18 - Si Pengecut yang membuat Heejin penasaran

1K 183 25
                                        

Heejin sudah menulis surat balasan untuk penggemarnya tapi ia tidak tahu cara memberikannya, Olivia menolak untuk memberikan surat itu karena dia sendiri mengaku tidak tahu siapa orangnya.


Kenapa semua orang jadi aneh begini?


Heejin bertemu Mark di perpustakaan. Terakhir mereka bertemu yaitu hari Jumat minggu lalu, saat dimana Heejin menanyakan soal surat penggemar. Ketika Mark melewatinya, pria itu tidak memerdulikan, padahal Heejin ingin bertanya apakah Mark punya kabar baru soal surat penggemar.


Yah, Heejin pikir mungkin Mark punya urusan sendiri.


Heejin melihatnya yang berjalan ke bagian perpus seksi terlarang. Entah bagaimana ruangan itu dibuka pada siang hari ini. Padahal biasanya ruangannya selalu tertutup dan murid-murid dilarang masuk. Heejin tidak tertarik untuk masuk, pasti isi buku-bukunya seram-seram. Heejin justru lebih penasaran kenapa Mark masuk kesana. 


Tak lama kemudian, Chuu juga masuk kesana. Heejin cukup kagum dengan keberanian yang dimiliki anak-anak Gryffindor. Rasa keingintahuan mereka yang tinggi dapat mengalahkan rasa takut mereka.


Ketika Heejin keluar perpustakaan, seorang murid Hufflepuff kelas 1 bernama Zhong Chenle datang menghampirinya dan memberinya secarik perkamen



Kau marah? Apa kita tidak bisa berteman seperti ini?

Taruh surat balasanmu di balik lukisan Bowman Wright di koridor utama, kau pasti tahu dimana letaknya.


Salam hangat,

Dari aku yang ingin kamu bahagia.



Itu isi suratnya.


Bodoh bukan, 'Ingin Heejin bahagia?' dia benar-benar ingin membuat Heejin baper.


Chenle pergi tanpa berkata apapun, Heejin agak aneh melihatnya. Namun saat mengawasinya pergi, Heejin melihat diujung koridor, bayangan murid dengan jubah Hogwarts tertampang di dinding.


Seseorang mengawasinya.


"Siapa disana?"


Bodoh, kenapa berteriak begitu?, batin Heejin menyesal. Karena setelahnya bayangan itu menghilang dengan derapan kaki yang terdengar jelas.   


Heejin mengejarnya.


"Berhenti disana!" pinta Heejin berteriak, mengikuti suara derapan langkah kaki tersebut.


Jauh sekali Heejin mengikutinya, sampailah dia di patung Gargoyle, patung menuju kantor Kepala Sekolah.


Heejin kehilangan jejaknya.


Masa dia ke ruangan Profesor Dumbledore?, batin Heejin. Merasa hal itu tidak mungkin. Tidak semua murid bisa seenaknya datang. Lagipula patungnya masih di bawah, berarti tidak ada yang baru naik.

Book I : Love and Hate - NCT LOONA Hogwarts SeriesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang