part 4

18.2K 685 4
                                        

Help 10k vote

Vote sebelum membaca

!===!===!===!===!===!===!===!

Makasi udh vote

"yuk masuk dulu." ajak orang tua Alka kepada mereka berdua.

Di Jerman yang tepatnya di rumah keluarga Alka hanya di tinggali oleh kedua orang tuanya dan 20 pekerjan untuk mengurus rumah mereka. Rumah mereka seluas sekitar 3 hektar lebih dan bertingkat 2 dengan artsitektur yang mewah.

"mah aku mau bawa baju ke kamar dulu?" ucap Nesa meminta izin.
"silahkan." jawab Renata.

Lalu Nesa menuju ke lantai dua yang dimana lantai tersebut diisi dengan kamarnya dan Alka yang terletak bersebelahan. Ia terlebih dahulu menuju kamar Alka untuk menata pakaian Alka ke lemarinya setelah itu baru pakaiannya. Setelah pekerjaan'nya tersebut selesai, lalu Nesa menuju meja makan yang sudah terdapat Alka dan kedua orang tuanya disana untuk makan siang.

Saat makan siang di mulai.

"mah?"

"kenapa Alka?" jawab Renata sambil memusatkan fokusnya kepada Alka.

"mama punya gaun pesta?" Tanya balik Alka kembali.

"punya kok." jawab Renata. "memangnya untuk siapa gaun tersebut?" lanjut Renata bingung karena untuk siapa gaun tersebut sedangkan setaunya anaknya itu tidak memiliki pacar.

"untuk Nesa mah" jawab Alka untuk menjawab kebingungan mamanya.

"oh, untuk Nesa." Renata mengangguk tanda mengerti.

"Mama tadi juga sempat mikirin untuk siapa gaun pesta yang mama rancang waktu ini, mama lagi nyari orang yang cocok sama rancangan gaun pesta itu," jelas Rainda. "kalau Nesa yang make pasti cocok."

"emangnya kamu mau kemana?" Tanya Bagaskara-papa Alka.

"mau ke Jepang pah, ke acara pernikahan Danias Genantar." jelas Alka.

Danias Genantar adalah sahabat dekat Alka yang dimana Danias mau menikah dalam waktu dekat ini. Umur mereka berdua hanya beda beberapa bulan, dengan Alka yang lahir terlebih dahulu. Memang takdir Danias yang belakangan lahir saja udah menikah duluan, sedangkan Alka yang duluan lahir saja belum menikah. Bagaimana mau menikah? Pacar saja belum punya.

"lalu kamu kapan menikah?" Tanya Renata.

Namun Alka menghiraukan ucapan Renata dan melanjutkan makan. Nesa yang ikut makan siang hanya diam dan mendengarkan percakapan keluarga tersebut. Setelah itu, mereka melanjutkan makan siang dengan hikmad.

Setelah makan siang selesai. "Nesa sini dulu." panggil Renata.

Renata mengajak Nesa menuju ruangan khusus baju yang sudah ia buat. Renata adalah seorang desainer terkenal. Karena dari itu ia memiliki butik yang selalu ramai di kunjungi.

"ada apa mah?" Tanya Nesa. Nesa kaget melihat banyak baju yang sangat-sangat bagus.

"coba kamu pakek baju ini." tunjuk Renata kepada salah satu gaun yang ada di sana.

"baik mah." saat pertama kali melihat rancangan baju tersebut jujur saja Nesa sangat menyukainya, namun ia tak tau bahwa baju itu akan ia kenakan nanti. Saat menggunakan baju tersebut "waah bagus banget di badan gue" puji Nesa kepada dirinya dalam hati.

"wah bagus banget dan cocok di badan kamu Nesa." puji Rainda.

🐞🐞🐞

Saat selesai makan malam semua anggota keluarga berkumpul di ruang keluarga. Nesa yang bukan anggota keluarga ia hanya berdiam diri di belakang (dapur) bersama pembantu rumah ini. Namun beberapa saat kemudian ada yang memanggilnya.

"Nesa kemari dulu." panggil Renata. Nesa lalu berjalan menuju ruang keluarga dan mendekati Renata.

"ada apa mah, ada yang perlu dibantu?" Tanya Nesa sopan.

"tidak ada yang perlu di bantu, sini duduk ikut sama keluarga kami."Nesa yang kebingungan akan mengikuti perkataan Renata karena Nesa ditunjukan untuk duduk di samping bosnya sendiri atau Alka.

Saat Nesa duduk di samping Alka ia tak berani sama sekali untuk banyak gerak karena Nesa mengganggap Alka saat ini seperti di kantor. "duh kenapa ya mama nyuruh gue untuk duduk disamping Alka jadinya gue kan enggak berani ngapain-ngapain bergerak aja enggak berani." grutu Nesa dalam hati.

Saat di ruang keluarga, semua anggota keluarga lengkap biasanya keluarga Bagaskara akan mengadakan acara malam yang terdiri dari bercerita satu sama lain, bercanda dan masih banyak lagi yang terjadi saat malam itu.

Saat acara tersebut selesai semua anggota keluarga menuju kamar, Nesa yang akan menuju kamar tak berani mendahului Alka ia hanya mengikuti dari belakang. Saat Alka sudah ada di dalam kamarnya sendiri, Nesa tiba-tiba meminta izin untuk masuk.

"pak boleh saya masuk untuk menyiapkan baju anda?" Tanya Nesa. "silakan" jawab Alka

Saat Alka ada di kamar mandi Nesa menuju walk in closet yang dimana sudah tersedia apa yang di butuhkan Alka. Walaupun Alka tak membawa baju, di ruangan tersebut sudah tersedia baju-baju baru yang di berikan oleh Renata (mamanya) setiap ia membuat baju-baju yang ia anggap cocok untuk Alka putranya sendiri.

Nesa menyiapkan dari baju santai atau baju untuk tidur celana hanya itu saja. Saat Alka sudah selesai mandi ia tak tau bahwa Nesa masih ada di walk in closet tersebut maka Alka hanya menggunakan handuk, saat Alka masuk dan saat itu juga Nesa membalikan badan.

"ehhhh...... maaf pak, saya permisi dulu." Nesa yang milihat Alka yang menggunakan handuk saja lalu melotot kaget gelagapan lalu pergi keluar sambil menundukkan kepala. Tapi sebelum keluar dari kamar Alka, ia meminta izin dan mengucapkan "pak jika anda memerlukan saya, anda bisa telpon saya saja."

Alka yang kaget akan masihnya Nesa di dalam sana ia hanya menampilkan raut muka datar tak seperti orang kaget pada umumnya.

Saat Nesa di dalam kamarnya yang sudah di berikan.......

Help 10k vote
*==*==*==*==*==*==*

Bersambung

Jangan lupa pencet tombol bintang

Makasi udah baca, tunggu part berikutnya

💙💙💙

My love is a CEO (completed) ✅Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang