Im Yoona POV
Aku memutuskan menghubungi ahjushi choi, dia satu-satunya harapanku. Aku tidak memiliki pilihan lain lagi. Dokter mengatakan appa butuh operasi secepatnya.
Ahjushi memintaku datang ke kantor. Aku harus menyelesaikan semua masalahku setelah menerima uang darinya. Dia tidak ingin aku dan Siwon berada di satu perusahaan lagi.
Aku masuk ke ruangan Siwon. Ahjushi menungguku disana,
"Katakan pada ahjushi apa yang membuatmu menyerah?" tanya ahjushi choi
"Appa harus operasi dan aku butuh uang" ujarku
"Jika hanya masalah uang, ahjushi tahu Siwon tidak mungkin tidak memberikannya untukmu"
"Ada hal yang membuat aku dan dia tidak bisa sepaham lagi. Dia akan memberikan uang operasi untuk appa dan aku harus memenuhi syaratnya. Aku tidak bisa terima syarat yang ia berikan" ujarku dan ia menatapku "Aku tidak bisa mengatakan syarat apa itu pada ahjushi"
Aku takut jika dia tahu tentang kehamilanku, semua ini akan semakin sulit.
"Bukankah syarat menjadi simpanannya juga bisa kamu terima demi appamu?"
"Ahjushi, bisakah apa yang terjadi antara aku dan sajangnim hanya menjadi rahasia kita? Aku berjanji akan pergi tanpa meninggalkan jejak setelah ini"
"Baiklah" ia kemudian menuliskan sebuah nominal di cek yang akan ia berikan padaku. Nominal itu cukup untuk biaya operasi appa dan membayar hutangku pada perusahaan.
Saat aku menerima cek dari ahjushi choi, pintu ruangan terbuka dan itu Siwon. Dia menatapku dengan tatapan ingin menelanku hidup-hidup. Saat ini bukan lagi masalah untukku. Sejak ia menolak kandunganku, aku sudah kehilangan respect padanya.
Siwon merebut cek itu dan merobeknya di hadapan aboejinya.
"Mengapa kamu merobek milikku" ujarku, "Tuan Choi bisakah memberikanku cek yang lain?" tanyaku pada ahjushi choi. Aku tahu menerima uang dari ahjushi choi di hadapannya akan membuatnya terluka. Tapi aku tidak peduli. Aku bisa menyelamatkan dua nyawa saat memutuskan menerima tawaran aboejinya.
"Apa kamu tidak memiliki harga diri" teriaknya padaku
"Aku justru semakin tidak memiliki harga diri jika bertahan menjadi simpananmu" ujarku, aku akan kehilangan semua harga diriku jika aku harus mematuhinya. Memilih salah satu diantara kedua orang yang berharga untukku. Benar aku mencintainya tapi aku lebih baik kehilangan dia daripada appa atau babyku.
"Aboeji, aku katakan jangan mencampuri urusanku" marahnya pada ahjushi choi saat aku tidak lagi mendengarkannya. Saat aku membantahnya, ia menjadikan ahjushi sebagai sasaran kemarahannya.
"Aku yang meminta uang dari tuan choi, bukan dia yang memaksaku. Jadi jangan menjadikan aboejimu sebagai kambing hitam" ujarku
"Im yoona,," Siwon mencengkram tanganku dengan erat dan ia menarikku keluar dari sana.
Banyak mata memperhatikan kita. Aku berusaha melepaskan tangannya dari tanganku.
"Lepaskan saya sajangnim" ujarku
Ia menatapku kesal saat kita tiba di basement. Parkiran khusus mobilnya. Ia melepaskan tangannya dariku.
"Mengapa kamu begitu?" tanyanya "Jika semua ini karena uang, lantas aku tidak memiliki uang kah? Sehingga kamu meminta dari aboeji, membiarkannya mengatur perasaanmu?"
Aku tertawa
"Setelah apa yang kamu katakan padaku saat itu, apa kamu masih berharap aku mengatakan mencintaimu?" tanyaku

KAMU SEDANG MEMBACA
Waiting
RomanceSemua ini salahku, aku tidak seharusnya terjebak dalam hubungan mereka yang begitu baik. Akulah orang luar disini yang sudah sepantasnya pergi, bukan dia. ~Im Yoona Aku yang memberikannya kebebasan itu. Apakah aku masih boleh menyesalinya? ~Kwon Yu...