ada di belakang Niall.
"Halah, bilang aja lo iri sama golden voice-nya gue!" elak Niall.
"Wow, kuping gue seketika ngeblur," ledek Liam.
Gue cuma bisa merhatiin mereka yang asik debat. Harry lagi ngotak-ngatik isi kumpulan film-film gue di rak. Louis lagi fokus sama hp, entah ada atau nggak yang sudi chattingan sama manusia satu itu.
"Film apaan nih?" tanya Harry tiba-tiba sambil nunjukin bungkus CD film itu.
"Harry Potter," jawab gue.
"Kenapa nggak Harry Styles aja?" tanya Harry lagi, yang pengen gue jambak rambutnya.
"Karena nama lo kagak elit, Harryono Stenlis," sahut Niall.
Harry cuma natap sinis Niall. "Ohh, gue tau! Yang vidio klipnya mars perindo, kan?"
"Itu Harry Tanoe, anjing!" timpal Louis. Buset, ini bocah sekalinya nimbrung langsung ngegas.
"Woy, lo jangan ngegas dong, bangsat!" sentak gue.
"Lo juga ngegas, Zayn," peringat Liam.
Akhirnya gue tarik nafas biar nggak keceplosan ngegas.
"Beda, ya?" kata Harry pelan sambil ngerutin alisnya.
Hm, apa puasa bikin dia makin bego?
"Harry Potter yang di jidatnya ada petir," jelas gue ke Harry.
Harry makin merhatiin cover yang ada di bungkus film itu. "Nah, itu petir ngapa mesti warna item?"
"Kalo warna merah jadinya harry libur," celetuk Niall.
Jawabannya kreatif banget. Tapi emang iya, sih.
Harry manggut-manggut. "Masok akal."
"Harry Potter itu bisa sihir," tambah Liam ngejelasin.
"Kayak Pak Tarno, dong?" kata Harry dengan polosnya.
"Iya, baca mantra dulu," sahut Liam. Kayaknya dia makin gencar buat ngeladenin pembodohan ini.
Harry ngangguk. "Mantra buat bikin konten."
Alis tebal gue keangkat. "Emang gimana mantra bikin konten?"
Harry nyengir selebar-lebarnya, pipinya sampai bolong. "Simsalabim jadi apa..."
Kita semua nunggu Harry ngelanjutin mantranya dengan seksama.
"Vlog, vlog, vlog!" lanjut Harry girang sambil tepuk tangan heboh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Ramadhan
Fanfiction[COMPLETED] [One Direction Alternative Universe Story] Ramadhan-nya para idiot. Seperti yang kita tahu, Ramadhan adalah bulan suci yang penuh berkah. Dimana bulan yang tepat untuk menyucikan diri juga jiwa. Namun, apa jadinya jika para kaum adam kur...
