Help 10k vote
Jangan lupa tinggalkan jejak💚
!===!===!===!===!===!===!===!
Makasi udh vote guys
Setelah mereka sampai di acara pesta tersebut, sudah tercium bau alkohol yang membuat Nesa tak tahan namun ia harus menahan semua ini agar tak mengacaukan acara pesta tersebut.
Mereka berdua berjalan seperti suami istri yang dimana tangan kiri Alka melingkari pinggang Nesa agar tak ada yang mendekati Nesa kerena pakaian Nesa yang pendek.
"pak kenapa anda memegang saya seperti ini?" Tanya Nesa kepada Alka dengan berbisik.
"apakah kamu mau saya lepas agar dapat di dekati oleh laki-laki yang ada di sana yang hampir tak sadarkan diri?" Tanya balik Alka
"baik pak" jawab Nesa. Dengan posisi yang sedekat ini, Nesa merasa jantungnya berdetak dengan cepat serta wangi parfum Alka yang memabukan dan memenuhi penciumannya. Namun agar ia tak di dekati dengan para lelaki yang sudah tak sadarkan diri disana, Nesa pasrah dengan posisinya sekarang.
Selama pesta tersebut berlangsung, Nesa sudah tak sanggup lagi dengan bau alkohol tersebut.Alka yang melihat tingkah aneh Nesa'pun bertanya "Nesa kamu kenapa?"
"maaf pak, apakah kita bisa pulang sekarang? Saya sudah tidak kuat dengan bau ahkohol ini" Tanya Nesa.
"baiklah saya turuti permintaan kamu" jawab Alka. Lalu mereka segera meninggalkan acara tersebut.
Saat sampai di hotel.
Nesa lalu berlari kekamar mandi dan muntah karena sedari tadi ia sudah tidak kuat menahan mual bau alkohol yang sudah ia tahan berjam-jam dari pesta tersebut.
"Nesa apakah kamu baik-baik saja?" Tanya Alka dari luar kamar mandi.
"iya,saya baik-baik saja pak" jawab Nesa dari dalam.
Saat Nesa keluar dari kamar mandi.
"maaf pak, saya telah mengacaukan pesta anda dengan klien" Nesa meminta maaf dengan sedikit membungkukan badannya.
"tidak apa-apa, yang penting kita sudah menghadirinya dan juga yang terpenting kesehatanmu, karena kalau kamu sakit sama saja saya yang rugi karena kamu tidak bisa menemani saya menghadiri rapat besok dan dua hari lagi kita ke Jerman dan dilanjutkan ke Jepang," jelasnya panjang lebar.
"sebaiknya kamu tidur saja dulu" lanjut Alka yang langsung dituruti Nesa.
🐞🐞🐞
Jam baru saja menunjukan pukul 04.00 pagi, tetapi Alka sudah bangun dari tidurnya karena ia merasa cemas dan ingin masuk kekamar Nesa sebab sekretarisnya itu sedang sakit. Seperti ingin saja ia memasuki kamar Nesa karena ada yang di cemaskan oleh nya. Saat di kamar sekretarisnya ia melihat Nesa yang sedikit gelisah dan saat Alka memegang dahi Nesa ia kaget yang di mana Nesa sekarang sakit, lalu Alka mengambil obat yang selalu ada di tas nya.
"Nes... Nesa.. bangun dulu ini minum obat" suruh Alka
"eh pak ada apa?" Tanya Nesa
"badan kamu saat ini panas, saya sudah ambilin obat, tolong minum obatnya" jelas Alka
"baik pak" jawab Nesa
Hari sudah pagi
"ih jam berapa sih kok matahari terik banget. APA!!!... matahari udah terik, gue bisa di marahin sama Alka nih" Nesa lalu bangun dari kasur menuju keluar kamar dan terlihat seseorang di meja makan yang dimana seseorang itu adalah Alka. Alka sudah ada di sana dan beberapa makanan di meja makan
"kamu udah baikan?" Tanya Alka
"udah pak, maaf pak saya kesiangan bangunnya" jawab Nesa
"gk apa, mendingan kamu mandi dulu nanti ada rapat kamu harus ikut menemani saya" suruh Alka
"baik pak"jawab Nesa
Saat Nesa sudah di dalam kamar mandi "untung aja gue enggak di marahin sama Alka" syukur Nesa dalam hati lalu bernafas lega.
Hari sudah siang yang dimana mereka akan rapat bersama klien-klien yang lainnya. Selesainya rapat
"Nes, kita sekarang terbang ke Jerman." suruh Alka.
"sekarang pak? Bukannya menurut jadwal besok?" Nesapun keheranan dengan perkataan bosnya tersebut.
"memang sebenarnya besok. Tapi, saya ingin sekarang agar kita bisa lebih lama di Jerman, saya juga ingin bersama keluarga lebih lama." jelas Alka.
Mereka 'pun lalu berangkat menuju bandara untuk menuju Jerman hari itu juga.
Saat sesampainya mereka di Jerman. Jerman sedang mengalami musim dingin yang sialnya Nesa melupakan membawa baju hangat sehingga ia harus menahan dinginnya udara.
Saat mereka keluar dari bandara. Di depan sana, Mereka sudah di jemput oleh mobil mewah dari keluarga Alka Bagaskara. Mereka lalu memasuki mobil tersebut lalu menuju kediaman keluarga Alka Bagaskara.
Saat sesampainya mereka di rumah Bagaskara.
"pak biar saya saja yang membawa koper anda." ucap Nesa tak enak kepada Alka karena sedari tadi koper Alka di bawa oleh dirinya sendiri (Alka) karena Nesa tak enak melihat bosnya membawa barangnya sendiri maka Nesa saat ini yang akan membawa koper Alka dan merapikan di lemarinya.
"eh anak mama udah datang." terlihat raut muka bahagia dari keluarga Alka karena melihat putranya yang sudah lama tak bertemu.
"oh ya Nesa, kamu makin cantik aja?" Tanya Renata, ya Renata adalah ibu dari Alka.
Semburat merah muda'pun muncul menjalari kedua pipinya itu.
"enggak kok mah." jawab Nesa malu-malu karena mendapatkan pujian tersebut.
Nesa sudah beberapa kali pergi ke Jerman untuk mengunjungi rumah Alka sehingga Nesa untuk memanggil Renata dan Bagaskara yaitu orang tua Alka dengan menyebut mama dan papa karena Nesa di percaya sebagai sekretaris yang baik dan mengerti Alka saat ada di Indonesia.
"oh ya Alka kenapa kamu tidak bilang kamu udah berangkat, kan mama sama papa mau kerimin pesawat keluarga biar kamu tidak perlu memesan tiket lagi?" tanya Renata.
"ah mah, tidak apa-apa juga." jawab Alka.
"yuk masuk dulu." ajak orang tua Alka kepada mereka berdua.
Help 10k vote guys
*==*==*==*==*==*==*==*
Tunggu part berikutnya
Jangan lupa pencet tombol bintang
👀👀👀
KAMU SEDANG MEMBACA
My love is a CEO (completed) ✅
Teen FictionRangking #1 Perjodohan (15-05-2021) #1 Bos (15-08-2020) #1 Sekretaris (06-01-2021) #1 married (05-11-2020) #1 kantor (22-03-2021) #1 disakiti (20-04-2020) #1 kay...
