Hampir seluruh tim Quidditch dari berbagai asrama mulai menggencar-gencarkan latihan mereka. Begitu juga dengan Slytherin. Meskipun pertandingan pertama yang dilakukan adalah Gryffindor melawan Ravenclaw, Slytherin sama sekali tidak melonggarkan latihan mereka. Bahkan latihan hari ini mereka lakukan hingga larut malam. Madam Hooch harus tirin tangan untuk menghentikan latihan mereka
JJ dan Kim Lip berjalan menuju asrama mereka seraya menenteng-nenteng sapu. Ketiganya sudah sangat mengantuk sebenarnya, tapi perut mereka lapar. Mereka meninggalkan makan malam tadi.
Ketiganya masih diam-diaman sebenarnya. Karena insiden Kim Lip yang dekat dengan anak Gryffindor. Tapi Kim Lip sendiri sudah cukup lelah untuk sekedar peduli. Ia berjalan cuek dibelakang JJ tanpa mengeluarkan suara apapun.
Perut Jaemin bunyi, menandakan ia sangat lapar.
"Tenang, Jisung sudah ku perintahkan untuk mengambil makanan dari aula tadi. Ia menunggu diruang rekreasi" kekeh Jeno, peka.
"Kenapa asrama rasanya jauh sekali?" keluh Jaemin, yang setelah itu menguap lebar, kemudian mulai merenggangkan badan
Mereka menaruh sapu mereka di lemari sapu yang terletak beberapa meter sebelum belokan pintu asrama. Jaemin menaruh Nimbusnya dengan asal dan langsung melangkah pergi. Meninggalkan sahabatnya sementara Jeno dan Kim Lip menaruh sapu mereka dengan rapi, kemudian menutup pintu lemari.
Tapi sepertinya, pintu lemarinya macet.
Kim Lip tidak bisa mengatupkan pintunya dengan benar.
Jeno membantunya, mendorong pintu itu dengan tenaga agar mau mengatup.
Sepanjang koridor ini sepi, hanya ada mereka bertiga karena murid-murid lain sudah berada diatas kasur masing-masing dan mulai bermimpi.
Itu artinya tidak ada yang bisa dimintai tolong.
"Reparo!" terdengar suara Jaemin yang merapalkan mantra kearah pintu lemari. Membuat Jeno berhasil menutupnya dengan benar.
Jeno dan Kim Lip menoleh heran kearah Jaemin. "Tidak jadi ke asrama?"
Jaemin tidak merespon, ia terus melangkah kearah mereka kemudian berujar "Ayo ke dapur, ruang rekreasi tidak ada Jisung dan makanannya"
Jaemin mengajak mereka untuk menyeludup ke dapur. Kim Lip yang merasa dirinya tidak diajak malah berjalan melewati Jaemin untuk kembali ke asrama.
"Kau juga belum makan malam, nona Gryffindor"
Jaemin tiba-tiba meraih jubah Kim Lip dan menariknya "Ayo ikut!"
Kim Lip hanya menurut, tidak protes sama sekali. Ia juga tidak peduli dengan julukan baru dari Jaemin itu.
Menyeludup ke dapur tidak hanya terjadi sekali. Mereka sudah berkali-kali melakukannya. Bukan hanya ke dapur, tapi ke setiap sisi Hogwarts yang terlarang sekalipun. Bisa dibilang JJ sangat berpengalaman, dan mereka tidak pernah ketahuan jadi Kim Lip santai saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Book I : Love and Hate - NCT LOONA Hogwarts Series
FanfictionNow--Book I : Love and Hate [END] Book II : Light and Dark [END] Book III : Mortal or Immortal [END] Book IV : Ethereal [ONGOING] Banyak hal yang perlu Mark ketahui di Sekolah Sihir Hogwarts. Bukan hanya soal Quidditch. Tapi soal ... "Siapa Jeon H...
