Help 10k vote guys
Vote sebelum membaca
!===!===!===!===!===!===!===!
Makasi ya udh vote
Setelah selesai rapat Nesa di berikan izin untuk pulang lebih awal saat di apartemen, Nesa yang merasa setres kenapa masalah datang berdekatan sekali.
Nesa yang selalu berfikir bagaimana kepercayaannya terhadap Alka bisa hilang seketika saat Alka memarahinya.
Keesokan harinya Nesa yang tak datang ke rumah Alka untuk menyiapkan baju dan segalanya, Alka mengirah bahwa mungkin Nesa kesiangan bangun. Lalu Alka pergi kekantor dan menemukan meja yang sering diduduki oleh Nesa masih kosong.
Jam sudah menunjukan pukul 10.00 Nesa tak kunjung datang. Perasaan cemas yang menyelimuti Alka, kenapa Nesa tak datang kekantor dan kenapa Nesa tak meminta izin kalau dia tak kekantor.
Lalu Alka pergi apartemen Nesa, Alka memiliki kunci apartemen Nesa yang langsung di berikan Nesa, jika Nesa dalam masalah. Untung saja Alka membawanya.
Saat Alka telah membuka pintu, terlihat Nesa yang berbaling lemah, muka pucat, tangan yang menggelut guling untuk mencari kehangatan dan selimut yang sudang menyelimuti dari leher hingga ujung jari kaki.
saat Alka memegang dahi Nesa ternyata suhu badan Nesa sangat panas.
Dan Alka merasa bahwa kata-kata yang ia ucapkan beberapa hari lalu terlalu keras. Yang membuatnya bersalah saat ia memarahi Nesa kemarin.
“Alka maaf kan saya, tolong jangan hilang kepercayaan, plisss” ucap Nesa yang terus dan menerus dalam ngigaunya.
Alka yang selalu membawa obat panas di dalam mobilnya. Alka menelpon sopirnya untuk membawakan obat yang ada di dalam mobil.
Lalu Alka memberikan kepada Nesa. Alka lalu menuju dapur Nesa untuk membuat bubur. Saat Alka melihat ternyata ada bubur instan yang tersimpan, lalu dengan cepat Alka menyiapkan semuanya.
Saat selesai membuat bubur dengan memikuti petunjuk. Sebenarnya Alka belum pernah membuat bubur.
Lalu Alka menghampiri Nesa yang terbaring lemah di kasur “Nesa tolong makan bubur ini” ucap Alka.
Nesa yang masih setengah sadar ia hanya menganggukan kepalanya dan memakan bubur yang di suapi Alka.
Nesa sebenarnya tak memiliki nafsu makan, ia hanya memaksakan untuk makan, karena Alka telah membuat bubur dengan susah payah.
Setelah selesai menyuapi Nesa, Alka mengambil handuk basah yang sudah di basahi oleh air hangat dan di taruh di dahi Nesa.
🐞🐞🐞
Setelah beberapa jam kemudian, Alka menghampiri Nesa untuk mengecek suhu tubuh Nesa. Dan ternyata suhu badan Nesa sudah turun. Betapa bahagianya Alka yang berhasil merawat orang yang sedang sakit untuk pertama kalinya.
Saat Nesa sadar melihat Alka tepat di samping sedang tidur. “pak ada keperluan apa ya?” Tanya Nesa. Yang memang pura-pura gk tau.
“kamu tadi gk berangkat ke kantor dan saya cek kamu kesini, kamu ternyata sakit” jelas Alka
“maaf pak telah merepotkan anda”
“Nesa apakah kamu memikirkan kepercayaan kerjamu kepada saya?” Tanyanya
“ee…ee…” Nesa yang tak bisa menjawab pertanyaan tersebut
“tenang saja, saya masih percaya dengan kerja kamu, jangan itu di pikirkan” ucap Alka
KAMU SEDANG MEMBACA
My love is a CEO (completed) ✅
Fiksi RemajaRangking #1 Perjodohan (15-05-2021) #1 Bos (15-08-2020) #1 Sekretaris (06-01-2021) #1 married (05-11-2020) #1 kantor (22-03-2021) #1 disakiti (20-04-2020) #1 kay...
