Hati-hati typo bertebaran
Happy Reading:)
"Nah! Ketemu nih" Pekik Chenle, mengangkat tangan kanannya yang memegang sebuah stopmap berwarna coklat berisikan biodata salah satu siswa golden ticket tadi, Kiara Ananta.
Chenle berpindah mendudukkan tubuhnya disofa dalam ruang administrasi SMA Zhong Dai. Yangyang dan Xiaojun pun menghampiri Chenle, merasa tugasnya untuk menjaga keamanan sudah selesai, keamanan takut tertangkap basah tepatnya. "Kiara Ananta, usia 15 tahun, golongan darah O. Asal ayah dari China, dan ibu asli Indonesia. Pekerjaan ayah cleaning service dan pekerjaan ibu swasta. " Chenle menjabarkan profil gadis tadi kepada Yangyang dan Xiaojun.
"Gila! Masih muda ternyata. Se pinter apa sih, dia?" Xiaojun berdecak kagum atas prestasi gadis tadi, usianya masih 15 tahun dan dia sudah SMA. Chenle masih melongo atas apa yang dibacanya baru saja, terbesit rasa malu dihatinya telah menjelekkan gadis itu tadi pagi. Gadis itu pintar dan Chenle merasa ia tidak ada apa-apa nya dengan gadis itu.
"Miskin harta tapi kaya ilmu ya" Celetuk Yangyang memuji, melihat wajah terkejut dan sendu Chenle, Yangyang pikir sepertinya Chenle merasa menyesal.
"Lah gimana caranya emaknya ketemu sama bapaknya noh? LDR an kah?" Xiaojun terbahak sendiri mendengar ucapannya, dan menghentikan tawanya setelah kepalanya dipukul Yangyang, "ya kali emaknya TKW, tuh mulut ngasal mulu ngomongnya".
Perdebatan Yangyang dan Xiaojun terhenti setelah mendengar keterkejutan Chenle, " Gila! Langsung masuk kelas 12 dia, mana sekelas sama gue lagi" Mata Chenle membulat dan nafasnya naik turun, takut sekali duduk dengan orang tidak mampu. Dasar presiden!.
"Bangku kosong dibelakang lo doang, btw" Xiaojun berujar mencela Chenle yang harus rela berdekatan dengan gadis tadi. Xiaojun dan Yangyang harus menerima keterkejutan karena Chenle yang menggebrak meja kaca didepannya itu, "gue harus nyingkirin rakjel itu! dan kalian-" Tangan Chenle berganti menunjuk kedua temannya yang masih terdiam kaku karena terkejut, "Harus bantuin gue gimanapun caranya!" Chenle mengalihkan pandangannya ke berkas biodata yang dipegangnya, matanya menatap nyalang dan pelan-pelan ia menggenggam kertas itu menjadi bulatan dan melemparnya ke pintu ruang administrasi.
"Kepergok kalian!" Pekikan wanita yang dikenal Chenle terdengar dari arah pintu ruang administrasi, sontak mereka bertiga menoleh mendapati Ms. Xiera dan Mr. Xinyu guru administrasi SMA Zhong Dai. Chenle berdiri dari duduknya terkejut, sekejap ia tersenyum remeh, "Tante ternyata" Ujarnya santai. Sebenarnya tadi Mr. Xinyu ingin mengambil flashdisk nya yang lupa ia bawa, ia melihat bahwa Chenle dan kedua temannya membaca serius sebuah map coklat. Dengan tergesa Mr. Xinyu ke ruang Bimbingan Konseling memanggil Ms. Xiera untuk membantunya memergoki Chenle dan kedua temannya, karena hanya dia yang berani.
"Tidak sopan sekali kamu memasuki ruang administrasi tanpa izin!" Ms. Xiera membentak, berkacak pinggang dan wajahnya mengeras menahan amarahnya yang sudah sampai ubun-ubun. Ms. Xiera merasa lelah menghadapi keponakan tirinya, tapi ia harus mengakui bahwa dia masih menyayangi bocah laki-laki yang dirawat nya sejak kecil itu. Dan sebentar lagi ia harus bersabar mendengar celaan keponakan tirinya.
"Anda ini tuna rungu ya?" Ms. Xiera membelak kan matanya, matanya merah berkaca-kaca sedangkan Mr. Xinyu disampingnya menutup mulutnya tak percaya dengan ucapan cucu Presdir Zhong Xinle 'sebenci itukah Chenle kepadanya?', Chenle tersenyum miring melanjutkan kalimatnya "Punya kuasa apa anda di sini, huh? Ini sekolah milik kakek saya Zhong Xinle, dan sebentar lagi akan menjadi milik saya Zhong Chenle!" Dengan angkuhnya Chenle berujar, mengangkat dagunya tinggi - tinggi dan bersedekap dada, seperti biasanya jika ia menghadapi sang Bibi tiri.
Ms. Xiera melangkah maju mendekati Chenle menunjuk wajah Chenle hingga hampir mengenai hidungnya, "Harusnya kamu berterima kasih sudah saya urus sedari kecil, setelah kedua orang tuamu meninggal" Ms. Xiera berujar lirih menggertakan giginya. Masih tersenyum remeh, Chenle memundurkan kepalanya dan menepis tangan Ms. Xiera yang menunjuk wajahnya, "Tidak usah bawa masalah keluarga disekolah, dasar tidak tau malu!".
KAMU SEDANG MEMBACA
Presiden Chenle ✔
FanfictionKetika si Holkay bertemu dengan si Rakjel [Disarankan follow sebelum membaca.] Punya jempol? Vote!;) "Lu lu semua, inget ya! seorang Zhong Chenle gak akan ngemis-ngemis apapun itu" teriaknya dengan nada angkuh. "Heh tukang sombong! saya ingetin ya...
