Interpretasi rasa yang rumit dan menyakitkan. Apakah ada yang menjadi pelipur lara?
---
Resah, saat raga yang selalu bersama
Namun tak nampak di penglihatan
Apakah aku seburuk itu
Sampai penglihatanmu nampak samar
Kelu, saat lidah ini berusaha menyeruakkan kata
Namun tetap tak terdengar
Apakah aku seburuk itu
Sampai pendengaranmu nampak samar
Sakit, saat hati sudah sepenuh hati mencintai
Namun tetap tak ada yang kau rasa
Apakah aku seburuk itu
Sampai perasaanmu nampak samar
Memang aku buruk.
Tidak sesempurna pujaan hatimu.
Namun, pernahkah kau fikir?
Bahwa, akupun manusia biasa yang punya hati?
Peduli apa kau tentang hati?
Karena sampai kapanpun memang kau takkan pernah peduli.
Untukmu, semoga bahagia.
Bandung, 29 Juni 2019
KAMU SEDANG MEMBACA
WHY.YOU
PoesiaPercayalah, rindu ini masih milikmu dan aku akan menunggumu. Sejak 2017, oleh Muhammad Wahyu
