01

1.9K 402 744
                                        

F I R S T,   B E Y B E H !

Pembaca yang baik, jangan lupa kasih vote, and comment

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Pembaca yang baik, jangan lupa kasih vote, and comment. Kritik juga jika ada kesalahan, aku akan menerima dengan baik kritik kalian gaes

💌💌💌

Dua orang cowok menatap iba seorang gadis yang sedang dimarahi oleh salah satu sahabatnya, Theo. Tidak heran, wajah blasteran dan sikapnya yang dingin membuat Theo memiliki banyak penggemar.

Mulai dari yang positif sampai negatif. Jarang sekali ada fans Theo yang hanya melihatnya diam-diam, karena sebagian besar dari mereka bersikap seolah Theo adalah pacarnya. Tidak boleh ada yang sentuh, tidak boleh ada yang suka, tidak boleh ganjen di depan Theo. Sering sekali para fans Theo ribut hanya karena mereka merasa tersaingi. Prinsipnya hanya satu, jika ada yang berani mendekati Theo maka tanpa berfikir dua kali mereka akan menyerbu orang itu.

Tidak seperti biasanya. Hari ini Theo sendiri yang turun tangan memarahi seorang perempuan yang berani-beraninya memberikannya sarapan. Dengan bekal roti dilapisi kotak berwarna kuning cerah membuat Theo merasa gerah.

"Gue masih punya duit buat beli makanan satu kantin, jadi lo gak perlu bawain makanan sampah kaya gini."

Sakit yang dirasakan gadis itu setelah mendengar perkataan Theo. Andai saja tuhan membuat tombol on off untuk telinga, mungkin saja ia sudah memencet off sejak tadi.

Tetapi sakit itu tidak sebanding dengan rasa kagumnya terhadap ciptaan Tuhan yang hampir sempurna di depannya ini. Terlalu tampan untuk dibenci. Hanya saja, mungkin Tuhan menaruh sedikit bumbu cabai di lidahnya.

"Sabar, ya, Ge," ujar seseorang yang sangat dikenal kedisiplinannya. Si ketua OSIS, Arsen.

Namanya Gebby, kerap disapa Ge. Perempuan ceria yang tidak kenal putus asa itu terus berusaha mendekati Theo. Dari banyaknya fans Theo, Gebby termasuk tipe perempuan yang tidak pernah memikirkan perkataan Theo.

Jika sekarang ia merasa sakit, yakinlah sebentar lagi Gebby akan muncul dengan senyum cerah seolah tidak terjadi apa-apa.

"Gak usah didengerin, Theo emang suka gitu," kata cowok yang dari awal hanya duduk menyaksikan. Cowok itu berdiri, mendekati Gebby. "Pms dia," lanjutnya sedikit berbisik.

Gebby menahan tawanya, dia tau cowok yang satu ini adalah sahabat Theo yang paling bisa mencairkan suasana. Sikapnya yang jahil dan otaknya yang setengah membuat Gebby sedikit merasa terhibur.

"Iiihhh udah sana. Yoan, kamu bau banget!" Yoan termangu mendengar perkataan Gebby langsung mencium aroma keteknya sendiri. Yoan mengernyit. Tidak bau pikirnya.

"Yee dasar lo Ge, udah gue bantuin malah ngehina lagi," kesal yoan.

"Eh, iya. Kok lo sendirian? Sahabat lo kemana?"

Jangan Datang Lagi, Cinta! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang