Berhenti Berharap-S07 || Songfic
Cast: Park Jimin × You
===============================
Aku tak percaya lagi, dengan apa yang kau beri. Aku terdampar di sini
Tersudut menunggu mati. Aku tak percaya lagi akan guna matahari yang dulu mampu terangi. Sudut gelap hati ini.
.
.Dulu, aku memang terbiasa, menatap mentari sebagai penguat rasa. Tetapi, itu dulu sebelum aku mengenalmu.
Setelah kau hadir di hidupku semuanya berbeda. Kau lebih dari sekedar cahaya, yang mampu membolak-balikkan rasaku seenaknya.
Kau Jiminku, belahan hatiku, pria kesayanganku dan peran utama di setiap mimpi indahku. Senyumnya adalah dunia baru bagiku, penyemangatku dan pengisi hari-hari sepiku.
"Noona, kau sedang apa?" Suara lembut Jimin, membuyarkan lamunanku. Dia berdiri di depanku, dengan senyum polosnya, tanpa ada rasa bersalah sedikit pun tergambar dari wajah manisnya. Bibir yang tebal menggoda, seperti biasa menaburkan tawa yang mampu membuat sudut hatiku menghangat seketika.
"Ada apa lagi?" Aku bertanya, meskipun kesal.
"Noona, kau jangan lupa tersenyum, kau harus tetap bersinar meskipun tanpa aku. Carilah pengganti diriku," ujar Jimin lembut, sembari duduk di sampingku.
"Bicara itu gampang, Jim. Kau takan tahu rasanya seperti apa. Aku sulit mempercayai seseorang, meskipun hanya untuk kujadikan sebagai teman. Aku sudah terbiasa denganmu, aku hanya percaya padamu."
Jimin merengkuh pundakku, ia mendongakkan kepalanya untuk menatap langit yang gelap, bahkan ... terkhusus malam ini, bintang pun enggan menampakkan sinarnya.
"Lupakan aku ... mianhe. Kau boleh marah padaku kau boleh caci maki diriku, tetapi jangan menangis lagi untukku."
Jimin menatap mataku begitu dalam, membuat aliran hangat langsung merembes keluar dari kedua sudut mataku.
"Kau jahat,Jim. Kenapa ada derita
bila bahagia tercipta. Kenapa ada sang hitam, bila putih menyenangkan. Kenapa kau datang jika akhirnya meninggalkan?"Jimin mengusap air mataku sembari berucap, "mianhe, ini bukan keinginanku, ini takdir kita. Kita tak bisa mengingkarinya. Mianhe, aku harus meninggalkanmu, karena orang tuaku sudah menjodohkanku dan aku tak bisa menolak keinginan mereka."
Jimin berucap panjang lebar, sebagian ucapannya terasa samar. Semuanya menyatu menjadi sebuah kesakitan yang teramat dalam. Bahkan, pelukan Jimin yang awalnya selalu menghangatkan, kini seolah sebuah siksaan yang perlahan mendorongku ke lorong gelap nan menyedihkan.
Aku berhenti berharap, karena rasaku seakan mati sesaat. Aku berhenti sampai di titik ini. Aku mati di dalam dekapan hangatnya.
Aku pulang ke tempat awal aku berasal. Tanpa meninggalkan dendam, meskipun kesepian kembali menghantam.
Ku terima ... kekalahanku.
Jimin,ajarkan aku bahagia.
Jimin,ajarkan aku derita.Rebahkan kalbumu.
Lepaskan perlahan.
Kau akan mengerti semua.TAMAT

KAMU SEDANG MEMBACA
JIMIN || Oneshoot & Songfic
RomanceKumpukan cerita dengan cast Park Jimin Selamat datang di dunia penuh kehaluan😄💜💜