07

2.4K 266 23
                                        

Hati-hati typo bertebaran...

Happy Reading^^

                                                                          

Buk!

"Awss" Kiara meringis kesakitan akibat lututnya yang terbentur dengan ubin koridor sekolahnya. Tak lama terdengar tawa dari seseorang yang suaranya Kiara kenali, tak salah lagi bahwa itu Chenle dan kedua temannya.

"Eh miskin, kalau jalan itu liat-liat. Kek gini nih kalau gak pernah jalan di ubin mahal" Chenle mencela Kiara masih dengan tawa terbahaknya, sudah kebiasaan Chenle bukan, mencela orang-orang yang derajatnya masih lebih rendah dari dirinya.

Kiara cepat bangun dari jatuhnya dan menatap Chenle marah,  ia yakin bahwa tadi Chenle sengaja menjulurkan kakinya hingga membuat dirinya jatuh dan menjadi bahan celaan plus tawaan Chenle beserta kedua temannya, untung saja pagi ini keadaan sekolah masih belum begitu ramai.

"Kenapa lu liatin gue gitu? Mau marah, huh? Gak tau diri banget jadi orang miskin" Chenle kembali mencela, melihat wajah merah padam gadis miskin didepannya ini yang menandakan bahwa gadis itu marah padanya, ya Chenle mana peduli? Dia punya kuasa kan!

Wajah Kiara rasanya makin panas dan kepalanya ingin meledak, emosinya membuncah setiap mendengar celaan Chenle yang tak berperikemanusiaan itu. Kiara maju mendekati Chenle, menginjak kakinya hingga membuat Chenle terpekik kesakitan dan menjambak rambut Chenle hingga membuat Chenle terjatuh, reflek Xiaojun dan Yangyang mundur beberapa langkah.

Setelah itu Kiara baru membalas celaan Chenle, "Orang kaya gak punya tata krama mana pantas ada disini" dan kemudian Kiara bergegas  meninggalkan 3 kaum iblis tampan itu, menurutnya.

Xiaojun dan Yangyang mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang terjadi barusan. Baru kali ini ada orang yang berani melawan Chenle, daebak!. "Aduh,sial!" Mereka berdua langsung  tertawa ketika mendengar ringisan Chenle, lucu saja sih.

"Ngapain ketawa? Cepet bantuin gue!" Chenle membentak marah kepada kedua temannya karena menertawai nya dan tak ada niatan untuk menolongnya. Xiaojun dan Yangyang bergegas membantu Chenle berdiri masih dengan sisa tertawanya.

"Aduh, sakit perut gue, Le" Xiaojun mengeluh perutnya sakit akibat teawanya tadi.

"Seorang presiden Chenle yang di strike orang miskin untuk kedua kalinya, dengan orang yang sama pula" Yangyang menimpali, menirukan gaya bicara reporter seperti di program berita televisi.

"Ketawain aja terus! Belum ngerasain miskin soalnya" Chenle memberenggut marah, temannya tak kunjung berhenti tertawa.

"Lagian elu, sih! Orang pinter dikerjain, ya dikerjain balik lah" Xiaojun berujar dengan sengaja meninggikan suaranya agar siswa yang ada disekitar mereka mendengar. Agar Chenle tahu malu, jengah sendiri Xiaojun dengan sikap Chenle.

"Gue izin, Le. Otak kek mereka itu otak super, sedangkan otak lo? Otak dengkul, kalah pasti" Yangyang berbalik mencela yang sebelumnya masih izin kepada Chenle, konyol!. Dan kembali tertawa terbahak-bahak diikuti Xiaojun. Ya, Yangyang juga merasa jengah dengan sikap Chenle yang semena-mena. Chenle pergi dari hadapan kedua teman laknat nya itu, marah sih iya. Tapi, ia pergi karena kakinya yang sakit dan kepalanya pusing, tujuannya sekarang adalah UKS. Xiaojun dan Yangyang pun saling menoleh heran dengan Chenle yang tak membalas mereka seperti biasanya.

***

Sekarang Kiara dan Naomi, teman barunya bergegas pergi ke kantin untuk mengisi perut lapar mereka yang sudah meronta-ronta. Dari kelasnya sampai kantin pun ia tak mendapati Chenle dan kedua kawannya, 'kemana anak itu?'. Kiara berpikir apakah dirinya terlalu berlebihan tadi hingga membuat Chenle sakit dan tak mengikuti pelajaran? Hah sudahlah, orang sombong seperti dia memang pantas di balas begitu.

Presiden Chenle ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang