Help 10k vote
Vote sebelum membaca
!===!===!===!===!===!===!===!===!
Makasi udh vote
Setelah selesai acara tersebut Alka dan Nesa pulang menuju hotel.
Dalam perjalanan menuju hotel Nesa merasa cemas bagaimana nanti ia akan membuka gaunnya lagi dan high heels nya nanti. “masak ia gue minta tolong lagi sama Alka, gue merasa enggak enak” grutu Nesa dalam hati.
Alka yang melihat Nesa melamun. “Nesa” pangilnya
“e.e.. iya pak?” Nesa bangun dari lamunannya.
“nanti setelah sampai di Indonesia kamu saya berikan libur selama dua hari” jelas Alka.
“tapi pak, terlalu lama pak liburnya sehari aja cukup” jawab Nesa.
“enggak, saya memberikan libur untuk kamu, karena di kantor enggak terlalu sibuk, kamu pasti capek nanti dateng dari jepang” jelasnya.
Nesa tak berani membantah perkataan Alka yang sudah di ucapkan kedua kalinya.
"baik pak"
Sampainya di hotel, mereka lalu masuk ke kamar masing.
“gue harus berusaha untuk buka gaun ini sendiri” Nesa menyemangati dirinya untuk tak meminta bantuan kepada Alka. Namun semuanya sia-sia saja Nesa sama sekali tak bisa membuka gaunnya itu dan kakinya pun sudah sakit karena menggunakan high heels.
Alka yang ingin menuju kamar Nesa karena ingin bilang sesuatu.
Dan saat pintu kamar Nesa terbuka sedikit terlihatlah Nesa yang kesulitan akan membuka gaunnya tersebut.
Alka lupa tadi siang ia membantu Nesa untuk menaiki resletingnya namun saat melepas ia lupa untuk membantunya lagi.
Tanpa bilang apa pun Alka langsung masuk dan lalu membalikan badan Nesa untuk meraih resleting baju tersebut. Nesa yang terkejut akan hal yang di lakukan Alka. Namun apa boleh buat jika Nesa menolak bantuan dari Alka sampai kapan ia akan menggunakan gaun tersebut.
“Nesa ganti dulu baju kamu, nanti kalau udah selesai tolong ke kamar saya” suruh Alka
“baik pak” jawab Nesa
"Akhirnya gaun ini lepas juga" Nesa lalu menuju kamar mandi untuk menyegarkan dirinya.
Selesai nya ganti baju, Nesa lalu menuju kamar Alka. Nesa yang terkejut melihat Alka yang tak mengenakan baju yang terlihat dada bidang nya tersebut dan perut yang membentuk roti sobek yang berjumlah enam. Alka yang melihat Nesa di depan pintunya.
“Nesa sini dulu” suruh Alka, lalu Nesa berjalan menuju sofa yang di duduki oleh Alka dan duduk di sebelahnya.
“ tapi pak" Nesa menunjukan badan Alka.
"gk usah di lihat, cepat sini" suruh Alka
"ada apa pak?” lalu Nesa hanya bisa menghiraukan yang ia lihat sekarang.
“tolong bantu saya mencari data ini” suruh Alka.
“baik pak akan saya carikan” Nesa pun mengambil laptopnya dan mulai mencari data tersebut.
Jam sudah menunjukan pukul 00.30 tugas Nesa pun selesai saat Nesa ingin bilang bahwa tugasnya sudah selesai tapi Alka telah tidur di sofa tepat di sampingnya.
Nesa tak berani membangunkan Alka namun Nesa melihat Alka tidur tampa menggunakan selimut, lalu ia mengambil selimut untuk Alka saat Nesa akan menyelimutkan Alka tapi Alka malahan menarik tangan Nesa dan Nesa duduk tepat di pangkuan Alka dan terlilit selimut bersama Alka ya hanya berdua. Pada saat ini Alka mungkin tak sadarkan diri, karena terlalu capek.
Saat Nesa ingin membangunkan Alka, namun Alka juga tak bangun-bangun, takut Alka marah Nesa pun pasrah dengan posisinya sekarang di peluk oleh Alka dan duduk tepat di pangkuan Alka. Nesa pun tidur di dada bidang Alka. Yang sangat hangat bisa di bilang.
"hari ini sangat dingin, tapi kenapa gue di peluk Alka sangat nyaman dan juga sangat hangat?" tanya Nesa dalam dirinya sendiri.
🐞🐞🐞
Pagi sudah tiba matahari menyinari masuk kedalam celah-celah kamar yang di tepati oleh Alka dan Nesa. Alka yang terkejut akan adanya Nesa tepat di pangkuannya itu dan tangan Alka memeluk Nesa dengan erat.
“Nesa” ucap Alka dengan mengguncang pelan badan Nesa agar dapat bangun dari tidurnya.
Nesa yang terkejut melihat Alka sudah bangun. “maaf pak….” Belum selesai Nesa mengucapkan kata Alka pun menjawab.
“maaf kan saya, membuat kamu tidur di sini” ucap Alka.
“permisi pak saya mau ke kamar dulu untuk siap-siap” Nesa meminta izin kepada Alka dan tak menjawab permintaan maaf Alka. Karena Nesa bingung apa yang akan ia jawab nantinya.
Alka menjawab dengan anggukan saja.
Setelah selesai sarapan pagi.
“Nesa tolong siap-siap, saya mau mengajak kamu ke luar” suruh Alka.
“baik pak, saya akan siap-siap sebentar saja”.
Dalam perjalanan Nesa tak tau kemana Alka akan mengajak nya, dan sampai lah di salah satu pantai yang sangat indah.
“pak anda mau ketemu siapa?” Tanya Nesa.
“saya mau mengajak kamu untuk jalan-jalan saja sebentar sebelum pergi ke Indonesia” jelasnya.
Nesa hanya menuruti perkataan Alka.
Hari sudah siang
“Nesa sini dulu” Alka memanggil Nesa.
“iya pak?” jawab Nesa dan menyelesaikan permainannya di pinggir pantai. Nesa terlihat seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat pantai.
Alka melihat Nesa dan tersenyum tipis melihat sekretarisnya yang seperti baru pertama kali liburan karena harus mengerjakan tugas di kantor yang terbilang cukup banyak.
“sini kita makan siang dulu”.
“baik pak” ucap Nesa.
Alka mengajak Nesa makan di salah satu restoran mahal di dekat pantai itu. Selesainya makan siang mereka lalu pergi ke hotel untuk mengambil barang-barang (check out).
Sampainya di bandara di Indonesia
Tunggu part berikut nya ya
Gimana bagi kalian part ini komen ya
Jangan lupa pencet tombol bintang
Bersambung...........
🎄🎄🎄🎄
KAMU SEDANG MEMBACA
My love is a CEO (completed) ✅
Teen FictionRangking #1 Perjodohan (15-05-2021) #1 Bos (15-08-2020) #1 Sekretaris (06-01-2021) #1 married (05-11-2020) #1 kantor (22-03-2021) #1 disakiti (20-04-2020) #1 kay...
