part 13

13.3K 445 2
                                        

Help 10k vote

Vote sebelum membaca

!===!===!===!===!===!===!===!

Makasi udh vote

“mati gue” ucapnya

Hari sudah pagi, Nesa sudah siap di meja makan dengan berbagai makanan yang di bawa dari Indonesia untuk Alka.

Saat Alka bangun ia kaget dengan pakaian yang ia gunakan. “siapa yang ganti pakian saya?” Tanya Alka pada dirinya sendiri. Terlintaslah nama seseorang, ya itu adalah Nesa. Alka hanya menggunakan baju kemeja dan terbalut oleh selimut. Dan Alka bertanya-tanya kemana celananya.

Alka mengganti bajunya dan mengambil celana terlebih dahulu saat keluar kamar sudah terlihat Nesa yang duduk di meja makan.

“Nesa” ucap Alka

Nesa pun kaget mendengar suara tersebut “i..iya” jawab Nesa gugup

“kamu yang ganti baju saya?” tanyanya

“iya pak, maaf tapi saya enggak lihat itu kok” jawab Nesa yang tak berani menaiki kepalanya. Alka tak memanjangkan masalah.

Setelah selesai semua kerjaan di Prancis. Nesa dan Alka lalu pulang.

Keesokan harinya di kantor ada rapat penting, dalam rapat tersebut banyak dewan-dewan datang dan direktur-direktur ikut bergabung dalam rapat itu. Alka yang sebagai ceo dan juga presiden di grup bagaskara. Nesa duduk di dekat Alka dan menyerahkan beberapa laporan yang di berikan oleh direktur dan dewan-dewan sebelum rapat. Rapat berjalan lancar, namun ada satu orang yang membuat Nesa risih. Di sebelah deretan kursi kiri terdapat seorang perempuan yang dari tadi melihat Alka terus menerus tanpa memperhatikan rapat yang di bicaraan saat ini.

Benar saja selesai rapat perempuan itu mendekati Alka dengan mencari alasan bertanya tentang topi yang di bicarakan tadi. Nesa ingat bahwa wanita itu adalah salah satu direktur baru dalam rapat ini, ia baru saja di angkat karena direktur yang dulu di turunkan jabatannya oleh Alka sebab kelalaian dalam berkeja.

Nesa disana seperti nyamuk yang hanya memperhatikan mereka berbicara. Oh ya, nama wanita itu adalah Zeria. Dari informasi yang di dapat, orang tua Zeria juga sebagai pengusaha dan menjadi deretan orang terkaya. Nesa menyela dalam percakapan mereka karena Nesa muak melihat muka yang caper seperti itu.

“maaf pak, anda harus makan siang dulu” ucap Nesa, “baiklah, tolong pesan kan saya meja!” ucapnya.

“kalau di izinkan, saya ikut makan siang bersama anda?” Tanya Zeria.

“aduh, dasar ngapain sih lo ikut, dasar caper” geram Nesa yang hanya dapat di ucapkan dalam hatinya.

“tentu saja” jawab Alka, jawaban Alka membuat Nesa tercengang tanpa percaya apa yang baru saja di ucap kan oleh Alka. 

Saat makan siang Nesa duduk dihadapan Alka sedangkan direktur yang sangat licik itu duduk tepat di sebelah Alka. Tanpa malu Zeria kadang-kadang menyuapi Alka yang entah bagaimana membuat Nesa malas melihat wajah mereka. Alka yang hanya bos bagi Nesa tapi juga sebagai orang yang ia sukai. Bagaimana tidak paras tubuh dan wajah Alka yang sempurna membuat banyak wanita ingin mendapatkan Alka.

Namun Nesa juga selalu kemana-mana bersama Alka dan hampir setiap jam dalam hidupnya. Makan siang pun selesai Nesa dan Alka yang sebelumnya duduk bersama berdua di bagain jok belakang supir namun,  Zeria meminta ikut dalam tumpangan mereka. Karena rencana Zeria untuk ikut bersama Alka.

Padahal saat datang ke restoran Zeria di antar oleh supirnya, namun Zeria menyuruh supirnya untuk pulang. Nesa sendiri mendengarkan percakapan itu. Namun Zeria bilang ke Alka bahwa supirnya sedang ada acara, jadi tidak bisa menjemput dirinya setelah makan siang.

Bagaimana bisa Alka menolak, dia adalah salah satu anggota perusahaan.

