02

1.2K 296 507
                                        

A S I N G K A N

D I A   Y A N G   T A K

B E R G U N A

Pembaca yang baik, jangan lupa vote, komen, and share agar teman-teman kalian juga baca cerita ini❤

💌💌💌

Ketiga sahabat itu melangkah beriringan menuju tempat terfavorit semua sekolah yang ada di Indonesia. Tempat mereka mengisi kekosongan—entah itu perut, pikiran, atau hati. Tak jarang juga mereka menjadikan kantin sebagai tempat ternyaman saat bolos pelajaran atau sekadar nongkrong bersama teman-teman.

Saat ini tidak banyak siswa-siswi yang berada di kantin, karena satu jam lagi bel istirahat baru akan berbunyi.

"Mbak Mun. Gue mau pesen ini, ini, ini, sama ini. Tagihannya minta ke Theo." tunjuk Yoan seenak jidat.

Setelah selesai memesan makanan, mereka berjalan menuju meja paling besar yang berada di pojok kantin. Tempat yang sudah dicap mereka sebagai hak milik.

"WOY DENGERIN, GUE PUNYA PANTUN!" sorak Yoan, menatap kedua sahabatnya yang terlihat antusias.

"MASAK AER!"

"BIAR MATENG," sahut Arsen.

Senyuman Yoan merekah.

"MASAK AER!"

"BIAR MATENG," sahutnya lagi.

"JALAN-JALAN KE TANAH ABANG.
JANGAN LUPA BELI BAJU," seru Yoan heboh memulai aksi pantunnya.

"CAKEP!" jawab Arsen mengacungkan jari jempolnya.

"MAKASIH," sahut seseorang memotong kelanjutan pantun yang akan dilontarkan Yoan.

"KAK YOAN AWAS UTA MAU DUDUK!"

Ketiganya menatap cengo kedatangan seorang gadis dan cowok yang ada di belakangnya. Tanpa aba-aba adik kelasnya mendorong Yoan yang duduk di sebelah Arsen sampai terjungkal.

"Ups." Gadis itu membekap mulutnya.

"Ih, kak Yoan ngapain duduk di situ? Sini aja duduk sama kita."

"Ini karena lo dorong gue tadi!" bentak Yoan.

"UTA GAK SALAH! SALAH KAK YOAN SENDIRI LAH. KENAPA KAK YOAN GAK MAU AWAS?!"

Yoan memandang Utari tidak suka. Padahal gadis itu yang salah tapi kenapa dirinya yang disalahkan?

"PANO, KAK YOAN MELOTOTIN UTA? HUAAA PANOOO, KAK YOAN NAKAL PANO, UTA GAK SUKA KAK YOAN!" adu Utari.

"Heh! Gue juga gak suka sama lo?!" Yoan menatap Utari geram

"HUAAA, PA-PANO AJA SUKA UTA MASA KAK YOAN GAK SUKA SAMA UTA? HUAAA, PANO ... HIKS. PANO UTA GAK MAU TAU POKOKNYA BESOK KAK YOAN HARUS PERGI DARI DUNIA INI!"

"Buset serem amat."

Mendapat pelototan dari Devano, Yoan langsung bersembunyi di balik tubuh Theo. Ia tahu hanya Theo yang bisa melindungi dirinya dari keganasan adik kelasnya. "Akang Theo to-tolongin adek."

Tidak ada yang berani duduk di meja ini tanpa izin dari Theo and the geng. Kalaupun ada, hanya mereka berdua saja yang berani. Adik kelasnya, Devano si biang rusuh dan Utari si cewek heboh.

"Ta, lo duduk sini."

Arsen menepuk tempat kosong di sebelahnya, bermaksud agar Utari duduk di sampingnya. Namun apa daya saat realita tidak sesuai ekspektasi, bukan Utari yang duduk di sebelah Arsen melainkan Devano.

Jangan Datang Lagi, Cinta! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang