" Maafkan aku yang belum bisa menyerahkan hatiku padamu. Maafkan aku yang belum bisa memenuhi segala keinginanmu. Ku harap akan tiba segera waktunya aku benar-benar memberi hatiku untukmu " Sehun mengecup lama salah satu pipi Liana.
▪◾◻◾◻◾◻◾◻◾◻◾◻◾◻◾▪
Liana sebenarnya hanya memejamkan mata karena merasa berat untuk membuka matanya.
Ia mendengar sekilas kalimat yang terucap dari lisan suaminya itu. Tapi ia tidak bisa mendengar dengan jelas karena kesadarannya terambil sedikit dengan rasa kantuk dan lelahnya.
Tapi satu hal yang ia yakini, bahwa ia merasa seseorang mengecup salah satu sisi pipinya.
' kau pasti hanya sedang bermimpi dan berhalusinasi karena keinginanmu yang terlalu besar, Liana'
Setelah merasa Sehun pergi keluar dari kamarnya, Liana membuka kedua matanya dan menepuk berkali-kali pipinya sambil terus bergumam. Kegiatannya terhenti saat mendapat panggilan dari sang ibu mertua yang meminta untuk ditemani pergi arisan esok hari.
🔸🔸◾◻◾◻◾◻◾◻◾◻◾🔸🔸
Seperti pagi hari sebelum-sebelumnya, pagi ini juga Liana sudah berada di dalam kamar mandinya untuk menuntaskan aktifitas hariannya beberapa hari belakangan yang seringkali merasa mual di pagi hari.
Jika dikatakan menyiksa, sebenarnya Liana merasa sedikit tersiksa tapi beruntungnya pekerjaannya kini yang bekerja sebagai guru kursus dan guru privat les membuatnya hanya bekerja disaat siang hingga malam hari. Bisnis cafe yang dikelolanya dan sudah memiliki banyak cabang juga sudah ia serahkan kepengurusannya, tetapi tetap tanggung jawab dan kepemilikan berada di tangan Liana.
Tapi tanpa Liana ketahui, sebenarnya sang suami juga merasakan hal yang sama setiap pagi . Harus dilanda rasa mual yang sangat menganggu pagi harinya saat bekerja. Tapi intensitas mual yang dialami suaminya tidak separah yang dialami langsung oleh Liana.
🔸🔸🔳🔳◻🔳🔳🔸🔸
Tidak terasa waktu telah berjalan semakin jauh dan Liana merasakan beberapa perkembangan dalam hidupnya. Walaupun sesekali Liana merasa perasaannya sakit karena sang suami tapi Ia berusaha mengobatinya dengan dibantu juga oleh Kai.
Kemarin siang Liana baru saja memeriksa keadaan kandungannya yang sudah mulai terlihat dari ukuran perutnya yang sedikit membuncit. Berdasarkan informasi yang diberikan dokter kandungannya, saat ini usia kandungannya telah berusia tiga bulan.
Sepulang dari rumah sakit tempat memeriksakan kandungannya, Liana pergi menuju sebuah kafe yang ia lihat di dekat rumah sakit. Kali ini ia merasa sangat ingin makan spaghetti. Mungkin ini termasuk bagian dari ngidamnya, tapi beruntung setiap ia mengidam tidak pernah menyulitkannya seperti wanita lain.
====================
Entah kebetulan atau takdir macam apa, Liana kembali melihat sang suami bersama seorang wanita yang pernah dilihat sebelumnya. Sang wanita terlihat seperti sangat sedih sambil memegang sebuah map berlogo rumah sakit.

KAMU SEDANG MEMBACA
LIANA
ChickLit" Apa jika aku menolongmu, kau akan menolongku juga? Kau harus menjadi pendampingku. Kau harus setuju! " --- Kai " Kau gila! Aku sudah punya pasangan, Tuan Bodoh!" --- Liana " Kini hanya ragaku yang kau miliki, tidak dengan hati ku Liana"...