part 6

16.7K 626 5
                                        

Help 10k vote

Vote sebelum membaca

!===!===!===!===!===!===!===!

Makasi udh vote

Lanjut

Sampainya di Jepang.

Mereka lalu menuju hotel dan beristirahat. Acara pernikahan akan di mulai pukul 11.00 sampai selesai.

Saat jam sudah menunjukan pukul 10.00 Nesa yang sudah selesai menghias wajahnya dan ingin mengenakan gaun tersebut namun “aduh gaunnya kan resletingnya, di belakang lagi, siapa yang akan menutup resletingnya gue, kan enggak mungkin bisa” namun saat sedang memikirkan siapa yang akan membatunya terlintas nama seseorang, ya nama tersebut adalah Alka.

“masak ia bos gue, gue suruh kayak ginian” saat sedang memikirkan kembali, ada seseorang yang memanggilnya.

“Nesa…”.

Ya Alka memanggilnya.

“mati gue, gue belum siap lagi”.

“iya pak” jawab Nesa dari kamaranya.

“Nesa kamu udah siap?” Tanya Alka yang sedang berjalan menuju kamar Nesa, namun hal yang tak di inginkan Nesa terjadi, karena ia belum siap.

“m...ma...maaf... pak saya enggak bisa naikin resletingnya” jawab Nesa gugup, Nesa tak berani menatap Alka.

"kenapa kamu enggak siap-siap dari tadi aja?" tanya Alka.

"e.e.. Resletingnya ada di belakang pak" jawab Nesa.

"huh..." hembusan udara yang berasal dari mulut Alka keluar secara kasar.

"Hanya ada satu cara untuk membantu Nesa yaitu, gue harus naikin resletingnya tapi...." Alka bimbang antara membantu Nesa atau dia gk akan bisa pergi acara.

Lalu Alka "saya bantukan" itulah kata-kata yang sangat susah di ucapkan oleh Alka sendiri. Nesa yang pasrah karena bagia tubuh belakangnya akan di lihat oleh Alka, walaupun mereka berdua tak ada jalinan kasih atau sudah menikah namun apa boleh buat.

Terlihat lah punggung halus dan putih Nesa, Alka yang melihat akan hal tersebut ia hampir saja tergoda dengan punggu sekretaris nya sendiri, namun ia lalu cepat-cepat menaiki resleting tersebut, setelah di naiki.

“maaf pak saya merepotkan anda”.

“cepat lah siap-siap” suruh Alka.

“baik pak” jawabnya. Saat Nesa akan menggunakan high heel tersebut tangan Nesa tak sampai di kaki nya untuk mengikatkan tali, Alka yang melihat hal tersebut.

“apa ada masalah?” Tanya Alka.

“saya emm....emmm...”.

“sini bawa kaki mu” suruh Alka.

“enggak usah pak saya bisak kok” jawab Nesa yang tak mau lagi Alka membantunya karena sekarang bukan hal yang layak untuk atasan memegang kaki seseorang. Namun tanpa mendengarkan penjelasan dari Nesa, Alka menunduk dan memasang kan tali tersebut. Nesa yang kaget akan apa yang di lakukan oleh Alka dan tak segan akan hal itu.

“maaf pak saya sudah merepotkan anda”.

“Nesa”. Alka menghiraukan perkataan Nesa.

“iya pak” jawab Nesa.

“kamu enggak bawa kalung sama cincin?” Tanya Alka.

“maaf pak saya enggak bawa, saya lupa”.

Lalu saat perjalanan menuju tempat pernikahan mobil berhenti di salah satu toko kalung.

“loh pak anda mau ngapain?” Tanya Nesa.

“sini kamu ikut saya” suruh Alka.

Saat sampai di dalam toko tersebut,  sudah terlihat kalung-kalung berlian, cincin berlian dan masih banyak lagi.

Alka mengambil salah satu kalung dan cincin berlian yang sangat fastantik harganya, lalu Alka memasangkannya kalung tersebut  di leher Nesa dan Nesa dengan peka nya lalu menaiki rambut nya untuk lebih gampang memasangkan kalung tersebut dan Alka pun memasangkan cincin di  salah satu jemari Nesa.

Nesa yang seperti mulai suka terhadap Alka namun ia urungkan untuk tidak membuat dirinya baper atau mungkin Alka pasti memiliki wanita pilihan dan hal itu akan membuatnya sakit hati.

Saat perjalanan Alka pun melihat tas branded, Alka menyuruh supir untuk berhenti di toko tas tersebut, Nesa pun di panggil untuk ikut masuk kedalam.

“Nesa pilih saja tas yang kamu sukai” suruh Alka

“tapi pak ini aja sudah cukup” jawab Nesa

Namun Alka menarik tangan Nesa menuju salah satu tas yang Alka lihat sangat cocok untuk Nesa, lalu Alka membayar tas tersebut.

Setelah sampai di acara pernikahan tersebut.

“hai brooo” panggil seseorang. Alka pun menoleh kesamping ternyata seseorang tersebut adalah Danias

“hai” jawab Alka

“Alka lo bawa pacar ya?” Tanya Danias

“enggak, gue enggak bawa pacar” jawabnya

“tapi siapa yang ada di samping lo?” Tanya Danias.

Nesa yang merasa ditanya oleh teman Alka, Nesa hanya diam saja.

“ini Nesa sekretaris gue” jawab Alka.

“loh kok kayak pacar enggak kayak bos dan sekretari”.

Ya karena Alka dan Nesa memang seperti pasangan suami istri atau seperti orang pacaran yang memakai pakaian sangat mirip atau memiliki warna yang sangat sama
.
“banyak omong lo” jawab Alka.

Saat di pesta tersebut banya orang yang memperhatikan mereka berdua. Karena ke cocokan yang sangat tak di sangka.

Walau pun mereka hanya sebagai sekretaris dan bos tapi banyak yang menganggap mereka adalah suami istri.

Setelah selesai acara tersebut Alka dan Nesa pulang menuju hotel.

Help 10k vote guys
*==*==*==*==*==*==*


Gimana part ini, komen ya

Siapa yang suka jadi posisi Nesa??

Setuju gk kalian mereka berdua cocok???

Jangan lupa vote ya atau pencet tombol bintang ya

🍷🍷🍷

My love is a CEO (completed) ✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang