19 - Awal yang buruk bagi Kim Lip

1K 181 10
                                        

Jaemin mengantar Heejin ke asrama Ravenclaw tanpa mengucapkan kata apapun, ia tidak bertanya kenapa Heejin bisa ada disana malam-malam, ia juga tidak memberitahu Heejin soal jubah macam apa yang dipakainya sampai Filch tidak bisa melihat mereka.


Seharusnya Heejin yang bertanya, benar?


Tapi Heejin hanya diam saja, ia sibuk mengatur detak jantungnya yang berdegub, entah karena panik atau karena apa.


Jaemin hanya mengangguk ketika Heejin berterimakasih padanya, kemudian kembali bersembunyi dibalik jubah dan Heejin buru-buru menyebutkan kata kunci agar bisa masuk ke asrama.


Begitu masuk, Heejin menyesal. Karena langsung saja, pertanyaan yang seharusnya ia tanyakan muncul diotak Heejin.


Kenapa seorang Na Jaemin bisa ada di sana?


***



Pertandingan Quidditch kali ini tidak seru, atau bahkan bisa disebut sangat buruk. Karena cuaca dan udara yang sama sekali tidak mendukung, baik itu bagi pemain ataupun penonton.


Madam Hooch berkata untuk mengundurkan jam pertandingan karena cuaca, namun setelah 30 menit menunggu, hujan tetap turun dengan derasnya.


Ketika pertandingan dimulai, tidak ada suara selain petir dan derasnya hujan, sorakan penonton bahkan sama sekali tidak terdengar. Hal ini terasa seperti ketika kau bermain namun tidak memiliki suporter sama sekali.


Mereka yang menonton juga sebenarnya kebingungan, mana Gryffindor dan mana Slytherin? semua pemain terlihat sama dengan mantel hitam mereka.


"Gryffindor unggul dengan 40 - 30" suara Jinsoul, komentator mereka hari ini, mulai terdengar.


"Chaser Slytherin keren juga bisa mengalahkan Mark Lee" ujar salah seorang murid disamping Chuu.


"Hujan membuatnya kesulitan" kata temannya yang lain, sementara Chuu terdiam sendirian di kursinya. 


Kalian tahu kan apa yang terjadi pada Mark?


PIIPPPP


Pluit madam Hooch berbunyi, entah apa yang terjadi tapi semua pemain mendadak turun kebawah di pinggir lapangan, menghampiri kerumunan yang Chuu lihat seperti kibasan rambut abu-abu ditengah-tengah mereka. 


Itu Kim Lip. Seeker Slytherin.


Chuu buru-buru bangkit dari kursinya dan menghampiri kerumunan tersebut, ia sudah memakai mantel jadi tidak masalah apabila hujan-hujanan.


Benar aja, Kim Lip sedang mengerang kesakitan disana. Sesuatu terjadi pada lengannya.


"Apa yang terjadi?" tanya Chuu begitu sampai.


"Jaemin salah melempar Blugder, malah kena tangan Kim Lip. Emang pada dasarnya mereka itu barbar. Temen aja dihajar" jawab Lucas emosi. Sementara Haechan yang ada disebelahnya menepuk dadanya pelan, menegur.

Book I : Love and Hate - NCT LOONA Hogwarts SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang