10

2.5K 571 51
                                    

malam ini byungchan menginap di studio tugas akhir. empat hari lagi pengumpulan dokumen dan byungchan rasa dia tidak bisa produktif di rumah.

memang ya, hawa kamar itu seakan memanggil untuk tidur. padahal byungchan kan masih kurang banyak :(

ini sudah lewat tengah malam. jungmo, donghyun dan minkyu sudah pulang sejak jarum jam menunjuk pukul 9 malam.

studio cukup sepi. menyisakan byungchan, jinhyuk, seungwoo dan seungyoun.

wooseok baru pulang sekitar setengah jam yang lalu. si cantik satu itu sudah dua malam tidak pulang. dan malam ini dipaksa jinhyuk dan seobin untuk istirahat di apartemennya.

pukul satu malam, byungchan mengangkat wajah dari laptopnya.

"hyuk, jam dua bangunin gue ya. mau tidur bentar"

jinhyuk yang sama-sama mengerjakan di meja komunal menoleh. "yakin lo jam dua?"

byungchan mengangguk. kantong matanya menghitam dan pandangannya tidak fokus. "iya. kalo kelamaan ntar gue nggak kelar. udah masuk jam goblok nih gue"

jinhyuk hanya mengangguk. "yaudah tidur sana"

byungchan beranjak dari duduknya. menghampiri kasur yang sudah memanggil-manggil untuk ditiduri.

bruk

byungchan menghempaskan tubuhnya begitu saja. tengkurap. tidak peduli posisi. byungchan cuma mau segera tidur.

byungchan sudah setengah bermimpi ketika satu suara mengejutkannya.

"chan, jangan tidur begitu. nanti dadamu sakit"

byungchan membalikkan badan dan melebarkan matanya.

"k-kak seungwoo?"

seungwoo melepas sandal rumahnya lalu beranjak ke pinggir kasur byungchan, ikut rebahan.

byungchan menggeser badannya ke sisi lain kasur.

"boleh aku ikut tiduran?" tanya seungwoo. berbaring sempurna di samping byungchan sambil tersenyum.

byungchan mengangguk ragu-ragu. "... iya"

hening beberapa saat. kantuk byungchan hilang begitu saja.

byungchan berdehem canggung lalu membalikkan badannya memunggunggi seungwoo. melihat seungwoo tidak baik untuk jantungnya.

"kamu masih marah sama kakak, chan?" tanya seungwoo, memutar tubuhnya menghadap punggung byungchan.

byungchan berdehem lalu sedikit memutar kepalanya.

"bukannya aku yang harus tanya begitu? kakak masih marah sama byungchan?"

seungwoo mengulurkan tangannya, menyentuh lengan byungchan. lengan itu ditarik lembut hingga byungchan terlentang tapi tetap menolak menatapnya.

"kakak minta maaf, chan. kakak harunya nggak ikut marah kemarin. harusnya kakak lebih bisa ngehadapin kamu dengan kepala dingin."

kali ini byungchan menoleh. terdiam sejenak lalu menggeleng pelan. "nggak, kak. aku emang kekanakan. maaf."

seungwoo tersenyum, meraih tengkuk byungchan lalu dibawanya masuk ke dalam pelukan.

"jadi... sekarang kita udah baikan kan?"

byungchan memeluk punggung seungwoo dan mengangguk malu-malu.

seungwoo mengusak surai byungchan dengan dagunya. gemas.

"kakak kangen."

byungchan mendekatkan diri dan mengeratkan pelukan.

byungchan juga.

seungwoo paham kok.


seungyoun mendudukkan tubuhnya di ujung lain meja di sisi yang sama dengan jinhyuk. rambutnya diusak kasar dan dia masih sibuk menguap.

"udah baikan tuh bang seungwoo sama byungchan" katanya sambil memasukkan password komputernya.

iya. seungyoun menggotong satu set komputer ke studio tugas akhir.

jinhyuk mengalihkan pandangan ke kasur byungchan, dan dia bisa melihat dua pasang kaki sementara yang lain tertutup partisi meja.

"bagus deh. seminggu lebih mereka kaya gitu, gue yang stres. hawa studio jadi nggak enak banget" kata jinhyuk menghela napas lega.

seungwoo dan byungchan sudah seminggu lebih bertengkar.

awalnya karena byungchan yang sedang stres dengan desain dan tetek bengek asistensinya dan seungwoo yang saat itu asistensinya berjalan lancar kena imbas emosi byungchan.

namanya juga stres dan emosi. apalagi bukan cuma byungchan yang lelah, seungwoo juga. seungwoo yang awalnya berniat membantu jadi ikut tersulut emosi. segala hal jadi terasa salah bagi mereka.

mereka berseteru di apartemen seungwoo. semua kesalahan yang lalu diangkat kembali. dibahas kembali.

puncaknya, kata break terucap ke permukaan.

tapi nyatanya mereka memang masih saling sayang. yang ada jadi canggung satu sama lain. dan seminggu terakhir, suasana studio jadi agak tidak nyaman karena byungchan yang biasanya heboh dan cerewet jadi lebih banyak diam.

untung mereka sudah baikan.

dan balikan.

"anjing, ngantuk banget gua" seungyoun menampar pipinya sendiri, berusaha membuka mata lebar-lebar.

tapi beberapa detik kemudian seungyoun sudah menutup mata lagi. lalu seungyoun akan tersentak, kaget karena tertidur.

jinhyuk tertawa melihat tingkah rekan sekamarnya itu.

"lo tadi tidur di mana, youn? kasurnya byungchan kan dipake."

seungyoun mengucek mata. "di tempatnya sejin. kan banyak boneka jualannya dia"

jinhyuk cuma mengangguk.

"gue nyebat dulu lah, hyuk, biar nggak ngantuk" seungyoun berdiri. meraih kotak rokoknya di samping komputer. "ikut nggak?"

jinhyuk menggeleng. "nggak dulu deh. wooseok ngitung rokok gue. kemaren-kemaren nyebat gue banyak bener soalnya"

"yaelah, bucin lo, hyuk. belum ada status juga" seungyoun mulai beranjak keluar studio.

"hEH! mingkem ya, seungyoun!"






jumat niiihhh

apa kalian siap? :")

fixed pick aku tinggal dua sih, jinhyuk sama hangyul. tapi aku lebih berharap hangyul. soalnya jinhyuk masih punya tempat buat pulang. kalo hangyul, mbk aja kek gitu 😡😡

streaming nggak ya enaknya? :"

maket ; pdx101Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang