seobin baru akan duduk di meja sebat waktu dia menemukan yunseong yang berdiri di balkon sambil menelfon.
"iya, nanti aku kirimin. oke"
telfon itu ditutup lalu yunseong ikut duduk di dekat seobin.
"nyebat sini, seong" seobin menarik sebatang rokok dari kotaknya.
"kapan-kapan aja, bang. lo lama deh nggak keliatan di bar, bang"
seobin ketawa. "tau sendiri gue sekarang jadi supirnya kak wooseok. abis nganterin dia mana boleh gue kelayapan lagi"
yunseong menarik ujung bibirnya tipis. "nggak dibolehin kak wooseok kok kemaren gue liat lo malem-malem sama kak midam." katanya dengan suara kecil.
seobin melotot. "hah?"
yunseong menggeleng kemudian berdiri dari duduknya. "balik dah gue ke studio"
"apa kabar dokumen lo, hyuk?" seungwoo mendudukkan diri di samping jinhyuk. dia sedang jenuh mengerjakan dokumennya sendiri makanya keliling basa-basi.
"eh, bang," jinhyuk tersentak kaget, "dokumen gue baik sih, bang. lagi bikin denah kelistrikan ini"
seungwoo mendekatkan kepala pada layar laptop jinhyuk, "lo bikin apaan sih?"
"tempat prostitusi, bang"
seungwoo mengerutkan dahi. "hah? gimana? coba jelasin konsep lo ke gua"
jinhyuk membuka file 3D lengkapnya. "gue pake teori dasar arsitektur dari vitruvius. vitruvius berpendapat bahwa arsitektur harus memenuhi tiga syarat : venustas alias keindahan, firmitas alias kekokohan dan utilitas alias fungsinya bagi pengguna. di kelas arsitektur dan perilaku, pengguna ditempatkan sebagai aspek terpenting dalam kriteria desain, terutama dari aspek kenyamanan. kenyamanan pengguna yang jadi issue penting di arsitektur adalah pendapat populer yang selalu diekspektasikan dari arsitektur terutama oleh orang awam."
jinhyuk memutar-mutar model 3Dnya. "tempat prostitusi sendiri, di lain pihak, nggak akan pernah mati dari industri gelap sosial kita. prostitusi selalu punya pasar, bahkan menurut hasil survei gue, prostitusi selalu masuk 5 besar pasar gelap dengan konsumen paling besar di dunia."
seungwoo mengangguk-angguk mendengar penjelasan jinhyuk. "karena itu lo ambil prostitusi?"
"iya. karena pasarnya gede. tapi bagaimanapun, arsitektur harus menyelesaikan masalah, salah satunya masalah sosial. isu kenyamanan tadi gue balik. tempat ini dibangun bukan untuk memberi kenyamanan. prinsipnya adalah membuat ketidaknyamanan psikologis yang membuat konsumennya meninggalkan industri prostitusi di pasar gelap. salah satu caranya adalah site yang gue pakai adalah kuburan dengan rumor paling angker. satu alasan ini aja bikin dampak psikologis orang buat datang ke bangunan yang sebenarnya baru aja berkurang."
seungwoo berdecak. "gila lo, hyuk. nggak heran gue kalau pak namjoon nawarin lo ke bironya abis ini."
pak namjoon itu dosen teori dan konsep yang punya biro arsitektur yang lagi panas banget di kalangan arsitek karena konsep dan ide mereka yang cukup nyeleneh.
"loh, kok lo tau, bang?" heran jinhyuk.
seungwoo menoleh kaget.
"lah? beneran?"
donghyun yang mengerjakan maket di sisi lain meja komunal sedari tadi diam-diam menyimak percakapan jinhyuk dan seungwoo seketika terpana.
bagi bocah kelas 1 SMA yang belum punya pilihan mau lanjut ke mana, donghyun benar-benar terkesima dengan pemaparan desain jinhyuk tadi.

KAMU SEDANG MEMBACA
maket ; pdx101
Fanfictionmasa-masa tugas akhir gini lagi banyak job bantuin kating bikin maket. ini cerita soal lem g, pvc, akrilik, cutter, lem fox, dan orang-orang kurang waras akibat tugas akhir