Nesa hanya bisa menahan kesalnya, bagaimana tidak, Nesa harus duduk di bagian jok di samping supir.

Selama perjalanan Zeria dan Alka asik berbicara di belakang dan tidak menganggap bahwa ada Nesa di depan nya, mereka menghiraukan kehadiran Nesa. Nesa yang hanya bisa memainkan hp nya selama perjalanan ke kantor dan juga hanya dapat mendengar yang mereka bicarakan di belakang sana.

Sampainya di kantor, Nesa tak berfikir bahwa saat ini ia sudah melakukan kesalahan, yaitu tak menunggu bosnya masuk kekantor terlebih dahulu yang dimana Nesa meninggalkan Alka dan masuk terlebih dahulu. Walaupun ini hal yang sangat salah, Nesa tetap tak memikirkan apa yang ia lakukan saat ini.

Rasa kesal, sakit, amarah bercampur aduk saat ini. Yang hanya bisa ia tahan. Alka tak menghiraukan Nesa yang terlebih dahulu masuk kantor tanpa menunggunya, tapi saat Alka ingin masuk kedalam ruangan yang dimana di depan pintu terdapat meja Nesa, Nesa sama sekali tak menyapa atau memberi salam kepada Alka.

Alka mengira bahwa Nesa yang meninggalkan tadi dan tak menyapanya mungkin Nesa banyak kerjaan. Alka tak memikirkan hal itu.

Hari sudah mulai petang yang dimana saat nya Alka pulang. Nesa mengetuk pintu ruangan Alka dan seperti biasa Alka hanya menjawab ‘masuk’.

Nesa pun masuk kedalam dan Nesa meminta izin untuk pulang.

“permisi pak saya izin mau pulang” ucap Nesa dan tanpa menatap Alka hanya menatap lantai mengkilap di bawah sana. Tanpa sebelum Alka menjawab Nesa sudah keluar dan menutup pintu.

Alka masih bingung dengan perlakuan Nesa saat ini. Alka hanya membiarkan Nesa pergi. Kali ini Alka hanya pulang di antar oleh supirnya saja tanpa Nesa.

Keesokan harinya seperti biasa Nesa datang kerumah Alka untuk menyiapkan perlengkapan Alka. Tidak seperti biasanya, Nesa yang murah senyum, dan hari ini Nesa menunjukan muka cemberutnya tanpa ada sedikitpun senyuman yang menghiasi wajahnya. Selama menyiapkan Alka dan juga selama perjalanan menuju kantor Nesa hanya diam tanpa mengucapkan kata-kata.

Kali ini Nesa tak duduk seperti biasa di belakang di samping Alka melainkan duduk di samping supir. Karena kejadian kemarin.

Sampainya di kantor dan tepatnya di ruagan Alka, Nesa menyerahkan undangan untuk datang ke sebuah acara yang diadakan oleh sebuah presiden grup Hendra yang mungkin kaya bisa dibilang, namun tak bisa mengalahkan Alka.

“permisi pak, ini ada undangan. Udangan ini dikirim oleh sekretaris presiden grup Hendra.” Ucap Nesa. Alka hanya menerima undangan tersebut dan bersamaan juga Nesa pergi dari ruangan Alka. Nesa tak tau apa saja yang sebenarnya isi dari undangan tersebut yang jelas udangan itu adalah undangan yang sangat penting, Nesa hanya cuek dengan hal itu. Tumben Nesa seperti ini biasanya saat ada undangan pasti Nesa selalu kepo namun saat ini berbeda.

Beberapa saat kemudian alarm meja Nesa berbunyi yang diamana pastinya Alka memanggilnya.

Nesa berjalan masuk dan terlihat Alka yang sedang duduk di kursi kebesarannya.

“ada apa pak?” Tanya Nesa

“nanti sore sekitar jam 4 sore kamu ikut saya” ucap Alka

“baik” jawab Nesa. Nesa lalu pergi meninggalkan Alka.

“ahhhhhh, ada apa lagi” ucap Nesa kesal di mejanya. "kenapa Alka mengajak keluar uh....uh...." keluh nya. Bagaimana tidak Nesa sangat kesal dengan Alka saat ini.

Jam sudah menunjukan pukul 4 sore Alka lalu keluar dari ruangnnya dan mengajak Nesa untuk pergi ke………

Help 10k vote guys
*==*==*==*==*==*==*==*





Bersambung
Maaf ya lama gk update
Jangan lupa vote and komen ya
🍣🍣🍣

My love is a CEO (completed) ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang